BAKAMLA BERDAYAKAN MASYARAKAT PESISIR PANTURA

Pemerintahan & Hukum

KAKULUK MESAK-WB, Badan Keamanan Laut (Bakamla) melaksanakan Ceramah Maritim dan Pembentukan Kelompok Potensi Maritim Di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak (Rabu, 27/02/2019). Pembinaan Desa Maritim merupakan salah satu program yang dilakukan Bakamla melalui Direktorat Kerjasama Subdit Pengembangan Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut.

Plt. Kasubdit Pengembangan Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut Direktorat Keamanan Laut (Bakamla) RI, Elli Susiyanti, SH, MH, MM mengatakan, masyarakat pesisir sebagian besar adalah berprofesi sebagai nelayan. Mereka yang tinggal di pesisir berpotensi besar untuk turut membantu keamananan dan keselamatan laut.

“Masyarakat pesisir ini yang ada didepan, merekalah yang paling awal mengetahui saat ada kejadian dilaut,” katanya.

Pihak Bakamla, menurut Elli Susiyanti akan menggaet institusi lain seperti BNN untuk memberi paparan terkait partisipasi masyarakat dalam rangka pencegahan penyelundupan narkotika melalui laut.

Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan

“Kami juga menggaet teman-teman dari Asosiasi Sistem Kabel Laut Indonesia (ASKALSI ) yang akan memberikan gambaran terkait dengan kabel- kabel komunikasi yang tertanam di dasar laut Indonesia yang juga ternyata melewati daerah perairan di atambua, Kabupaten Belu. Bakamla menyadari keterbatasan SDM dan sarana prasarana yang kami miliki. Untuk sementara kami berpusat di Jakarta dengan tiga zona maritim yang terbagi di Barat,Tengah dan Timur. Sementara stasiun pemantau keamanan keselamatan laut yang terdekat adalah di Belu dan Kupang,” jelasnya.

Pada Kesempatan itu, Susiyanti mengajak mengajak seluruh masyarakat pesisir Kabupaten Belu untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan penjagaan keamanan dan keselamatan laut melalui pembentukan kelompok potensi maritim (Poksima).

“Setelah terbentuk kelompok ini, maka Bapak dan Mama yang tergabung dalam kelompok tersebut menjadi informan pertama yang dapat memberikan seluruh informasi terkait kegiatan keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Kabupaten Belu,” harapnya.

Sambung Susi, Bakamla akan membuat simulasi cara pelaporan melalui sarana call center 500 500. Warga pesisir dapat melaporkan peristiwa-peristiwa yang terindifikasi tindak pidana di perairan laut kepada Bakamla.

“Kami minta kepada teman-teman dari kantor BNN dan Askalsi untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini. Kami dari Bakamla bekerjasama dengan Askalsi akan memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk keselamatan di laut berupa Life Jaket sebanyak 65 Life Jaket. Semoga apa yang sudah disiapkan oleh Bakamla dan Askalsi ini menjadi penunjang bagi Bapak Ibu sekalian dalam berkegiatan di laut, sehingga faktor keselamatan menjadi perioritas utama,” ujarnya.

Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan mengatakan, laut dengan bentangan dua pertiga dari luas daratan memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Laut juga perlu diberikan perhatian dan kepedulian karena disana terdapat berbagai macam ancaman.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat pesisir dibekali dengan kemampuan menyelamatkan diri maupun menyelamatkan orang lain pada saat ada ancaman ditengah laut,” ujar Wabup.

Selain itu, masyarakat perlu diedukasi untuk lebih mawas diri terhadap pelanggaran yang terjadi terutama pelanggaran saat mencari nafkah.

“Pemilihan lokasi di Belu sebagai lokasi sosialisasi mungkin sudah melalui sebuah pertimbangan yang pasti, baik dari Pemerintah Pusat dan Provinsi melalui Badan Keamanan Laut. Kita ke sana (Belu), karena disana ada potensi, disana ada keselamatan keamanan. Disana juga kita akan berbagi pengetahuan supaya masyarakat paham ketika melaksanakan tugas keseharian di laut,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Belu mengapresiasi kehadiran Bakamla yang datang membuka pikiran masyarakat pesisir, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami bentuk-bentuk pelanggaran ketika beraktifitas dilaut.

“Pembentukan kelompok maritim nantinya, melibatkan masyarakat nelayan yang berada si sekitaran perairan Kabupaten Belu. Melalui pembentukan kelompok ini diharapkan mereka menjadi lawyer utama dalam pemberian informasi terkait kegiatan- kegiatan ilegal yang menyangkut keamanan dan keselamatan di laut,” pungkas Wabup. (pkpsetdabelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *