BUPATI AJAK MASYARAKAT DESA DUAKORAN KEMBANGKAN TANAMAN PRODUKTIF

Ekonomi Pembangunan

RAIMANUK,  Masyarakat Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu diminta untuk menanam tanaman produktif  guna meningkatan pendapatan keluarga. Bupati Belu Willybrodus Lay, SH  menyampaikan  itu pada Pertemuan Semesteran  bersama Petani  dampingan Yayasan  Mitra Tani Mandiri (YMTM) di Desa Dua Koran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Selasa (25/6/2019).

Bupati Belu mengatakan, bidang peternakan merupakan salah satu program unggulan Yayasan Mitra Tani Mandiri,

“Saya minta YMTM untuk mengadakan program penanaman lamtoro dan gala- gala sebagai pakan ternak. Lahan yang ada bisa diolah dengan menanam  tanaman-tanaman yang bermanfaat, sehingga masyarakat mendapat penghasilan tambahan,” imbuh

Bupati bercerita, Kelompok Petani di Negara Australia selalu  melakukan pertemuan untuk mengevaluasi persoalan makanan ternak, penyakit yang diderita ternak, pasar ternak dan masalah lainnya.

“Para kelompok tani ini menjual ternak dalam jumlah yang banyak, karena mereka mengelola sebagai bisnis. Sementara kita disini menjual ternak sapi sebagai tabungan yang dijual perekor. Jika ada kebutuhan mendesak, ternak peliharaan itu dijual. Tetapi, kalau ternak tersebut di kumpulkan oleh para kelompok tani  dalam jumlah yang banyak, tentunya bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Bupati mengingatkan agar lahan-lahan tidur yang masih ditumbuhi tanaman pengganggu harus dimusnahkan. Menurutnya tanaman itu sangat menghambat pertumbuhan rumput.

“Tanaman pengganggu harus dibersihkan karena bukan pakan ternak. Setelah dibersihkan kemudian diganti dengan tanaman produktif lain seperti lamtoro dan gala – gala,”  ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menginstruksikan kepada Kepala Desa Duakoran untuk membuat lahan percontohan dengan menyiapkan lahan seluas 10 hektar are.

“Lahan yang sudah ada dibersihkan  dari hama tumbuhan. Kemudian kita menanam rumput, lamtoro dan gala-gala untuk kebutuhan makanan ternak di daerah ini.  Pada hari Jumat bersih, kita akan bersihkan sama-sama lahan di Dua Koran bersama para pimpinan OPD dan staf ,” tukas Bupati Lay.

Menyinggung pertemuan semester petani dengan tema Meningkatkan Mutu Kehidupan Kaum Milenial dan Orang Rentan (Difabel anak dan perempuan) Melalui Implementasi Program Pembangunan Desa Terpadu, Bupati Willy  mengajak kaum millineal untuk menjadi tuan tanah di daerah sendiri dari pada menjadi buruh di tanah orang.

“Anak – anak muda marilah kita bertani dan berkebun, jadilah tuan ditanah di daerah  sendiri dari pada buruh ditanah orang. Kita juga tidak bisa memaksa mereka untuk bertani dan berkebun, jika mereka ingin bekerja diluar daerah menjadi tenaga kerja. Namun perlu saya sampaikan kepada kita semua, terutama anak – anak muda, jika ingin menjadi tenaga kerja diluar daerah, harus disampaikan kepada Pemerintah, agar dilengkapi dengan dokumen–dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menjadi tenaga kerja illegal,” ungkapnya.

Sementara, bagi kaum muda yang belum memiliki ketrampilan dan ingin bekerja di luar daerah, Bupati meminta agar menggunakan jalur resmi yakni melalui Pemerintah.

“Terkait dengan pekerjaan, kalau pergi hanya untuk bertani dan berkebun, tentunya semua memiliki kemampuan untuk pekerjaan itu, tetapi kalau untuk pekerjaan lain tentu membutuhkan skill. Oleh karena itu, perlu jalur resmi sehingga sebelum ke daerah tujuan, terlebih dahulu dibekali dengan pelatihan serta kelengkapan dokumen dan sertifikat,” jelasnya.

Untuk kaum difabel, kaum muda-mudi dan ibu–ibu rumah tangga, hendaknya mengembangkan bakat tenun.

“Kita bisa buat modifikasi tenun yang mempunyai nilai jual tinggi. Bagi yang baru belajar menenun tingkatkan, sehingga bisa menghasilkan uang dari  usaha tersebut. Disini terdapat banyak bubuk kunyit yang sudah dikemas, ini merupakan tanaman unggulan kita. Kunyit – kunyit ini kedepan tidak hanya kita cari dihutan, namun kita bisa tanam sendiri dikebun dan dipekarangan rumah. Begitu juga dengan ubi – ubian yang disajikan disini, kita harus tanam sendiri bukan cari dihutan. Disini  ada juga pepaya lokal, Dinas teknis tolong memberikan bibit pepaya california untuk dikembangkan masyarakat Duakoran. Pepaya California memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Biara SVD Nenuk sudah menanam 400 pohon dalam satu tahun, dan menghasilkan uang sebanyak 200 juta rupiah. Tahun ini sudah ditanam  lagi 4.000 pohon. Pepaya California ini tidak pernah dijual keluar, karena para pembeli datang langsung ke kebun  untuk  mengambilnya,” pungkas Bupati Lay. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *