216 KPM DESA FATUKETI TERIMA BLT DD TAHAP I BULAN II

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum

KAKULUKMESAK – Sebanyak 216 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Fatuketi Kecamatan Kakulukmesak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa tahap I bulan II. Penyaluran BLT DD Tahap I Bulan II ini langsung dipantau dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di Kantor Desa Fatuketi, Kecamatan Kakulukmesak, Selasa, (23/6).

Sesuai data dari Pemerintah Desa Fatuketi, masyarakat Desa Fatuketi yang menerima bantuan BLT Dana Desa 216 KK, PKH 197 KK, Perluasan Sembako 86 KK, BST 72 KK dan ada 36 KK yang belum menerima bantuan dan sudah diajukan ke kabupaten untuk masuk dalam bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dibiayai APBD Kabupaten Belu.

Pantauan media, Bupati Belu bersama rombongan setelah sampai di Kantor Desa Fatuketi menerapkan protokol kesehatan yakni selalu mengunakan masker, cuci tangan, mengukur suhu tubuh setelahnya dilakukan pengecekan nama-nama penerima manfaat yang ditempelkan di papan informasi Desa sebagai bagian dari transparansi data penerima bansos.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dalam sambutan menyampaikan hari ini merupakan penyaluran BLT Dana Desa tahap I bulan II. Ini berarti penyaluran tahap I tidak bermasalah.

“Kedatangan saya kesini untuk memantau secara langsung penyalurannya sehingga tepat sasaran,” ujar Bupati Willy Lay.

Dikatakan, terkait bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap I akan segera disalurkan dan penyalurannya sekaligus untuk bulan pertama dan kedua, sehingga bulan ketiga penyalurannya sudah bersama-sama dengan bansos yang lain.

“Jadi untuk JPS terima dua bulan sekaligus sebesar 1.2 juta. Menurut data yang disampaikan di Desa Fatuketi ada 36 KK yang diusulkan masuk dalam JPS,” terang Bupati Belu.

Pada kesempatan itu Bupati memerintahkan kepada Kepala Desa Fatuketi untuk bersurat ke Balai Wilayah Sungai untuk pemanfaatan air dari Bendungan Rotiklot karena menurut informasi yang didapat sudah ada ujicoba.

“Saya dapat informasi kalau dari hasil ujicoba, air tidak sampai di bak yang paling terakhir tetapi sudah dicoba lagi dan kendalanya adalah penggunaan airnya yang harus diatur karena ini air baku bukan untuk air irigasi,” ujarnya.

Bupati Willy juga menganjurkan kepada Kepala Desa dan BPD agar fasilitas air yang sudah ada dijaga serta dituangkan dalam bentuk Peraturan Desa sehingga tidak ada yang merusak fasilitas umum.

“Kepala Desa dan BPD agar membuat Perdes terkait jam penyaluran air serta menjaga agar fasilitas air tidak dirusak baik itu jaringan perpipaan, bak air dan keran-krannya,” ucapnya.

Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, Fridolina M.M. Faturene pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Fatuketi karena masih menerapakan protokol kesehatan.

Faturene juga mengatakan agar bantuan pemerintah ini dimanfaatkan secara baik karena bantuan yang diberikan pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat

“Jika ada lebih kami menganjurkan untuk ditabung di Bank NTT. Selain menabung juga masyarakat bisa menggunakan fasilitas kredit KUR jika memiliki usaha. Menabung di Bank NTT juga persyaratannya mudah karena hanya fotocopy KTP dan uang 20 ribu sudah bisa menjadi nasabah Bank NTT dan juga ada macam-macam pelayanan yang kami siapkan,” pungkas Faturene.

Usai penyerahan secara simbolis BLT DD Tahap I Bulan II, Bupati Belu bersama rombongan didampingi Camat Kakulukmesak dan Kepala Desa Fatuketi meninjau sumur bor dan bak air CSR dari Ramayana Dept Store Jakarta dan pembangunan 2 rumah bantuan di Dusun Fukalaran yang dibiayai dengan Dana Desa.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kasat Pol PP, Aloysius M. Fahik, S.STP, Kabid Pemdes Dinas PMD, Marselus Koi, Camat Kakulukmesak, Amandus Linci, S.Pt, Kapolsek Kakulukmesak, Danramil Kakulukmesak, Ketua BPD bersama anggota serta perangkat desa. (prokompimbelu/michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *