Diklat keterampilan bagi pencari kerja di Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)

DISNAKERTRANS KEMBALI GELAR DIKLAT BAGI PENCARI KERJA

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

RAIMANUK –Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu kembali mengelar Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3). Diklat ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu.

Usai acara pembukaan Diklat, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Laurentius Kiik Nahak menyampaikan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan menggunakan sumber dana APBD II dan sudah diselenggarakan selama 3 tahun berturut-turut.

“Target kita untuk 3 tahun berturut-turut ini adalah kurang lebih 1.000 orang mengikuti kegiatan pelatihan, baik itu dari dana APBD I, APBN maupun  APBD II,” ujarnya.

Diklat keterampilan bagi pencari kerja di  Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)
Diklat keterampilan bagi pencari kerja di Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)

Dikatakan, kegiatan ini merupakan implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2016 – 2021 yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sehingga angka pengangguran bias kita kurangi.

“Ini bungkusannya sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sehingga angka pengangguran yang kurang lebih 12 persen bisa kita kurangi dan kita latih mereka menjadi terampil. Minimal per tahun kita kurangi 1 persen,” kata mantan Kabag Ekonomi Setda Belu ini.

Lebih lanjut Lorens Kiik mengutarakan pelatihan yang sudah dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut ini output yang  didapat adalah munculnya usaha-usaha kecil yang ada di seputaran kota.

“Saya contohkan barber shop. Sudah kita buka sebanyak 15 barber shop di sekitar wilayah Kantor Kehutanan sampai daerah Motabuik. Untuk Halifehan dan daerah Tenu ada sekitar 5. Khusus untuk barber shop, setelah pelatihan ini akan ada pelatihan di Kecamatan Kota yang melibatkan 16 orang dengan dana APBD II sehingga target Pak Bupati untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari pendidikan non formal kita wujudnyatakan,” jelas Kadis Nakertrans

Diklat keterampilan bagi pencari kerja di  Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)
Diklat keterampilan bagi pencari kerja di Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)

Kadis Nakertrans juga menginformasikan bahwa tahun ini juga kita mengirim 80 orang mengikuti Diklat di 5 Balai Besar yakni di Bekasi, Bandung, Semarang, Medan dan Tangerang dengan berbagai pelatihan jurusan.

“Tiap Balai Besar kita kirim 16 orang. Untuk Medan kita dorong pelatihan bidang pariwisata dari dari kuota 16 orang baru kita kirim 2 orang mengikuti pelatihan tour leader. Sementara di Semarang itu adalah peningkatan pelatihan menjahit. Yang kemarin mengikuti pelatihan di Atambua lewat APBD II kita dorong lagi untuk dia mahir. Untuk Banten karena Covid-19 atau Corona ini pelatihan las dan listrik dipending keberangkatnnya. Khusus Bekasi dan Bandung adalah pelatihan otomotif,” tukasnya.

Diklat keterampilan bagi pencari kerja di  Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)
Diklat keterampilan bagi pencari kerja di Yayasan Sulu Obor Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Selasa, (17/3)

Sementara itu, dalam laporan Panitia, Kabid Tenagakerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ivonne Leto menyampaikan maksud dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/soft skill dan keterampilan/hard skill serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan/enterpreunership bagi pencari kerja sesuai dengan bidang yang diminati dan tujuan yang ingin dicapai adalah untuk Meningkatkan kompetensi pencari kerja, Meningkatkan keberdayaan pencari kerja dalam berwirausaha dan Meningkatkan taraf hidup masyarakat Belu.

“Untuk tahun 2020 diadakan pelatihan bagi 30 peserta dengan jurusan menjahit, salon kecantikan dan sablon manual. Ketiga jurusan ini dipilih karena animo peserta yang cukup tinggi baik melalui usulan di tingkat forum Musrenbang maupun usulan langsung masyarakat ke Disnakertrans serta analisa terhadap kebutuhan pasar/trend permintaan jasa dari ketiga jurusan tersebut yang cukup tinggi dan para peserta akan dilatih selama 30 hari kedepan dengan peserta berasal dari desa/kelurahan dalam Kabupaten belu yang diseleksi melalui seleksi  administrasi dan wawancara untuk melihat kemampuan dasar serta motivasi peserta,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini Bruder Beatus, Pimpinan OPD, Kapolsek Raimanuk, Sekcam Raimanuk, Para instruktur dari komunitas lokal serta peserta diklat. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *