EVALUASI TIM KOORDINASI PENURUNAN STUNTING

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Petrus Bere membuka pertemuan Evaluasi Tim Koordinasi Penurunan Stunting dan Aksi Konvergensi ke – 6 tahun 2019 di Aula Hotel Permata Atambua, Jumat (20/12).

Dalam sambutan, Sekda Belu menyampaikan bahwa penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan.

“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta terjadinya infeksi berulang karena pola asuh yang tidak memadai, hal ini perlu kita perhatikan dan atasi sejak dini,” tandas Petrus Bere.

Lanjutnya, stunting ini banyak terjadi di desa – desa dan Indonesia termasuk 5 besar negara dengan jumlah Stunting tertinggi.

“Data UNICEF menunjukkan 178 juta anak di dunia mengalami stunting, 40 persen diantaranya berada di pedesaan. Di Indonesia 7,5 persen anak mengalami stunting, dan Indonesia termasuk 5 besar negara dengan jumlah stunting tertinggi. Untuk Kabupaten Belu sendiri terdapat 21,27 persen anak yang mengalami stunting dan Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya untuk menekan angka stunting melalui aksi konvergensi pencegahan stunting di kabupaten Belu,” tegas Sekda Bere.

Sekda Bere juga menyampaikan bahwa pencegahan stunting memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor diseluruh tingkat pemerintahan, swasta dan dunia usaha serta masyarakat.

“Strategi Nasional percepatan pencegahan stunting diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung komitmen para pimpinan nasional baik di pusat maupun daerah. Pencegahan stunting memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor diseluruh tingkat pemerintahan, swasta, dan dunia usaha serta masyarakat,” jelas Petrus.

Menutup sambutannya, Sekda Bere menyampaikan, pencegahan stunting juga dapat dilakukan dengan Sosialisasi dan Edukasi yang akan selalu kita sampaikan kepada masyarakat.

“Pencegahan stunting ini juga dapat kita lakukan melalui sosialisasi dan edukasi dimana pun kita berada, saat kita bertemu ibu hamil di pesta sampaikan tentang ini, begitu juga saat kita bertemu dimana pun selalu sampaikan tentang stunting ini agar ibu – ibu hamil dapat rajin memeriksa kandungannya dan dapat mempersiapkan diri secara baik untuk merawat dan memberikan asupan gizi pada anaknya kelak,” ujar Petrus Bere.

Kegiatan yang dilaksanakan selama sehari ini juga untuk mengevaluasi pelaksanaan intervensi pencegahan stunting yang telah dilakukan masing – masing pokja. Kegiatan Evaluasi ini dilaksanakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Belu bersama Instansi –instansi terkait. (pkpsetdabelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *