DOOR TO DOOR, WABUP BELU SERAHKAN BLT DANA DESA KEPADA 66 KK

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum

TASIFETO TIMUR – Sebagai upaya penanggulangan dampak covid-19, Pemkab Belu melalui Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan didampingi Anggota DPRD Belu, Marthen M. Naibuti, Kepala BRI Kanca Atambua, Stefanus Juarto, Camat Tasifeto Timur, Vinsensius Moruk dan Kepala Desa Tialai, Joseph Luan menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa tahun 2020 secara door to door kepada 66 Kepala Keluarga di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur, Kamis (1/5).

Wabup Belu dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar BLT Dana Desa yang diterima oleh masyarakat dapat dimamfaatkan secara baik.

“Bantuan yang  telah diterima itu dimanfaatkan dengan baik, jangan gunakan untuk kumpul- kumpul dan minum mabuk, karena bantuan ini diberikan untuk bilamana saat kesulitan kebutuhan bahan pokok di rumah segera beli,” tandas Ose Luan.

Lanjut J. T. Ose, BLT Dana Desa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya.

“ Ini kebijakan nasional, dan corona adalah masalah dunia saat ini. Melalui BLT Dana Desa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah terhadap kalian, sehingga selama tiga bulan mendapatkan bantuan itu. Tidak ada pemerintah yang menyusahkan rakyat, Pemerintah selalu berpikir untuk menyelamatkan rakyatnya, jika ini berlanjut dalam jangka waktu panjang, Pemerintah pun akan berpikir tentang itu,” ungkapnya.

Wabup Ose juga menyampaikan agar setiap desa dapat mendata masyarakatnya secara cermat dan teliti.

“Diharapkan desa- desa lain menyusul, dan dapat diselesaikan secepat- cepatnya. Tidak boleh dari pandemi ini ada korupsi, data sebaik- baiknya jangan asal cepat, perlu kecermatan dan ketelitian. Ini bukan proyek, ini adalah usaha dan upaya mencegah dan mengendalikan wabah covid-19,” Tegas Wabup Ose.

Menutup Arahannya, J. T. Ose mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan apresiasi kepada Desa Tialai yang telah membagikan masker kepada seluruh masyarakatnya.

“Ikuti protokol kesehatan, karena covid datang tanpa kita tahu. Selalu gunakan masker, hindari kerumunan, dan selalu cuci tangan. Terimakasih Kepala Desa Tialai yang telah membagikan masker kepada seluruh masyarakatnya,” ungkap J. T. Ose.

Kepala BRI Kanca Atambua, Stefanus Juarto dalam kesempatan tersebut menyampaikan Terimakasih kepada Pemkab Belu yang telah mempercayakan BRI sebagai Bank Penyalur BLT Dana Desa.

Dijelaskannya untuk pengurusan buku rekening Kepala Desa memberikan nama kepada pihak Bank, dan pihak bank memproses buku tabungan dan ATM tanpa biaya administrasi.

Dijelaskan juga bahwa saldo yang ada didalam buku rekening masing – masing KK Penerima berjumlah 1,8 juta untuk tiga bulan yang setiap bulannya berjumlah 600 ribu rupiah. Saldo tersebut tidak dapat diambil sekaligus, namun penarikannya bertahap.

Selain itu, Rekening BRI para penerima bantuan dapat juga digunakan untuk menabung, dan diikutsertakan dalam undian yang sering dilakukan oleh Bank BRI.

Anggota DPRD Belu, Marthen M. Naibuti dalam kesempatan itu mengucapkan Apresiasi dan terimakasih Kepada Pemkab Belu dan BRI yang telah menyalurkan bantuan yang menjadi harapan masyarakat.

“Satu kebanggaan bagi warga masyarakat tialai karena menjadi desa yang pertama menyalurkan BLT Dana Desa, ini tentunya terkait kesiapan mengenai data dan lain –lain sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana,” Ungkap Marthen Naibuti.

Marthen M. Naibuti juga berharap dengan jumlah 66 KK yang terdata di Tialai semuanya banar akurat sesuai data dilapangan.

“Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan, pemerintah tentunya tidak tinggal diam, pemerintah akan terus berupaya supaya semua masyarakat bisa mendapatkan haknya,” tegas Naibuti.

“Diharapkan bagi Desa dan Kelurahan yang datanya belum fix ini menjadi motivasi untuk bisa cepat menyelesaikan data itu dalam waktu yang singkat sehingga semua masyarakat di Kabupaten Belu bisa mendapatkan haknya,” tandas Naibuti.

Untuk Diketahui, Sesuai hasil pendataan KK miskin yang telah disampaikan ke Dinas PMD Belu per 30 April 2020 bahwa, KK miskin penerima BLT yang didanai oleh dana desa tahun 2020 sebanyak 9.650 Kepala Keluarga dengan total anggaran Rp. 14.904.000.000. data ini telah diverifikasi oleh kepala desa dan perangkatnya bersama BPD dalam musyawarah khusus masing –masing desa dengan mengetahui camat masing – masing.

Adapun sasaran penerima BLT Dana Desa adalah Keluarga non PKH atau BPNT, yang kehilangan mata pencaharian, belum terdata, mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.

Mekanisme pendataan yakni basis pendataan di RT/RW yang dilakukan relawan desa covid 19 atau perangkat desa, selanjutnya dimusyawarahkan khusus tingkat desa. Legalitas dokumen penetapan data KK calon penerima BLT dana Desa ditandatangani Kepala Desa, Ketua BPD, dan disahkan oleh Bupati atau dapat diwakilkan ke Camat.

Dengan ditetapkannya PMK nomor 35 tahun 2020 dan PMK 40 tahun 2020, kegiatan dan anggaran yang telah ditetapkan pada APBDes murni 2020 harus mengalami perubahan dan penyesuaian dengan ketentuan regulasi desa tanggap covid, padat karya dan BLT. Untuk 69 Desa di kabupaten Belu perubahan APBDes sementara berproses dan sampai dengan kemarin (30/4, red) terdapat 42 desa yang telah salur tahap satu dana desa, sementara yang lainnya sementara berproses di BPKAD dan KPPN Atambua, direncanakan pada minggu kedua bulan Mei seluruh Desa sudah salur tahap satu sehingga dapat disalurkan BLT Dana Desa ke masing – masing keluarga miskin penerima mamfaat sesuai hasil pendataan dan penetapan oleh Desa dengan mengetahui Camat. (Prokopimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *