Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan

CEGAH DBD, WABUP AJAK MASYARAKAT LAKUKAN 3M+

Kesehatan

ATAMBUA – Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan mengajak seluruh elemen masyarakat serta TNI dan Polri untuk bersama – sama mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Belu. Hal ini disampaikannya usai membuka Workshop Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Manejemen Kesehatan Menstruasi (MKM) di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Rabu (4/3).

Wabup menyampaikan agar masyarakat waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) yang endemik di Kabupaten Belu saat ini.
“Saya sudah menegaskan bahwa setiap orang atau anak yang demam ataupun panas itu harus dicurigai DBD, jangan menganggap ini biasa, karena jika trambosit itu rendah maka akan fatal tetapi ini juga akibat dari keterlambatan membawa ke Rumah Sakit,” tegas J. T. Ose.

Lanjutnya, untuk mencegah penyebaran DBD perlu dilakukan 3M+ dan penaburan bubuk abate.
“Pemkab telah melakukan fogging dan lainnya, tetapi selama ini kita hanya mengerti fogging itu dan selesai disitu, ternyata tidak. fogging itu hanya mematikan nyamuk induk saja sedangkan jentik dan telurnya tidak. Oleh karenanya, perlu dilakukan 3M+ (Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, Mendaur ulang barang bekas) serta Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,” tandas J. T. Ose.

Mantan Sekda Belu itu juga telah bertemu Kadis Kesehatan untuk intens melakukan fogging juga membagikan bubuk Abate kepada masyarakat.
“Perubahan iklim yang sangat radikal seperti ini jika tidak diwaspadai pasti menyebabkan diare dan DBD, Sekarang kita harus sigap dan saya sudah bertemu dengan kepala dinas dan menginstruksikan agar fogging tetap dan terus dilaksanakan dan juga dilakukan pembagian abate. Kita juga meminta TNI dan Polri untuk ikut membagikan abate kepada masyarakat,” terang J. T. Ose Luan.

Wabup juga menyampaikan bahwa Sementara ini kasus DBD di Belu dalam taraf endemik tinggi yakni terdapat 204 Orang dalam penanganan, dan 141 diantaranya menderita DBD. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *