Penyemprotan Cairan Disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu oleh Gugus Tugas

CEGAH COVID-19, PEMKAB BELU LAKUKAN PENYEMPROTAN CAIRAN DISINFEKTAN

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pariwisata Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Corona Virus Diseases 2019 atau Covid-19. Penyemprotan cairan disinfektan disaksikan langsung oleh PLH Sekda Belu, Drs. Marsel Mau Meta yang sekaligus selaku Ketua Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu.

Pantauan media, penyemprotan cairan disinfektan ini dimulai Pukul 17.30 sampai Pukul 22.30. Penyemporotan awal dilakukan mulai dari Tugu Simpang Lima Atambua mengelilingi pertokoan Pasar Lama dan sekitarnya dilanjutkan menuju Pasar Baru dan wilayah sekitarnya serta Tulamalae. Selain penyemprotan dari Damkar Kabupaten Belu, Dinas Kominfo dan BPBD juga terus memberikan himbauan kepada masyarakat.

Usai penyemprotan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu, Aloysius M. Fahik, S.STP menyampaikan ini merupakan rencana kerja Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 dan berdasarkan perintah Pak Bupati dari hasil Rapat Terbatas.

“Kita diistruksikan untuk melakukan penanggulangan Covid-19 yang semakin berkembang di Tanah air ini dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan,” ujar Kasat Pol PP.

Penyemprotan Cairan Disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu oleh Gugus Tugas
Penyemprotan Cairan Disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu oleh Gugus Tugas

Dijelaskan, yang menjadi sasaran penyemprotan cairan disinfektan adalah area-area publik dan seperti pusat-pusat perbelanjaan karena merupakan tempat masyarakat berkumpul untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terutama kebutuhan pangan.

“Kalau tempat-tempat publik yang bukan merupakan tempat aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya atau kebutuhan pokoknya, kita belum menyasar kesitu. Kita mempertimbangkankan Pasar Lama, Pertokoan, Pasar Baru, dan setelah ini kita merencanakan akan menyasar ke pasar-pasar di kecamatan terutama pasar-pasar terdekat yang berpotensi tinggi tertular virus Covid-19,” terang Aloysius Fahik.

Terkait kesiapan personil, Kasat Pol PP ini mengatakan terkait personil sangat siap dari Satpol PP, Bidang Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan bidang lain yang terkait.

“Syukurlah sampai sekarang soal personil kita sangat siap,” tandasnya.

Kasat Alo Fahik juga menghimbau kepada masyarakat Belu bahwa terkait penyampaian yang telah disampaikan oleh Pemerintah Pusat termasuk Presiden Jokowi yakni pertama harus tetap berada di rumah dan kalaupun keluar harus tetap menjaga jarak komunikasi dan menghindari kerumunan-kerumunan. Sehingga harapan kami, semoga masyarakat Kota Atambua terutama kaum millenial tumbuh kesadaran bahwa kesempatan untuk berkumpul itu untuk saat ini belum saatnya yang tepat.

“Kami 3 hari ini kami melakukan patrol keliling kami mendapati dan masih ditemui ada sekelompok anak-anak sekolah dan anak muda berkumpul ditempat-tempat tertentu yang kami pandang bukan merupakan tempat aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kami akan terus berkeliling membantu membangun pemahaman masyarakat supaya untuk sementara waktu masyarakat jangan dulu keluar jika tidak terlalu penting. Sedapat mungkin kita tetap berada dirumah dan kalaupun kita keluar itu adalah aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama kebutuhan pangan sementara kebutuhan yang lain kalau boleh kita tunda dulu sampai situasi membaik,” pungkasnya. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *