EUSABIUS BINSASI KUNJUNGI LOKASI PEMBANGUNAN GEDUNG SMAK ST. AGUSTINUS RAIMANUK

Pendidikan & Sosbud Religi

RAIMANUK,  Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Eusabius Binsasi mengunjungi lokasi pembangunan SMA Katolik  St. Agustinus Raimanuk di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Senin (1/4/2019).  Kehadiran Dirjen bersama Bupati Belu Willybrodus Lay, SH ke Desa Renrua adalah untuk melihat secara langsung lokasi pembangunan SMAK St. Agustinus Raimanuk.

Pada kesempatan tersebut Eusabius  menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Belu  yang telah berinsiatif membangun Sekolah Menengah Katolik di daerah ini

“Proviciat dan terima kasih atas apa yang telah di buat di Mandeu ini. Dua tahun lalu kita bangun di Malaka dan tahun ini kita sudah alokasikan hampir 4 M untuk bangun gedungnya, dan sementara di proses bangunannya. Mudah-mudahan  yang di sini juga bisa cepat,” ungkapnya.

Dirjen Bimas Katholik Kementerian Agama Republik Indonesia, Eusabius Binsasi saat memberi sambutan dalam kunjungan kerjanya di Desa Mandeu Kecamatan Raimanuk

            Eusabius jug menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para penggagas atas upaya membantu Pemerintah Daerah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di wilayah Perbatasan RI-RDTL.

“Terima kasih kepada keluarga besar Bapak Yakobus Bria yang telah menghibahkan tanah untuk membangun Sekolah. Ini luar biasa. Pemerintah akan memperhatikan hal ini untuk kebaikan bersama,” ucap Dirjen

Menyikapi antusiasme masyarakat atas kehadiran Lembaga Pendidikan Menengah Katolik di Renrua, Eusabius mengatakan, keterlibatan Bupati, Camat, Pastor Paroki, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat  dalam mempersiapkan lokasi bagi pembangunan SMAK ini merupakan komitmen yang kuat bagi pihak kementerian untuk segera mewujudkan pembangunan gedung sekolah di wilayah ini.

“Kalau di tempat lain, saya harus putar otak untuk bisa dapat tanah. Bahwa nanti sekolah ini dinegrikan, jangan dulu kita berpikir. Yang paling utama  adalah bagaimana kita membangun terlebih dahulu gedung sekolah ini,” tukasnya.

Eusabius berpesan, Sekolah Katolik ini masih berada di bawah pengawasan gereja dengan hirarkinya Uskup bersama para pastor. Peran gereja sangat besar dan tidak boleh dipisahkan

“Mari kita bekerja sama, bersinergi antara Pemerintah dan Gereja, terutama dengan umat dan masyarakat setempat. Mari kita mendukung apa yang kita mulai pada hari ini. Saya yakin,  tahun ajaran baru ini dia harus sudah mulai,” tandasnya. (pkpsetdabelu/Iryanto Tlonaen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *