100 ANGGOTA SATPOL PP IKUT BIMTEK TURJAWALI

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Satuan Polisi Pamong  Praja Kabupaten Belu menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol PP Kabupaten Belu melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengaturan, Penjagaaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali). Bimtek yang berlangsung selama 2 hari (27-28 Mei 2019) di Aula Kantor Satpol PP Kabupaten Belu diikuti 100 Anggota Satpol PP. Materi Bimtek disampaikan langsung oleh Plt. Kasatpol PP, Aloysius Fahik, S.STP dan Danki Brimob Kie 2 YON A Pelopor, Iptu Vony Varizky, S.IK, SH.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Belu, Aloysius Fahik, S.STP melalui Kepala Bidang SDM Satpol PP, Artiseb Vidorleni Wake, S.STP menjelaskan, pelaksanaan Bimtek Turjawali bermaksud membentuk membentuk kepribadian anggota Satpol PP yang bermartabat, tangguh dan professional.

“Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku anggota Satpol PP agar mampu melaksanakan tugas penegakkan perda, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat,” ujar Kabid Eni Wake.

Kata dia, peserta bimtek sebanyak 100 orang akan mengikuti metode pembelajaran selama dua hari berupa  ceramah, diskusi, simulasi, praktek dan olahraga.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemampuan SDA Satpol PP yang handal, berkompeten dan professional,” tambahnya

Lebih jauh Kabid SDM ini menjelaskan, Satpol PP sebagai unsur perangkat daerah memegang peranan yang sangat strategis membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan urusan ketentraman dan ketertiban umum dan penegakkan peraturan daerah serta perlindungan masyarakat.

“Dalam rangka mengantisipasi perkembangan dan dinamika kehidupan masyarakat serta seiring dengan otonomi daerah dan era globalisasi, maka kondisi trantibum yang aman, tentram dan nyaman merupakan satu kebutuhan mendasar bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan mutu kehidupan,” tukasnya.

Bagi pemerintah, ungkap Eni Wake bahwa kondisi daerah yang tentram, tertib dan teratur merupakan modal utama agar penyelenggaraan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

“Untuk mengoptimalkan kinerja Satpol PP yang professional, selain didukung oleh kelembagaan dan regulasi yang kuat, maka aspek peningkatan sumber daya aparaturnya pun diperlukan melalui latihan, bimtek serta diklat-diklat yang memadai yang mutlak diperlukan dalam mengimplementasikan tupoksinya, agar lebih berdaya guna dan berhasil guna,” tandasnya.

Erni Wake juga tak menampik bahwa, kualitas, dan kemampuan anggota Satpol PP secara umum belum memadai, sementara tugas Satpol PP semakin kompleks dan penuh tantangan.

“Selain jumlah personil yang relative sedikit,  tenaga yang diperbantukan untuk mendukung pelaksanaan tugas Satpol PP masih tergantung pada pemda melalui perekrutan tenaga kontrak,” ucapnya.

Disampaikan Eni Wake, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri selaku Pembina Satpol PP telah menerbitkan berbagai regulasi yang bertujuan memperkuat kelembagaan dan peningkatan kapasitas anggota Satpol PP sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018. “Dalam rangka mendukung hal tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Belu melalui Satpol PP bekerja sama dengan Brimob Kie 2 YON A Pelopor menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas melalui Bimtek  Turjawali bagi anggota Satpol PP Kabupaten Belu,” pungkasnya. (Pkpsetdabelu/Trebor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *