BUPATI BELU SALURKAN JPS KELURAHAN BEIRAFU

Covid-19 Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA BARAT – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH menyalurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga masyarakat Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat. Terdapat 414 KK di Kelurahan Beirafu yang menerima bantuan JPS dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Belu kepada perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Halaman Kantor Lurah Beirafu, Sabtu, (27/6).

Setibanya dilokasi, Bupati Belu melakukan cuci tangan pada tempat yang telah disediakan dan selanjutnya melakukan pengecekan nama – nama KPM pada papan informasi kelurahan yang telah ditempelkan, dan kemudian menuju tenda acara untuk dimulai kegiatan.

Diawal sambutan, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH menyampaikan permohonan maaf karena penyaluran bantuan JPS bagi masyarakat Kelurahan Beirafu baru dilaksanakan hari ini.

“Saya atas nama pemerintah menyampaikan permohonan mohon maaf karena bantuan lain sudah keluar lebih dahulu dan bantuan JPS baru disalurkan saat ini. Keterlambatan ini karena masih melakukan verifikasi data agar tidak terjadi pendobelan penerima. Puji Tuhan, hari ini kita sudah bisa melakukan penyaluran dan penerimaannya sekaligus dana 2 bulan sebesar Rp.1.200.000,” ujar Bupati Belu.

Lebih lanjut Willy Lay menyampaikan bahwa tahun ini program kegiatan di pemerintahan dirasionalisasikan untuk kesehatan yakni penanganan Covid-19 dan dampak ekonomi sehingga proses pembangunan di tahun 2020 ini mengalami perlambatan.

“Saya harap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tetap menjaga diri agar selalu sehat,” ucapnya.

Bupati juga menitip pesan kepada Camat, Lurah dan masyarakat, apabila terdapat pendobelan nama penerima ataupun belum dimasukkan namanya sebagai penerima dapat menyampaikan kepada RT, RW, Lurah dan Camat agar dikoreksi sehingga mereka juga dapat menerima bantuan JPS.

“Yang berhak menerima lagi bantuan ini adalah ibu-ibu yang karena urusan adat atau alasan lain sehingga belum ada surat nikah. Ini boleh diusulkan sebagai KK baru begitupun dengan setiap KK yang terdapat penyandang disabilitas. Mereka bisa diusulkan untuk menerima bantuan ini,” terang Bupati Willy.

Willybrodus Lay juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu menyiapkan 2 jenis bantuan yang bersumber dari DAU Kabupaten yakni Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi untuk pemulihan ekonomi. Untuk bantuan Dampak Ekonomi ini diberikan kepada UMKM yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan mengajukan proposal kepada dinas terkait diketahui Lurah dan Camat.

“Pengusaha Mikrolet dan Oto Ojek juga berhak mendapat bantuan Dampak Ekonomi tetapi dengan syarat ijin trayek dan buku ker masih berlaku sedangkan untuk motor ojek didata lewat pangkalan ojek. Nanti datanya dikirim ke Dinas Perhubungan untuk dilakukan verifikasi oleh dinas terkait,” terang Bupati Belu.

Selain itu, Bupati Belu tak henti-hentinya menghimbau dan mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan Protokoler Kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak fisik dalam beraktivitas sehari-hari, sehingga Kabupaten belu tercinta ini tetap berada dalam zona hijau.

Lurah Beirafu, Yohana F. Leky, S.STP dalam laporan mengatakan jumlah penduduk Kelurahan Beirafu 4.977 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 1.068 KK yang tersebar di  6 RW dan 18 RT.

Dilaporkan Yohana Leky untuk Kelurahan Beirafu ada 740 KK yang menerima berbagai bantuan baik dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Kabupaten.

“Untuk BPNT ada 54 KK, Perluasan Sembako 14 KK, BST Kementerian Sosial 201 KK, PKH 49 KK, Jaring Pengaman Sosial Provinsi 8 KK dan Jaring Pengaman Sosial dari Kabupaten sebanyak 414 KK yang pembagiannya dilakukan hari ini,” ujar Waty Leky.

Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Fridolina M.M. Faturene dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan agar mempergunakan bantuan JPS sebaik mungkin untuk kebutuhan dirumah.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang mempercayakan Bank NTT sebagai bank penyalur bantuan JPS. Nanti, silahkan Bapa dan Mama tarik menggunakan buku tabungan di Bank NTT terdekat dan penarikannya hanya 2 bulan saja sebanyak Rp. 1.200.000. Sisa Rp.600.000 akan dicairkan bulan berikutnya sesuai dengan jadwal,” terangnya.

Dalam pantauan media ini, Penyaluran JPS di Kelurahan Beirafu tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan para penerima menggunakan masker dan mencuci tangan pada tempat yang telah disediakan.

Hadir bersama Bupati Belu, Kepala Dinas Sosial, Sabina Mau Taek, Camat Atambua Barat dan Perwakilan BP4D. (prokompimbelu/michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *