BUTUH SEJUTA KATA UNTUK MELUKISKANNYA (Tulisan Kedua dari Catatan Yang Tertinggal : Menagih Rindu Di Lembah Fulan Fehan)

Pariwisata

Pesona alam dataran Fulan Fehan memang begitu indah. Butuh sejuta kata untuk melukiskannya. dan catatan ini adalah bagian terkecil dari keindahannya. Tanggal 28 Oktober 2019 kemarin, saya beruntung bisa menyaksikan kembali  Festival Fulan Fehan ke-3 yang diselenggarakan di Lembah Fulan Fehan.  Meski sebetulnya acara gelar budaya ini sudah di mulai sejak tanggal 25 Oktober. Festival Fulan Fehan merupakan acara rutin tahunan  dan tahun ini mengusung tema “Drama Musikal Rai Belu“.

Tema ini dipilih, mengingat unsur budaya masyarakat yang mengandung nilai kerja sama, ramah tamah, saling menghargai, saling berinteraksi, persatuan dan kesatuan. perpaduan nilai-nilai budaya itu, berkolaborasi lewat kemasan syair, gerak dan tarian.

Garapan tari “MUSIKAL RAI BELU” ini merupakan hasil kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Belu, Institut Seni Indonesia Surakarta dan seluruh masyarakat Belu. Drama musikal yang menggabungkan lagu, dialog ucapan, akting dan tarian ini masih dikemas oleh koreografi ternama EKO SUPRIYANTO.  Pelaksanaan Festival Fulan Fehan ke -3 ini, hadir pula penyanyi ternama, KAKA SLANK. 

Pelaksanaan Festival Fulan Fehan di Lembah Padang Rumput nan luas  ini menyuguhkan kearifan budaya lokal yang dipadukan dengan gagasan sadar wisata sehingga menjadi gelaran budaya yang mampu menyuguhkan berbagai tontonan yang apik. Adanya perpaduan antara seni tradisi, budaya, dan musik modern membuat festival ini lebih berkelas.

Selama 4 hari gelar budaya ini banyak sekali rangkaian acaranya,  mulai dari kegiatan FIESTA TIMORESIA (Opening Bazzar Kuliner dan Kerajinan Lokal,  Fulan Fehan Adventure, Ritual Bei Gege Asu-Dirun, Display Marching Band, Golden Memory Fiesta dan Kompetisi Dansa Medley).

Kegiatan BELU BERAKSI (Belu Ethno Zumba, Fun Walk “Against Plastic”, Sport Show (Atraksi Jawara Belu), Fulan Fehan 10K, Senam Meraih Bintang 1.000 Pelajar, Student Fashion Show dan Atambua Community Show) dan Kegiatan BELU COLOUR CREATION (Lomba Mewarnai dan Literasi Anak, Atambua Ethno Carnaval, Pentas Seni Etnis, Fashion Show Tenun Ikat Belu (Tenun Ikat Pewarna Alami) dan Pesta Rakyat (Free Kuliner).

Hal ini sebenarnya, sebagai “pemanasan” bagi event Festival Fulan Fehan ke -3 yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2019.

Buat saya pribadi, gelaran kegiatan kearifan lokal dengan perpaduan seni tradisi, budaya, dan musik modern  pada puncak  Festival Fulan Fehan adalah yang paling istimewa. Acara ini tersaji sebagai menu pada puncak pelaksanaan Festival Fulan Fehan. (Bersambung____Pkpsetdabelu/Iryanto/Reynaldo/Michello/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *