Gubernur NTT bersama rombongan di Padang Fulan Fehan

GUBERNUR LAISKODAT AKUI PADANG SABANA FULAN FEHAN SANGAT INDAH

Ekonomi Pembangunan Pariwisata Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

LAMAKNEN, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengakui bahwa Padang Sabana Fulan Fehan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen sangat indah dan mengagumkan. Pujian itu dilontarkan saat dirinya bersama rombongan mengunjungi lokasi yang sudah tiga kali digelar Festival Seni Budaya ini.

Gubernur NTT bersama rombongan di Padang Fulan Fehan

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di daerah Flobamorata ini berjanji bakal mendatangkan desainer terbaik di Indonesia untuk mengelola kawasan Padang Sabana Fulan Fehan.

“Nanti kita cari desainer yang baik untuk mengelola kawasan Padang Fulan Fehan, sehingga Festival Fulan Fehan dapat memberikan dampak kepada ekonomi yang baik kepada rakyat Belu,” kata Laiskodat.

Selain itu, ungkap Gubernur 1 NTT ini bahwa, jika ekonomi rakyat bergerak, orang harus datang dan tidur dikawasan ini.

“Di tempat ini orang bisa menari, menyanyi, minum kopi Lakmaras asli Belu,  makan cokelat kelor, sup kelor dan sopia. Singkatnya, semua jenis produk lokal khas NTT dan Kabupaten Belu harus tersedia di tempat ini,” ujarnya.

Gubernur NTT bersama rombongan di Benteng Tujuh Lapis Makes

Ia menambah, ini tempat hebat, jadi harus ditata terpadu. Bukan hanya Dinas Pariwisata saja, tetapi semua Dinas yang berkaitan seperti Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Selain itu harus tersedia cottage.

“Tempat ini terlalu indah. Satu tahun bisa menyumbang minimal 10 – 20 miliar per tahun,” tandasnya.


Gubernur NTT bersama rombongan di Benteng Tujuh Lapis Makes

Gubernur NTT juga meminta agar akses jalan menuju Fulan Fehan diterapi kembali.

“Kita duduk sama kabupaten, mereka tangani yang perbaikan ringan dan kita tangani yang rusak parah dengan cara dihibahkan. Banyak tikungan jalan yang sangat tajam sehingga perlu dirubah,” ucapnya.

Gubernur NTT juga menyampaikan, agar pelaksanaan Festival Fulan Fehan dapat  digelar selama satu minggu, sehingga ekonomi rakyat terus bergerak.

“Saya minta kepada Camat, Kepala Desa Dirun dan Maudemu agar akses transportasi ke Fulan Fehan hanya menggunakan kuda, jangan ada kendaraan lain masuk kedalam padang,” pintanya.


Gubernur NTT bersama rombongan di Benteng Tujuh Lapis Makes

Pada kesempatan itu juga Gubernur NTT bersama rombongan berjalan kaki mengelilingi Padang Fulan Fehan dan Benteng Tujuh Lapis.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam peninjauan lokasi Padang Fulan Fehan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan, Wakil Ketua DPRD Belu, Cyprianus Temu, S.IP, Ketua Komisi I DPRD Belu, Benedictus Manek, Anggota DPRD Belu, Pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, Camat Lamaknen, Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *