DISPAR BELU GELAR FESTIVAL TEBE TRADISIONAL

Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA, Dinas Pariwisata Kabupaten Belu menggelar kegiatan Festival Tebe Tradisional Tahun 2019. Festival yang digelar di Pelataran Plaza Pelayanan Publik Timor-Atambua, Jumat (4/7/2019) ini bertujuan untuk mempromosikan tebe sebagai nyanyian dan tarian asli masyarakat Belu untuk menjadi daya tarik pariwisata dibatas Negara.

Bupati Belu Willybrodus Lay, SH pada kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasinya untuk Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dan Camat se-Kabupaten Belu yang menghadirkan para Penari Tebe dalam pagelaran Festival Tebe di Plaza Pelayanan Publik Atambua.

“Semua desa harus ikut serta dalam festival tebe ini. 12 kelurahan yang ada boleh ikut ambil bagian di arena ini. Kita ada 69 desa dan 12 kelurahan, totalnya 81. kalau ikut semua, lebih meriah dan bisa berlangsung dua hingga tiga hari,” ungkapnya.

Bupati Willy mengatakan, para peserta Festival Tebe yang akan tampil pada malam hari ini sangat luar biasa. Seluruh peserta tampil menarik dengan kostum warna-warni.

“Malam hari ini kita kita akan mendapati salah satu juara. Kalau bisa, Tebe Tradisional digerakkan tanpa lagu dan iringan musik dan kalau ada iringan musik juga dipersilahkan. Silahkan berkreasi seperti yang sudah kita saksikan bersama,” katanya.

Lanjut Bupati Lay, tarian likurai kini dikreasi sedemikian rupa.Tarian ini diminta untuk ditampilkan diacara 17 Agustus, yang akan ditonton oleh Presiden  RI Joko Widodo.

“Kita akan mengirim sebanyak 150 orang penari untuk  tampil di Istana Merdeka nanti.  Ada satu kabar lagi bahwa, ada 6 atau 7 orang penari akan tampil dilima Negara, yakni Likurai juga tampil dilima Negara salah satunya Australia. Melalui kesenian,  kebudayaan kita bisa di perkenalkan pada dunia luar,” ungkapnya.

Diutarakan pula, Festival Fulan Fehan ke-3 akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 mendatang.

“Mari kita viralkan. Jadikan Festival Fulan Fehan suatu kabanggaan bagi masyarakat Kabupaten Belu. Mari kita dukung dan sukseskan Festival Fulan Fehan dibulan Oktober nanti,” ajak Willy Lay.

Pelaksanaan Festival Fulan Fehan ke-3, menurut Bupati Belu akan disesuaikan dengan agenda kerja Gubernur NTT. Menurutnya Gubernur Laiskodat akan menyaksikan langsung pagelaran Festival Fulan Fehan di Desa Dirun.

“Selamat berlomba untuk semua peserta,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Willy mengapresiasi produser film, Inge, yang telah memproduksi salah satu film Indonesia dengan lokasi syuting di Kota Atambua, yang ikut hadir di pembukaan acara Fetival Tebe Tradisional 2019.

“Terima kasih telah memilih Atambua untuk pengambilan gambar dan saya juga trimakasih untuk Nia Sulkarnain dan Ari Sihasalesi yang menjadikan Kota Atambua, Kabupaten Belu, sebagai lokasi syuting film “Rumah Merah Putih”. Saya mengikuti di Instagram dan Facebook. Sukses luar biasa. Tidak salah memilih Atambua sebagai tempat syuting karena Kabupaten Belu itu artinya “Sahabat”, jadi datang ditanah sahabat membangun Indonesia, membangun dari pinggiran untuk Indonesia kita yang tercinta,” pungkasnya.

Peserta Festival Tebe Tradisional  berasal dari 9 Kecamatan yakni : Kecamatan Lamaknen Selatan (Desa Nualain), Kecamatan  Lamaknen (Desa Makir), Kecamatan Raihat (Desa Tohe), Kecamatan Lasiolat (Desa Maneikun), Kecamatan Tasifeto Timur (Desa Umaklaran), Kecamatan Atambua (Kelurahan Manumutin), Kecamatan  Atambua Selatan (Kelurahan Manuaman), Kecamatan Tasifeto Barat (Desa Tukuneno) dan Kecamatan Raimanuk (Desa Renrua). (Pkpsetdabelu/Iryanto Tlonaen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *