KACANG KEDELAI DI LEPAS KE TIMOR LESTE

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum


TASIFETO TIMUR,  Kacang Kedelai asal NTT mulai dilepas ke Negara Timor Leste. Kamis (11/4/2019). Kacang Kedelai sebanyak 17,5 ton dilepas bersama komoditas pertanian lainnya, kacang tanah 5 ton, kacang hijau 0,75 ton, lada/merica 40 kilogram. Selain komoditas pertanian,ada 58 meter kubik mebel jati dan 5.454 ekor DOC turut diekspor ke Timor Leste. Total nilai ekspor sebesar Rp. 824, 5 juta.  Berbagai jenis barang ekspor ini dilepas Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Djamil, P.hD bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Drs. Petrus Bere dan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kupang, drh. Nur Hartanto.

Turut hadir Agen Konsulado Timor Leste, Kepala Bea Cukai Atambua, Kepala Imigrasi Atambua, Kapolres Belu, Dandim 1605 Belu, Kepala Departemen Hewan Timor Leste,  Kepala Departemen Tumbuhan Timor Leste, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Kabupaten Belu dan Hortikultura, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Karantina Ikan, Karantina Kesehatan, Camat Tasifeto Timur dan Kepala Desa Silawan.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, P.hD mengatakan, enam komoditas pertanian yang diekspor melalu pintu PLBN Motaain ke Timor Leste berupa, Kacang Kedelai sebanyak 17,5 ton, kacang tanah 5 ton, kacang hijau 0,75 ton dan lada/merica 40 kilogram senilai 199,5 juta. 58 meter kubik mebel jati senilai Rp. 580 juta dan 5.454 ekor DOC senilai Rp. 45 juta.

“Kendati barang yang diekspor masih sedikit, namun kita perlu berbangga karena sudah ada upaya dari Pemerintah untuk mengekspor. Kegiatan ini dapat dilaksanakan berkat dukungan dari para petani NTT,” ungkap Ali.

Ia menambah sudah banyak komoditas pertanian yang dikirim ke Timor Leste selama tiga bulan terakhir, seperti sayuran segar, buah-buahan, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, bawang merah serta jati furniture.

“Semua komoditas ini  harus kita siapkan di NTT ini. Kita akan terus lakukan koordinasi terkait komoditas-komoditas apa yang dibutuhkan oleh Timor Leste atau negara lain, selain untuk memenuhi kebutuhan di dalam negara kita,” ujar Ali Djamil.

Ali menambah, kini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia sedang menggalakan Program AGROGEMILANG (Ayo Galakkan Ekspor Melalui Generasi Milenial Bangsa).

“Masih  banyak anak muda yang harus kita dorong dengan memberikan kemudahan supaya eksport komoditas pertanian kita bisa semakin baik dan  semakin lancar. Pak Dandim, Pak Kapolres mohon dukungannya di lapangan, supaya maksud atau arahan dari Bapak Presiden terkait dengan akselerasi ekspor komoditas pertanian kita bisa kita lakukan dengan baik dan lancar,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Nur Hartanto  menjelaskan bahwa  kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan kegiatan yang telah diprogramkan oleh Kementerian Pertanian yaitu Agro Gemilang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian di wilayah perbatasan  Indonesia dalam hal NTT maupun di perbatasan Timor Leste.

“Untuk saat ini sudah dilepas beberapa komoditas ekspor dengan nominal kurang lebih sekitar 800 juta. Kita harapkan dihari-hari mendatang akan semakin meningkat lagi, sehingga kegiatan perekonomian disini semakin lebih maju,” katanya. (Pkpsetdabelu/Iryanto Tlonaen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *