BUPATI BELU APRESIASI KINERJA BPR

Ekonomi Pembangunan Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH  memberi apresiasi kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTT  dalam kegiatan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2019 dan Pelatihan Manejemen Resiko & Audit Internal BPR di Ballroom Hotel Kingstar Atambua, Kamis (18/7).

Bupati Willy mengatakan, pelaksanaan kegiatan OJK di Daerah ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu.

“Saya gembira mendengar bahwa kinerja BPR Nusa Tenggara Timur masih  tergolong cukup baik. Ada dua BPR yang sudah sampai  melampaui target. Sebagai Bupati Belu, saya akan mensupport BPR di Atambua agar bisa mencapai target yang diinginkan oleh OJK,” tandasnya.

Bupati Belu berharap, BPR di NTT terinspirasi dengan Grameen Bank yang melakukan pendekatan pada rakyat kecil dengan memberikan kredit usaha kecil mikro kepada rakyat.

“Grameen Bank itu sempat jadi fenomena dan fenomena ini harus bisa lahir di NTT.  Dari 34 provinsi di Indonesia,  NTT berada di rangking 33 dari tingkat kemakmuran. Saya tidak mau menyebut NTT miskin, karena kita tidak miskin, hanya kita belum menemukan sesuatu yang  membuat kita makmur.

Para pengusaha, komisaris, direksi selalu dituntut berpikir lebih cerdas untuk bisa menemukan hal-hal yang mengangkat potensi-potensi yang ada di NTT agar menjadi satu keunggulan,” katanya.

Willy Lay mengetengahkan, 30 tahun lalu, NTT  masih berbicara banyak dipentas nasional dalam bidang peternakan, karena NTT  menjadi salah satu penyuplai ternak nasional yang sangat diandalkan.

“Sejak dahulu baik Kabupaten Belu, Malaka dan TTU, minimal setiap minggu bisa mengirim sapi. Ini keunggulan komperatif yang ada di NTT. Kita harus hidupkan kembali keunggulan komperatif ini,” ujarnya.

Menyinggung ketersediaan pakan ternak, Bupati Lay mengakui, bahwa ketersediaan makanan ternak dimusim hujan sangat berlimpah, sementara pada musim kemarau makanan ternak mulai berkurang, bahkan tidak ada.

“Oleh karena itu, makanan ternak yang berlimpah disaat musim hujan, harus disimpan sebagai persediaan untuk makan ternak disaat musim kemarau tiba,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sudah saatnya sektor peternakan mendesain sistem budidaya ternak dengan membelah menjadi tiga segmen. Ketiga segmen diantaranya, penggemukan, penyediaan makanan ternak dan partisipasi petani.

“Tugas petani adalah menanam rumput, rumput-rumput ini di musim hujan bisa kita awetkan. Pada saat musim kemarau seperti sekarang, rumput-rumput itu dapat digunakan untuk peternakan. BPR bisa menyediakan fasilitas-fasilitas kredit untuk membuat makanan ternak. Jika kita bisa koneksikan  tiga stakeholder, antara petani, pakan, dan ternak  dan memikirkan bagaimana pembiayaannya, saya yakin bahwa keunggulan komperatif dari NTT akan muncul kembali,” terangnya.

Bupati Lay mengutarakan, Kabupaten Belu welcome untuk berinvestasi, dan disini investasi untuk bisnis terbuka lebar.

“Mari kita membangun Indonesia dari perbatasan” ajaknya. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *