DESA LO’OKEU FOKUS KEMBANGKAN SEKTOR PERTANIAN DAN PETERNAKAN

Ekonomi Pembangunan

TASIFETO BARAT, Sektor pertanian satu diantara potensi unggulan yang memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian warga masyarakat Desa Lo’okeu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Kurang lebih 157 kk (588 jiwa) memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami berbagai jenis varian tanaman seperti padi ladang, padi sawah hingga tanaman umur panjang seperti kelapa dan kemiri. Warga Lo’okeu  juga memanfaatkan lahan yang luas untuk  menggembala dan memelihara ternak sapi, kerbau, kambing, babi dan ayam.

Kanisius F. Mauk, S.Pt selaku Kepala Desa Lo’okeu sangat komitmen mendukung upaya kelompok tani desa maupun kelompok masyarakat lainnya yang berkomitmen mendukung program-program Pemerintah desa.

“Segala kebutuhan yang diperlukan mereka sebisa mungkin akan diupayakan realisasinya oleh Pemerintah Desa Lo’okeu. Kami selaku pemerintah desa selalu mengawasi, memantau, mengarahkan dan memberikan bantuan yang dibutuhkan warga desa untuk menggarap segala potensi yang ada di desa ini,”  ungkap Kades Mauk ketika menyampaikan laporan profil wilayah Desa Lo’okeu kepada Bupati Belu Willybrodus Lay, SH bersama sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemkab Belu di Aula Kantor Desa Lo’okeu, Selasa (17/9/2019).

Sejak tahun 2017 hingga 2019, pemerintah desa melalui peran aktif  pemberdayaan masyarakat, melakukan berbagai pelatihan untuk keperluan bertani, beternak, menenun dan mengolah pangan lokal.

“Pelatihan yang diikuti warga Lookeu diantaranya ; pelatihan tenun ikat, pelatihan teknologi tepat guna, pelatihan pembuatan pakan ruminansia, pelatihan manajemen bumdes, pelatihan kapasitas perangkat desa, TKP dan kader teknik dan pembinaan lembaga adat,” beber kades Kanisius .

Pemerintah Desa Lo’okeu dalam memperhatikan masyarakatnya juga membangun jalan usaha tani 1500 meter untuk keperluan lintas  petani dan  membangun  rumah layak huni 20 unit. “Selain  membangun  WC sehat 20 unit dan MCK 2 unit, Pemerintah Desa juga melakukan  pengadaan handtraktor  sebanyak 10 unit; perontok padi 12 unit;  pompa air 3 dim sebanyak 7 unit; pembangunan bronjong sepanjang 68 meter kubik; pangadaan sapi bibit 53 ekor; pemugaran rumah 3 unit, pembagunan aula kantor desa 1 unit; pembangunan pagar kantor desa sepanjang 86 meter dan pembangunan embung 2 unit,” sebut Kades Mauk.

Pada tahun 2018 lalu melalui program Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan  Kabupaten Belu, Desa Lo’okeu mendapat bantuan pengembangan tanaman mete sebanyak 1000 pohon dan pengembangan tanaman bawang tuk-tuk untuk area lahan seluas satu hektar are.

“Saya berharap apa yang sudah dilakukan pemerintah desa saat ini akan berguna dan bermanfaat untuk kehidupan warga,” ujarnya.

Disampaikan pula, Pemerintah Desa Lo’okeu sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah Kabupaten dalam menangani masalah infrastruktur jalan, jembatan, air bersih (Welikis),  tembok penahan tanah, embung, pagar SDI Lo’okeu, rehab berat pustu dan psoyandu serta penambahan buku untuk Perpusdes

Untuk diketahui, Desa Lookeu memiliki luas wilayah sebesar 25,21 kilometer persegi. Desa Lo’okeu memiliki batas bagian timur dengan Timor Leste, bagian Barat dan Selatan  dengan Desa Derokfaturene dan Fatuba’a serta batas bagian utara dengan Fatuba’a.

Disektor kesehatan Desa Lo’okeu memiliki Puskesmas Pembantu  1 unit, Polindes  1 unit dan Posyandu 2 unit. Sementara luas lahan basah ± 135 ha dan Luas Lahan Kering  ± 50 ha.  Desa Lo’okeu juga ditumbuhi tanaman umur panjang seperti ratusan kelapa dan jambu  mete. (Pkpsetdabelu/Iryanto/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *