HKG KE-47 : TINGKATKAN KINERJA PKK SELARAS DENGAN PROGRAM PEMERINTAH

Ekonomi Pembangunan

TASIFETO BARAT, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  Kabupaten Belu memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK 2019 ke-47 di Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten  Belu, Sabtu (24/8/2019). Kegiatan ini dikemas dengan berbagai lomba 10 program pokok PKK seperti lomba Posyandu Strata Pratama, Posyandu Strata Madya, Posyandu Strata Purnama dan Posyandu Strata Mandiri.

Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK 2019 ke-47 ini mengambil tema “Tingkatkan Kinerja Gerak PKK Selaras dengan Program Pemerintah” ditandai dengan  pemukulan gong oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Lidwina Viviawati Ng Lay, Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan dan unsur Pimpinan Forkopimda Kabupaten Belu.

Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Lidwina Viviawati Lay Ng mengatakan, pembinaan kesejahteraan keluarga adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.  PKK terkenal  dengan 10 program pokok yang hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia yaitu penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan, keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. 

“Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja pemerintah, diharapkan mampu melayani, menjalani kewajiban untuk secara konsisten tetap mengiringi dan mendukung garis kebijakan program pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa TP PKK senantiasa tumbuh dan berkembang  sesuai dengan dinamika perkembangan pembangunan di Indonesia,” tandasnya.

Selain itu, keluarga juga diharapkan dapat menjadi benteng utama dan pertama bagi ketahanan keluarga. 

“Sebagai Tim Penggerak PKK, kita harus mampu memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitas yang berkelanjutan kepada kader-kader PKK termasuk dasawisma sehingga dapat menjaga kebersamaan dan gotong royong, agar agenda kerja pemerintah melalui sejumlah program pembangunan dapat tercapai,” ujarnya. 

Ia juga mengatakan, TP PKK akan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait dalam upaya penurunan angka stunting yang menjadi gerakan nasional saat ini. Masalah stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis menahun yang dipengaruhi kondisi ibu, baik sebagai calon ibu pada masa janin dan perawatan bayi, pola asuh, asupan makanan pada masa bayi dan balita termasuk penyakit yang diderita selama masa balita.

“Gagal tumbuh pada masa emas ini dapat berakibat buruk pada kesehatan dan akan terlihat jelas pada saat anak mulai masuk sekolah dan sebagai dampaknya mereka tidak tumbuh optimal dikemudian hari. Peran PKK diantaranya yaitu melakukan pendataan dan penyuluhan keoada masyarakat dan diharapkan agar Tim PKK baik di kabupaten, kecamatan juga desa dan kelurahan bekerjasama dengan stakeholder demi mengantar generasi harapan bangsa menjadi generasi yang unggul,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Ketua TP PKK Kabupaten menyampaikan terima kasih kepada seluruh Ketua TP PKK Kecamatan, Desa dan Kelurahan bersama seluruh pengurus yang telah melaksanakan 10 program PKK dengan baik selama ini.

“Diharapkan kerjasama yang sudah terjalin selama ini tetap berlanjut demi masyarakat Rai Belu yang sehat dan sejahtera,” katanya. 

Sebelumnya, Yeremias Taek selaku Ketua Panita Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ini menjelaskan bahwa, nilai- nilai gotong-royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari nilai budaya bangsa yang perlu dilestarikan untuk memperkuat integrasi sosial masyarakat di desa dan kelurahan serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. S

“Salah satu upaya memperkuat nilai integrasi sosial dalam mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, maju serta mandiri adalah dengan meningkatkan kesadaran keluarga untuk membangun dirinya dalam rangka membangun bangsa,” ujarnya.

Yerem mengatakan, BBGRM ke- 16 Tingkat Kabupaten Belu tahun 2019 mengusung tema “Dengan BBGRM Kita Tingkatkan Semangat Kegotongroyongan Masyarakat Desa Demi Mewujudkan Belu yang Berkualitas, Mandiri, Maju, Demokratis dan Berbudaya” dan HKG PKK Ke 47 mengusung tema “Tingkatkan Kinerja PKK Selaras dengan Program Pemerintah” 

“Penyelenggaraan BBGRM dilaksanakan selama 1 bulan penuh, sebagai upaya untuk memperkuat partisipasi, rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat dalam pembangunan melalui keterlibatan semua elemen dan lapisan masyarakat,”  ungkapnya.

Disampaikan pula, maksud pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat yang dijiwai semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan menuju penguatan integrasi sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong-royong dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan.

“Tujuannya adalah  untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan; Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berdasarkan rasa persamaan dan keanekaragaman menuju penguatan integrasi sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong; Memasyarakatkan gerakan PKK sebagai gerakan yang dijalankan dengan visi dari dan oleh masyarakat yang sudah dilaksanakan dan bermanfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Belu,” terangnya. (Pkpsetdabelu/Michael Tae).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *