60 PESERTA IKUT DIKLAT KETRAMPILAN MENJAHIT, SABLON DAN SALON

Ekonomi Pembangunan Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

RAIMANUK,  Sebanyak 60 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ketrampilan Bagi Pencari Kerja Kejuruan Menjahit, Sablon dan Salon Pria Tahun 2019 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu. Rabu (11/9/2019) di Desa Labur, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Maksud dilaksanakan diklat adalah untuk memberdayakan tenaga kerja produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak mempunyai keahlian untuk nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat danmeningkatkan kepercayaan diri pada masyarakat serta menyiapkan mental tenaga kerja untuk bersaing dalam pasar kerja. 
Sedangkan tujuan pelatihan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktifitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu.

Sementara target atau sasaran yang ingin dicapai adalah tersedianya tenaga kerja yang berkompeten sesuai dengan permintaan pasar kerja di Kabupaten Belu dan meningkatnya kualitas sumber daya tenaga kerja di Kabupaten Belu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi bidang pekerjaan.
Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Drs. Laurensius Kiik, SE, M.Si dalam laporannya mengatakan, arah kebijakan pembangunan ke Indonesia Timur khususnya di Kabupaten Belu juga mendorong peningkatan tenaga kerja akan pembangunan yang cukup pesat. “Banyaknya pembangunan fisik baik yang bersumber dari APBD maupun APBN mendorong tingginya permintaan tenaga kerja. Tingginya iklim tenaga kerja di bidang menjahit, sablon dan salon pria ini belum berdampak optimal terhadap tenaga kerja lokal dikarenakan ketrampilan tenaga kerja yang minim,” ujar Lorens.

Untuk memenuhi permintaan pasar, akan tenaga kerja yang berkompetensi, ungkap Kadis Lorens bahwa Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memandang perlu memfasilitasi tenaga kerja dalam bentuk mengadakan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar terbuka serta mampu menciptakan peluang kerja sendiri (berwirausaha),” tambah dia.

Tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten merupakan salah satu target yang harus dicapai dalam pembangunan nasional saat ini. Upaya tersebut dapat diwujudkan antara lain melalui pelatihan kerja. “Pelatihan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari perencanaan hingga evaluasi, sehingga peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja dapat dilakukan. Orientasi pelatihan ditekankan pada peningkatan kemampuan atau kompetensi untuk melakukan pekerjaan yang spesifik sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja saat ini,” tandasnya.

Informasi lain yang dihimpun, jangka waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit selama 30 hari dengan durasi waktu (240) jam pelajaran. Sedangkan pelatihan sablon dan salon pria dilaksanakan selama 15 hari kerja. 

Jumlah Peserta Sebanyak 60 Orang yang berasal dari Kelurahan dan Desa dalam wilayah Kabupaten Belu, dengan rincian ; Pelatihan menjahit 20 orang, Sablon 20 orang, dan Salon 20 orang.
Usai pembukaan dilakukan penyematan tanda pengenal oleh Bupati Belu kepada perwakilan peserta pelatihan. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *