GMNI CABANG BELU GELAR SEMINAR NASIONAL, BANGUN PEMUDA PERBATASAN JEMBATAN PEMERSATU INDONESIA

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Menyongsong puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu menggelar Seminar Nasional dengan tema,  “Bangun Pemuda Perbatasan Jembatan Pemersatu Indonesia”. Seminar tersebut berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua. Kamis (24/10/2019). Seminar Nasional GMNI  melibatkan peserta sebanyak 500 orang  dari OKP, Mahasiswa, Siswa/Siswi SMA/SMK, LSM, Karang Taruna dan OMK, se-Kabupaten Belu.

Turut hadir Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan, Perwakilan OPD Instansi terkait Lingkup Pemkab Belu; Ketua Persatuan Alumni GMNI Belu, Henderikus Ata Palla, SP; Ketua DPP GMNI, Leonardus Lian liwun S.Ag; Ba tuud Koramil 1605-01 Atambua Kota bersama Babinsa; Ketua GMNI Cabang Belu, Hendri A. Modok  bersama anggota dan Ketua Cipayung PMKRI Cabang Atambua bersama anggota.

Seminar Nasional menghadirkan pemateri ;  Angelius Wake Kako, S.Pd., M.Si (Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Utusan Provinsi NTT-Materi : Eksistensi Pemuda Dalam Realitas Politik Kekinian); Pius Agustinus Bria, SE (Ketua DPP Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI)-Materi : Pengembangan Kapasitas Untuk Memperkuat Jembatan Persatuan); Dr. (Cand) Rudi Rohi, SH. M.Si (Akademisi dan Pengamat Sosial Politik Nasional dan Regional – Materi : Analisis Pengembangan dan Tantangan Pemuda Indonesia Di Era Revolusi Industri digital).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Belu, Hendri A. Modok mengatakan, GMNI Cabang Belu mencermati bahwa proses penyelenggaraan ketatanegaraan Indonesia dalam konsep Nation-State. Nyatanya masih belum sepenuhnya berada dalam koridor spirit proklamasi.

“Bahwa hari ini adalah hari yang berharga dan bersejarah.  Upaya mencapai Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dimasa sekarang ini menghadapi tantangan yang makin jamak dan kompleks. Persoalan Kemiskinan, ancaman disintegrasi, tantangan globalisasi, serangan terorisme dan bahaya radikalisme, kebangkitan rasialisme. Semua itu telah berwujud nyata dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkap Hendri Modok.

Bahwa di tengah maraknya persoalan bangsa, kata Hendri Modok bahwa  GMNI Belu di Perbatasan RI – RDTL mengajak segenap elemen bangsa terutama Komponen Pemuda untuk menjadikan momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun 2019, untuk bergotong royong mempertahankan Kedaulatan NKRI, membangkitkan jiwa Nasionalisme Indonesia yang menjadi Roh Pemersatu bagi semua komponen manusia Indonesia menuju masyarakat bangsa Indonesia yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

“Hal ini makin pelik karena berbagai tantangan bangsa itu telah menyusup ke berbagai lapisan generasi dengan memanfaatkan perkembangan revolusi teknologi informasi. Semangat historical yang ditoreh dalam buku sejarah kebangsaan Indonesia itu, menjadi alasan GMNI Belu untuk menjadikan momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun 2019, dalam seruan dan ajakan nyata memperbincangkan Posisi Pemuda Indonesia dan Pemuda Perbatasan untuk ikut membangun bangsa, memperbaharui dan memperkokoh semangat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa yang telah pula menyasar segmen pemuda Indonesia,” jelasnya.

Hendrik mengatakan, Pemuda di Perbatasan sebagai bagian integral dari Pemuda Indonesia menjadi penting karena, wilayah Perbatasan tidak sebagai sebuah wilayah administrasi semata, melainkan geopolitik wilayah Perbatasan menjadikan Kabupaten Belu sebagai beranda NKRI, cermin bangsa Indonesia di mata Negara lain.

“Untuk maksud itulah, GMNI Cabang Belu menginisiasi kegiatan Seminar Nasional sebagai salah satu pencerahan kepada generasi muda bangsa, khususnya di Wilayah Perbatasan. Bagi GMNI Belu, Momentum Hari Ulang Tahun Sumpah Pemuda yang ke 91 harus menjadi titik bangkitnya semangat juang seluruh masyarakat terutama kaum muda dalam menjaga lestarinya Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat GMNI, Leonardus Lian Liwun,S.Ag  mengatakan Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, generasi penerus cita-cita bangsa yang dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin bangsa dengan tidak melupakan sejarah pergerakan Pemuda.  

“Untuk itu dalam momen Sumpah Pemuda tahun ini, mari kita menggalang persatuan Pemuda di perbatasan dalam rangka membangun bangsa dan negara tercinta.” Ajak Leo Liwun. (Pkpsetdabelu/Iryanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *