BUPATI BELU MINTA ASN PEMKAB BELU KURANGI PENGGUNAAN PLASTIK

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu untuk mulai mengurangi sampah plastik, mengingat produksi sampah plastik cukup tinggi. 

Imbauan yang dilontarkan saat menjadi Pembina Upacara pada Apel Awal Bulan September di Halaman Kantor Bupati Belu, Senin, (2/9/2019) itu bertujuan untuk menumbukan kesadaran ASN akan kebersihan dan pengelolaan sampah.“Dimana-mana kita melihat sampah plastik,” singkatnya.

Bupati Belu juga menggagas penyusunan jadwal “Jumat Bersih” dengan membagi wilayah kerja kepada setiap OPD  yang akan dilaksanakan  pada setiap hari Jumat“Saya minta kepada Sekda Belu agar membuatkan jadwal kepada setiap OPD untuk kerja bakti pada Jumat Bersih dengan membagi wilayah kerja, termasuk lurah dan camat, sehingga sampah-sampah plastik di hutan jati, depan Katedral, depan Gereja Policarpus, Mesjid, ruas jalan arah Atapupu, daerah Fatubenao  yang dipenuhi sampah palstik bisa dibersihkan. Kita juga menyampaikan secara baik kepada para pemilik lahan agar tidak membuang sampah pada sembarang tempat, mengingat pada saat musim panas dan angin seperti sekarang ini, akan membawa sampah plastik beterbangan kemana-mana, sehingga terlihat wajah Kabupaten kita ini tidak begitu indah,” ujarnya.

Kepada seluruh ASN, Bupati Lay mengajak agar terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu menyediakan tempat sampah untuk menampung limbah pesta seperti botol atau gelas minuman  yang telah dipakai. “Ini awalnya berat, tapi kalau bisa terlaksana hasilnya pasti baik bagi kita semua. Kepada Pimpinan OPD dan ASN disarankan menggunakan botol air minum refill, karena ini satu cara untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujarnya.

Bupati juga berpesan agar pelaksanaan rapat ditingkat OPD tidak disediakan air minum kemasan. Kita harus sejak dini menghindari  penggunaan air kemasan, karena hanya meninggalkan sampah-sampah plastik yang akan menyusahkan anak-anak kita kedepan.“Saya melihat dan mengikuti beberapa kegiatan di Provinsi dan itu sudah dilakukan, mereka menyediakan air minum di wadah atau botol yang bisa di refill. Kita siap-siap, kalau tidak sekarang kapan kita bisa berubah,” tukasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Willy menegaskan kepada Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu agar tidak boleh meninggalkan gedung DPR saat masih berlangsung sidang DPR.“Saya minta perhatian serius dari Pimpinan OPD pada saat sidang DPR agar tidak meninggalkan sidang. Karena sidang yang panjang, terakhir sebelum penutupan atau skors hanya tersisa beberapa Pimpinan OPD atau beberapa staf  saja yang hadir bersama Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Kepada Sekda Belu agar memperhatikan hal tersebut, jika di DPR ada rapat koordinasi, semua Pimpinan OPD tidak boleh diijinkan pergi, yang boleh diijinkan hanya kepada Sekretaris, Kepala Bidang atau Kepala Seksi. Pimpinan OPD wajib hadiri Sidang di DPR dan juga pada saat Rapat Komisi,” tandasnya.

Terkait disiplin, Bupati Belu mengharapkan kepada ASN dan tenaga kontrak agar menggunakan daftar absensi elektronik (fingerprint) yang merekam retina atau 3 jari.“Kalau fingerprint yang 1 jari orang bisa titip absen. “Jari kelingking untuk si A, Jari manis untuk si B dan bisa sampai 10 orang” Jam masuk kantor dan keluar kantor harus diperhatikan sehingga kita tidak dinilai miring oleh masyarakat. Apabila kita hendak ijin mengurus urusan lain diluar urusan kantor, boleh ijin dan pulang ganti pakaian dulu, jangan pakai pakaian kantor jalan berkeliaran dimana- mana. Meskipun sudah ada ijin tapi penilaian masyarakat tentunya beda. Mari kita bangun Rai Belu ini dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, memberikan apa yang diharapkan masyarakat,” pungkasnya. (Pkpsetdabelu/Michael Tae).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *