ANAK-ANAK BELU HARUS MAMPU MENJADI AGEN PELOPOR DAN PELAPOR

Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Dalam upaya meningkatkan pemenuhan hak partisipasi anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah membentuk wadah partisipasi anak di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai agen perubahan, Forum Anak diharapkan bisa menjalankan perannya sebagai pelopor dan pelapor.

Ketua Forum Anak Kabupaten Belu, Florensius Brindy Maularak  mengatakan, kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Belu dimaksudkan  untuk menggali potensi-potensi anak daerah  melalui pemilihan duta anak tingkat Kabupaten Belu.

“Anak-anak ini akan dipersiapkan untuk mengikuti konferensi anak daerah tingkat Provinsi NTT di Kupang nanti. Peserta di dalam kegiatan ini merupakan anak – anak terbaik yang mewakili 18 sekolah, 6 Forum Anak Desa dan juga Forum Anak Kabupaten Belu,” kata Florensius di Gedung Betelalenok Atambua, Selasa (7/5/2019)

Selain itu, ungkap Maularak bahwa, dipilihnya tema ” Terwujudnya Pemenuhan dan Perlindungan Anak-Anak Menuju Belu Sejahtera” ini adalah untuk mendorong terbentuknya Kabupaten Belu yang sejahtera melalui aspek pemenuhan kesejahteraan dan kewajiban anak Kabupaten Belu.

“Kita tahu bahwa anak adalah generasi penerus bangsa. Jika anak-anak Belu tidak dilindungi, maka bagaimana nasib anak-anak Belu ke depannya. Maka dari itu, perlu saya sampailan kepada teman- teman sekalian bahwa kita anak- anak Belu, harus mampu menjadi agen pelopor dan pelapor sehingga dapat mencegah ataupun dapat membasmi masalah – masalah anak di Kabupaten Belu,” jelasnya.

Kata dia, sebagai agen pelapor, anak-anak diharapkan dapat melaporkan hal- hal yang berkaitan dengan pembunuhan hak-hak anak kepada pihak yang berwajib dan sebagai Agen Pelopor, anak-anak dituntut menjadi agen perubahan, guna mengatasi berbagai permasalahan anak di Kabupaten Belu.

“Kami harap dengan adanya kegiatan ini, dapat terpilih 2 orang Duta Anak yang nantinya akan menyuarakan suara anak Belu melalui Konferensi Anak Daerah Tingkat Provinsi NTT, bahkan sampai tingkat Nasional,” tambahnya. (Pkpsetdbelu/Iryanto Tlonaen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *