DPD PERPAMSI NTT GELAR RAKERDA DI ATAMBUA

Ekonomi Pembangunan

ATAMBUA, DPD Perpamsi NTT menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Atambua, 12-13 Oktober 2019). Hasil rakerda fokus untuk mempertajam peningkatan kinerja PDAM dalam rangka efisiensi pengelolaan air bersih.  Mengangkat tema “Membangun Kesadaran Bersama Kelola Air Kelola Kehidupan”. Rakerda di buka Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, Sabtu (12/10/2019).

Dihadapan seluruh Pimpinan Direksi PDAM se-NTT, Bupati Willy mengingatkan kembali akan Undang-Undang Dasar pasal 33 tentang air sebagai kekayaan yang dimiliki oleh negara. Oleh karenanya, menurut Bupati Belu bahwa sumber air yang ada di suatu daerah harus bisa digunakan dan dimanfaatkan didaerah tersebut, tetapi oleh daerah disekitarnya.

“Tidak ada air, tidak ada kehidupan. Pemerintah memandang pelayanan air sebagai urusan wajib dasar bagi masyarakat. Untuk memenuhi target 100 % persen akses air minum bagi masyarakat, dibutuhkan kerja keras, kerja bersama, kerja cerdas-inovatif, kerja tuntas dalam membangun infrastruktur air minum,” terangnya.

Bupati Lay berharap, kesadaran bersama dalam mengelola air minum perlu dibangun dan dipupuk agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung optimal dalam mewujudkan pemenuhan air minum untuk kehidupan seluruh masyarakat.

“Terima kasih atas kepercayaan dan penunjukkan Kabupaten Belu sebagai Tuan Rumah Rakerda Perpamsi NTT,” ujar Bupati Willy.

Ia mengakui, dimusim kemarau, Kabupaten Belu mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih dan air minum. Dalam kondisi demikian, PDAM Kabupaten Belu terus berupaya memenuhi kebutuhan air minum untuk masyarakat Kabupaten Belu.

“PDAM Belu saat ini mengelola 7 (tujuh) sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yakni SPAM Lahurus, Wematan Tirta, Haekrit, Weotu, Wekiar, Motabener dan We Oe,” sebut Willy Lay.

Oleh karena kekurangan air, PDAM Kabupaten Belu hanya bisa melayani 3.016 pelanggan dari total 5.846 pelanggan.

“Kita terus berupaya dan mendorong pembangunan SPAM baru untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kota Atambua,” ucapnya.

Selain itu, ungkap Bupati Belu bahwa,  kehadiran seluruh direksi,  semua pimpinan balai dan pengurus Perpamsi dapat mendukung dan menjadi energi baru bagi pihak PDAM Kabupaten Belu untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Belu.

“Saya berharap, Rakerda seperti ini akan melahirkan kesepakatan-kesepakatan stretagis, yang dapat dituangkan dalam program-program strategis Perpamsi NTT tahun 2019,” tukasnya.

Wakil Ketua Umum Perpamsi, Benny Adrianto mengatakan, air saat ini menjadi bagian yang selalu menjadi masalah  bagi  kita ketika sedang menghadapi musim kemarau.

“Masalah air tidak hanya di NTT, tidak hanya di Belu tetapi hamper di seluruh bagian Indonesia. Disinilah letak bagaimana PDAM menjalankan fungsinya. Kita sama-sama sadar bahwa saat ini, cakupan pelayanan air di Indonesia itu baru 71 persen. Dimana 18 persen ada di dalam pipa  dan 53 persen adalah didalam pengisian terbuka,” beber Adrianto.

Tambah dia, sesuai dengan target pemerintah untuk  tahun 2030, pelayanan sudah seharusnya mencakup 100 persen. Namun demikian, akhirnya menjadi sulit untuk dilakukan ketika ketersediaan air baku tidak bisa memadai, dimana kondisi ketika curah hujan tidak turun, maka air menjadi sulit untuk kita baca.

“Kita patut mensyukuri karena dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak bendungan sudah dibangun di berbagai daerah. Karena itu adalah satu-satunya solusi yang mungkin bisa membantu menampung air di lokasi kita, sehingga bisa dimanfaatkan ketika sedang tidak ada hujan,” terangnya.

Peran PDAM menjadi penting karena, disamping kita tergantung kepada persediaan air baku maka satu hal yang paling utama kita perhatikan adalah efesiensi pengelolaan.

“Di Indonesia ini rata-rata kebocoran masih di 34 persen. Dengan kita bisa menurunkan kebocoran dibawa 20 persen, maka kita akan mampu memperpanjang usia dari layanan air kita kepada pelanggan. Inilah bagian yang perlu kita upayakan, kita tidak boleh menyerah karena dari keterbatasan kita bisa mendapatkan keunggulan,” tandasnya.

Benny berharap, selain membahas hal-hal yang berkaitan dengan administratif, nantinya menjadi rumusan dan solusi bagi PDAM agar semakin efisien, sehingga mampu memberikan kontribusi  yang semakin besar kepada pelanggan dan masyarakat.

“Solidaritas dan kebersamaan Perpamsi adalah sebuah kekuatan untuk meningkatkan kinerja baik di tingkat daerah dan pusat,” pungkasnya.

Rakerda Perpamsi NTT diikuti Direktur Eksekutif Perpamsi, Wakil Ketua Umum Perpamsi NTT, Konsultan Akuntan Pajak, Dewan Pengawas Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu, Direktur PDAM Se-Provinsi NTT, Perumda Air Minum dan Badan Layanan Umum Daerah se-Provinsi NTT. (Pkpsetdabelu/Iryanto/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *