BNN BELU “GULIRKAN” PROGRAM DESA BERSINAR

Kesehatan Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA, Badan Nasional Narkoba (BNN) Kabupaten Belu menggulirkan Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) di wilayah perbatasan RI-RDTL. BNN Kabupaten mulai menerapkan program Desa Bersinar sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018, tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika tahun 2018-2019. BNN Belu sudah menyiapkan 69 desa yang tersebar di Kabupaten Belu.

Lounching Perdana Program Desa Bersinar Tingkat Kabupaten Belu 2019 dilaksanakan oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu, Drs. Arnold Bria Seo di Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur, Kamis (28/3/2019). Turut hadir Pimpinan OPD, TNI/Polri, Camat, Kepala Desa serta Para Tokoh Agama dan tokoh Masyarakat Desa Tulakadi.

Mantan Kadis Sosnakertrans Kabupaten Belu ini menyampaikan, kegiatan ini merupakan suatu langkah yang baik dan penting untuk mengantisipasi masuknya narkoba ke daerah perbatasan khususnya Kabupaten Belu.

“Kita telah mengetahui rambu-rambu dan hal–hal penting lainnya sebagai bekal untuk mengantisipasi masuknya narkoba,” ungkap Arnol Bria Seo.

 Asisten 2 menekankan bahwa, ke-empat desa yang dilaunching dapat menjadi pioner terdepan sebagai desa bebas Narkoba.

“Empat Desa ini harus menjadi pioner terdepan untuk mengatakan bahwa wilayah mereka bebas dari narkoba,” tandas Bria Seo.

Sebagai daerah penyanggah perbatasan, Bria Seo berharap agar Desa Tulakadi, Sadi, dan Desa Silawan di Kecamatan Tasifeto Timur serta Desa Naekasa di Kecamatan Tasifeto Barat berkomitmen untuk bebas dari narkoba.

“Komitmen ini sangat baik untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba. lebih dari itu adalah ikut serta menyelamatkan masa depan Bangsa,” ujar Arnold.

Kaban BNN Kabupaten Belu, Ferdinandus Bone, menyampaikan lounching Desa Bersinar hari ini merupakan kerjasama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” sebut Ferdi Bone.

Lanjutnya, hasil penelitian yang dilakukan BNN menggambarkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin tinggi.

“Hasil penelitian yang dilakukan BNN dengan Puslitkes UI tahun 2017, diketahui bahwa angka prevelensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia telah mencapai 1,77 % atau sekitar 3.376.115 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10 – 59 tahun),” beber Frans.

Frans menambah, setelah lounching Desa Bersinar di Tulakadi, Sadi, Silawan dan Naekasa, selanjutnya akan dilakukan juga pada 65 Desa dan 12 Kelurahan di wilayah Kabupaten Belu. (pkpsetdabelu/Reynaldo Klau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *