Bupati Belu, Willybrodus Lay menyerahkan Naskah Hibah Tanah TPU kepada Umat Paroki Fatubenao

Bupati Willy Serahkan Naskah Hibah Tanah TPU

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Religi

ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu yang diwakili Bupati Belu, Willybrodyus Lay, SH melakukan penyerahan Naskah Perjanjian Hibah Tanah kepada Paroki St. Agustinus Fatubenao yang diterima langsung oleh Rm. Lorenzo Tae Lake, Pr di Gereja St. Agustinus Fatubenao dan disaksikan PLH Sekda Belu, Pimpinan OPD serta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Umat Paroki St. Agustinus Fatubenao, Minggu (12/1). Penyerahan hibah tanah ini untuk memenuhi kebutuhan umat Paroki St. Agustinus Fatubenao khususnya sebagai Tanah Pekuburan Umum (TPU).

Bupati Willy dalam sambutannya menyampaikan bahwa tanah yang telah diserahkan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan secara baik.

“Saya bersama staf pemerintah kabupaten Belu hadir disini dalam rangka penyerahan tanah untuk Paroki Fatubenao yang akan digunakan sebagai tempat pekuburan katholik. Diharapkan dapat dimanfaatkan secara baik, kalau bisa tempat itu ditata sebaik mungkin sehingga menjadi satu tempat pemakaman yang baik untuk umat diparoki St. Agustinus Fatubenao,” pungkas Willy Lay.

Lanjutnya, tanah yang diserahkan Pemerintah tidak cukup besar sehingga penataan yang baik sangat penting guna pemanfaatan dalam jangka waktu yang lama.
“Tanah yang diserahkan Pemerintah tidak besar, jadi kita harus benar – benar menata dari awal sehingga kita bisa menggunakan tempat itu dalam jangka waktu yang cukup lama, jangan sampai karena tidak ditata dari awal, hanya dalam jangka waktu tertentu sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi,” tandas Bupati Belu.

Bupati Willy juga menghimbau, setelah adanya TPU masyarakat Fatubenao tidak menggunakan pekarangan rumah sebagai tempat pemakaman.
“Harapan Pemerintah kalau sudah tersedia TPU, kita jangan jadikan pekarangan rumah sebagai tempat pemakaman. Kita harus rela, kita harus berbesar hati karena ini kodrat alam bahwa semua yang hidup harus meninggal. Manusia yang hidup dan yang meninggal harus terpisah, Artinya yang meninggal kita harus makamkan pada tempat pemakaman, dan kita yang masih hidup, hidup dalam satu perkampungan di luar dari pemakaman itu,” imbuh Willy Lay.

Pastor Paroki St. Agustinus Fatubenao, Rm. A. Lorenzo M. Tae Lake, Pr menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan suatu ziarah iman yang patut disyukuri.
“Kita bersyukur kepada tuhan karena moment ini adalah satu bagian dalam siarah iman kita, kepedulian Pemerintah untuk kebutuhan umat beriman secara khusus umat katholik di keuskupan atambua dalam hal ini paroki St. Agustinus Fatubenao adalah juga suatu ungkapan iman yang diharapkan meneguhkan iman, karena itu marilah kita bersyukur kepada tuhan untuk peristiwa hari ini,” ungkap Rm. Renzo Lake.

Rm. Renzo Lake, Pr sebagai Pastor Paroki St. Agustinus Fatubenao menyampaikan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Belu yang telah menjawab Kebutuhan masyarakat terkhusus umat Paroki Fatubenao.

“Saya sebagai pastor paroki, dari hati yang iklas mengungkapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Belu yang dalam masa kepemimpinan Bapak willybrodus Lay dan Bapak J.T Ose Luan telah menjawab kebutuhan umat. Saya bersama DPP dan Seluruh umat Paroki berjanji untuk memanfaatkan secara sungguh – sungguh tanah pemberian pemerintah untuk dikelolah menjadi tempat pemakaman umum Katholik,” ungkap Romo Renzo.

Pastor Paroki St. Agustinus Fatubenao menargetkan penataan TPU memakan waktu kurang lebih 3 bulan untuk kemudian dapat dipergunakan oleh umat St. Agustinus Fatubenao.

Untuk diketahui, Penyerahan Hibah tanah oleh Pemkab Belu seluas 13.766 m² yang berlokasi di RT. 32/RW. 02 Kelurahan Fatubenao. (pkpsetdabelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *