CANANGKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI KAMPUS URSULIN, BUPATI WILLY : BIARLAH ANAK-ANAK BERKEMBANG DENGAN KEUNIKANNYA

Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH mencanangkan 68 Sekolah di Kabupaten Belu sebagai Sekolah Ramah Anak. Pencanangan yang ditandai dengan Penekanan Tombol Sirene di Pelataran Kampus St. Angela Ursulin Atambua ini, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Junior, Pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI,  Dr. Ir. Iwan Setyawan, ST, MT, Kepala Dinas P3A Kabupaten Belu, dr. Joice M. M. Manek dan Kepala Sekolah SMP St. Angela Ursulin Atambua, Sr. Fransiska Pandong, OSU. Rabu (23/10/2019).

Dalam pencanangan dan deklarasi SRA ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Belu oleh Bupati Belu, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu, dan 4 Kepala Sekolah dari Perwakilan TK, SD, SMP dan SMA Raimanuk, serta penyerahan Surat Keputusan Bupati Belu  tentang Penetapan Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Belu tahun 2019 oleh Bupati Belu kepada Suster Kepala Sekolah SD St. Angela Ursulin Atambua.

Pencanangan dan deklarasi sekolah ramah anak (SRA) yang mengangkat tema ” bersama kita wujudkan sekolah ramah anak menuju belu sejahtera”, digelar atas kerjasama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, LSM Pemerhati anak (save the chidren, LPPA mitra Childfund), Bank NTT Cabang Atambua dan Bank BRI Cabang Atambua.

Pelaksanaan pencanangan SRA bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lainnya; Mencegah anak mendapatkan kesakitan karena keracunan makanan dan lingkungan yang tidak sehat; Mencegah kecelakaan disekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam;  Mencegah anak menjadi perokok dan pengguna napza; menciptakan hubungan antar warga sekolah yang lebih baik, akrab dan berkualitas; Memudahkan pemantauan kondisi anak selama berada disekolah; Memudahkan mencapai tujuan pendidikan; Menciptkan lingkungan yang hijau dan tertata; Sebagai ciri khusus untuk anak menjadi lebih betah di sekolah; dan Anak terbiasa dengan pembiasaan-pembiasaan yang posetif.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan setiap sekolah untuk semua jenjang pendidikan, mulai  dari PAUD sampai tingkat SMP menjadi sekolah ramah anak.

“Lingkungan sekolah juga harus ramah, sehingga guru-guru bisa ramah terhadap anak. Saya mengharapkan kepada para kepala sekolah dan guru-guru yang hadir untuk menanam pohon di setiap lingkungan sekolah, sehingga anak-anak kita kelak  bisa beristirahat sambil belajar dan bermain dibawah naungan pohon,” ungkap Bupati Lay.

Menurutnya,  untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak bukanlah tugas yang ringan. Untuk itu semua perlu dukungan dan partisipasi semua pihak.

“Kita jangan membentuk anak – anak kita sesuai dengan keinginan kita. Biarlah mereka berkembang dan tumbuh dengan keunikan sendiri karena ini bentuk dari Allah. Kepada para kepala sekolah, guru-guru yang hadir dalam pencanangan hari ini,  mari kita bersama-sama membuat Kabupaten Belu ini sebagai Kabupaten ramah anak dan ramah lingkungan,” ajak Bupati Lay.

Sementara itu Pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI – Dr. Ir. Iwan Setyawan, ST, MT menjelaskan bahwa, hadirnya sekolah ramah anak merupakan upaya kepada anak-anak di sekolah, agar mereka  dapat terhindar dari berbagai kekerasan dan intimidasi. Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari seluruh pemangku pemerintahan, sehingga program berbasis sekolah dapat berjalan dengan baik.

” Sekolah Ramah Anak merupakan penilaian kota dan kabupaten layak anak. nilainya pun sangat luar biasa, sehingga terwujudnya sekolah ramah anak di Kabupaten Belu dan menjadi Kabupaten Belu Layak Anak,” tandas Iwan Setyawan.

Kepala Sekolah SMP St. Angela Ursulin Atambua, Sr. Fransiska Pandong, OSU menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah menunjuk Sekolah St. Angela menjadi Tuan Rumah untuk pelaksanaan Pencanangan n Sekolah Ramah Anak  Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2019.

“Dengan semangat Serviam Pelayanan, kami sunguh-sungguh melayani dengan sepenuh hati. Komunitas pembelajaran yang Kreatif, Kritis dan Inovatif dalam mengintegrasikan Ilmu iman dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas dan terpadu. Sekolah Ursulin menyiapkan peserta didik ke jenjang yang lebih tinggi serta mewujud nyatakan semangat setia dalam kehidupan sehari-hari sebagai penunjang pembangunan bangsa,” ujar Suster Angela.

Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan upaya dalam bentuk mewujudkan pemenuhan hak anak selama 8 jam berada disekolah melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah menjadi bersih, aman, indah, inklusif, sehat, dan nyaman. Selain Penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak, juga dilaksanakan Pembacaan Naskah Suara Anak Belu serta Pesan dan Kesan oleh Duta Anak Belu Tahun 2019 yang dibawakan oleh Siswa-Siswi SMAK Surya Atambua serta Pembacaan Komitmen bersama Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Belu Oleh Kepala Sekolah TK. Kuntum Bahagia. (Pkpksetdabelu/Reynaldo/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *