GEDUNG SMK NEGERI 3 ATAMBUA DIRESMIKAN

Ekonomi Pembangunan Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA– Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Lazarus Boling meresmikan Gedung SMK Negeri 3 Atambua yang beralamat dijalan Putri Sion, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Sabtu, (12/10).

Acara peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan(SK) ijin operasional SMKN 3 Atambua oleh Kabid Pembinaan Bidang SMA/SMK Provinsi NTT kepada PLT. Kepala SMKN 3 Atambua, penyerahan aset dari SMKN 1 Atambua kepada SMKN 3 Atambua, pengguntingan pita dan pembukaan papan nama SMKN 3 Atambua.

Bupati Belu Willybrodus Lay, SH melalui Kasat Pol PP, Aloysius Fahik, S.STP mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah, kewenangan dan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilimpahkan dan menjadi tanggung jawab Provinsi.

“Ini jelas bahwa secara kekuasaan Pemkab Belu tidak memiliki kewenangan, tetapi Pemkab Belu berkepentingan sangat tinggi dengan hadirnya sekolah ini. Hadirnya SMK 3 di daerah ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah perbatasan RI-RDTL,” ungkapnya.

Alo Fahik mengetengahkan, mencari tenaga teknis untuk pekerjaan jasa elektronik di zaman sekarang sangatlah sulit. Menurutnya, kehadiran SMKN tersebut, dapat menjawab keberadaan tenaga kerja di daerah ini.

“Disaat sekarang jika kita mencari tenaga untuk pemasangan baja ringan, service AC, service TV sangat susah. Sudah saatnya untuk tidak perlu lagi mengimpor jasa dari luar karena sudah ada SMK disini.

SMK 3 merupakan SMK Negeri pertama di Kabupaten belu yang mengajarkan tentang teknologi, oleh karena itu manfaatkanlah peluang ini sebaik-baiknya,” ujar Alo Fahik.

Alo Fahik berharap, ouput dari SMK 3 Atambua mampu mengejewantahkan ilmu dan keahlian yang sudah diperoleh dibangku sekolah untuk berbuat sesuatu di tengah-tengah masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Belu dan Provinsi NTT tetap berkomitmen untuk  mencerdaskan generasi muda yang ada di wilayah perbatasan RI-RDTL. Dukungan dan perhatian Pemkab adalah menyediakan tanah untuk kepentingan dunia pendidikan di daerah ini baik SMK maupun SMA,” tukasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Lazarus Boling mengatakan bahwa, dengan peresmian ini tentunya orang tidak akan bertanya – tanya lagi tentang keabsahan, baik lembaga maupun ijin operasional dari SMKN 3 ini. “Oleh karena itu, para siswa dituntut untuk terus belajar, karena Hanya dengan kerja keras dan belajar yang rajin, para siswa dapat meraih hasil yang maksimal demi nama besar lembaga pendidikan dan kelak menjadi orang sukses,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya meminta kepada para kepala sekolah untuk membuat skenario tentang cara menghadapi UAN. Salah satu yang harus dilakukan adalah pendekatan kepada orang tua siswa.

“Orang tua siswa harus mengetahui bahwa, menyikapi  Ujian Akhir Nasional yang akan datang perlu kerja keras dari semua pihak. Bahwa  nilai standar kelulusan UAN terus menanjak, sehingga sangat diperlukan persiapan yang ekstra terkait KBM,” jelasnya.

Plt. Kepala SMKN 3 Atambua – Gaspar Klau Bria, S.Pd dalam laporannya mengatakan, lembaga pendidikan ini dibangun sejak tahun 2014 diatas lahan seluas 8.000 meter persegi, menggunakan dana bantuan Pemerintah Pusat.

“Saat ini SMK 3 mampu menampung 275 siswa, laki-laki sebanyak 271 orang  dan 4  siswa  perempuan. Saat ini baru satu jurusan yakni Teknik Sepeda Motor (TSM),” katanya.

Gaspar Klau mengaku, fasilitas berupa ruang belajar masih cukup, namun diperkirakan untuk tahun ajaran baru siswa akan membludak dan sekolah ini belum memiliki tambahan kelas belajar untuk siswa baru.

Menurut Kepsek, sebagai sekolah yang baru dirintis, selain masih terkendala masalah fasilitas belajar, juga tenaga pendidik, terutama guru produktif di Jurusan Teknik Sepeda Motor. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa antusias siswa Kabupaten Belu untuk mengenyam pendidikan di lembaga ini sangat tinggi.

“Terbukti sekolah yang mendapat ijin operasional sejak 17 Mei 2019 yang lalu, jumlahnya sudah mencapai 275 orang siswa. Keberadaan SMKN 3 Atambua selain dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar, juga oleh warga dari Kabupaten Malaka dan TTU. Selama ini anak-anak di wilayah Kabupaten Belu dan sekitarnya melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas diluar Kabupaten Belu, tetapi sekarang sudah ada sekolah negeri yang dekat. Kedepan akan ditambah lagi dua jurusan, yakni teknik elektronik dan industri,” pungkasnya. (pkpsetdabelu/Reynaldo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *