BANGUN GEDUNG BARU DI HALILULIK, KAMI BUKAN INVESTASI BODONG

Ekonomi Pembangunan

TASIFETO BARAT,  KSP Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari kembali membangun Kantor Kas Kopdit Swasti Sari Halilulik, Di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Sebelumnya Kantor yang sama dibangun di Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

General Manager Kopdit Swastisari Kupang, Yohanes Sason Helan dalam sambutannya menjelaskan bahwa, Kopdit Swasti Sari bukan investasi bodong. Lembaga koperasi ini memiliki aset mencapai 1 triliun rupiah yang tersebar di Kabupaten/Kota di Provinsi NTT dan Provinsi Bali.

“Kami bukan bodong, kami bangkit bersama orang kecil dan senyum bersama orang kecil. Kami memposisikan anggota sebagai raja-raja dan ratu-ratu, karena kekuatan itu bersama-sama dengan orang-orang kecil ini. Aset kita hampir mencapai 1 triliun rupiah dengan anggota mencapai 70-an ribu. Intinya kita kerja, kerja dan kerja,” ungkap Yohanes Helan di acara Peresmian Kantor KAS Kopdit Swastisari Halilulik, Rabu (29/5/2019)

Ia mengatakan, Kopdit Swastisari  lahir sejak tanggal 1 Februari 1988, kurang lebih berusia 33 tahun. Koperasi ini lahir dari Keuskupan Agung Kupang dan sudah tersebar kemana-mana.

“Kopdit Swastisari hadir bukan untuk mencari keuntungan, bukan untuk rentenir, bukan untuk investasi bodong, bukan juga kapitalis. Kopdit swastisari hadir untuk merubah dari yang belum ada, menjadi ada, dari yang sudah ada menjadi lebih baik untuk urusan kesejahteraan rumah tangga,” katanya.

Diusia yang ke 33 ini, Sason Helan mengaku koperasi yang dipimpinnya telah banyak berbuat dikalangan masyarakat terpencil. Koperasi ini tidak hanya bergerak di kota saja, tetapi sudah masuk sampai ke dikampung-kampung.

“Kenapa sampai masuk disana, karena mereka disana butuh senyum, mereka butuh tawa ria, itulah misi dari lembaga ini. Lembaga ini tidak sembarangan membuat investasi, tidak sembarangan membuat ekspansi, tidak sembarangan kemana-mana. Centralnya di Kota kupang. Setelah berjalan 28 tahun, kami melihat bahwa lembaga ini sangat baik merubah kehidupan  manusia. Kehadiran Kopdit Swasti Sari di Kota Kupang sangat diterima dan aset kita sebesar 80 persen ada di Kota Kupang. Jadi kita tidak sembarang ekpansi kemana-mana,” terangnya.

Tambah Helan, Kantor Kas Kopdit Swasti Sari Halilulik adalah yang ke 48. Kantor Kas sudah ada dua yakni Motaain dan Halilulik.

“Kami masih kecil dan mulai mencoba merangkak maju sampai dipelosok-pelosok. Anggota kami lebih banyak berbasis di kampung-kampung, di desa-desa. Dari dana 1 triliun, sebanyak 85 persen kami gulirkan ke anggota,” katanya.

Diakuinya, Kopdit Swasti Sari setiap tahun diaudit secara akuntan publik. Prinsip kerja yang jujur, ikhlas dan tekun yang membuat kami masih bertahan dan  berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh pemilik atau anggota.

“Keberpihakkan kami hanya kepada orang kecil, itu yang kita utamakan. Kami tidak membuat kotak-kotak antara orang kaya, setengah  kaya dan orang miskin, karena  kita sama. Tugas kita adalah sama-sama membasmi kemiskinan, tetapi yang paling pertama adalah kerja jujur, kerja ikhlas dan kerja tekun,” tandasnya. (Pkpsetdabelu/Iryanto/Trebor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *