BNPP TERAPKAN METODE BEKERJA SAMBIL BELAJAR

Ekonomi Pembangunan

TASIFETO TIMUR, Sejak tahun 2017, BNPP diberi tugas tambahan yakni mengelola PLBN dengan metode bekerja sambil belajar.  Mengelola PLBN sambil terus mempelajari bagaimana mengelola PLBN yang baik dan ideal. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Drs. Robert Simbolon, M.AP  dalam acara tatap muka dengan seluruh stakeholder di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Jumat (5/4/2019)

Mantan Plt. Gubernur NTT ini menjelaskan, sejarah bangsa Indonesia dari tahun 1945, bahkan pra kemerdekaan sampai tahun 2017 yang lalu, tidak ditemui satu lembar dokumen yang bisa diterapkan sebagai pedoman untuk  mengelola PLBN. 

“Karena kita belum pernah mengelola PLBN, maka secara pribadi dan kedinasan saya berusaha belajar ke negara-negara tetangga yang lebih dahulu mengelola pos-pos lintas batas negara. Ternyata mereka juga belum punya sistem mengelola PLBN yang ideal untuk kita tiru,” katanya.

Ia menambah, sejak bulan Agustus 2017,  BNPP mulai ditugaskan negara untuk mengelola PLBN dengan segala keterbatasan SDM, anggaran dan sarana prasarana yang tersedia.

“Kita bersyukur karena  Pemerintah Kabupaten Belu merelakan aparatur sipil negara di daerah ini untuk direkrut dan bekerja mengurus  PLBN ini,” tandasnya.

Seiring dengan bertambahnya tugas-tugas pengelolaan PLBN, bertambahnya infrastruktur bahkan sebentar lagi kita mulai mengelola pasar, Wisma Indonesia, mes karyawan dan lain-lain sebagainya. Kita juga mulai merasakan pentingnya jumlah personil sesuai dengan tuntutan tugas  dan fungsi yang akan diemban.

“Saya mohon maaf kalau selama hampir dua tahun kita bersama-sama digedung ini, masih terdapat kekurangan-kekurangan, masih terdapat kelambatan-kelambatan didalam penyediaan layanan oleh kami sebagai penyelenggara fungsi pengelolaan PLBN,” ucap Robert Simbolon.

Robert Simbolon mengaku terus memonitor dan mengikuti perkembangan aktifitas pelayanan PLBN dengan berbagai dinamikanya.

“Kita sekarang punya 7 PLBN, 3 di NTT, 3 di Kalbar dan 1 di Papua. Mulai tahun ini akan dibangun lagi 11 PLBN. Di akhir tahun 2019, kita sudah punya 18 PLBN, yang tersebar mulai dari kepulauan Riau sampai ke Papua,” sebut Robert. (pkpsetdabelu/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *