INDONESIA –TIMOR LESTE ‘SEPAKATI’ PENGELOLAAN DAS TALAU – LOES

Ekonomi Pembangunan

ATAMBUA, Demi terciptanya daerah aliran sungai yang sehat dan aman, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Timor Leste mengesahkan Dokumen Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Lintas Batas Negara Daerah Aliran Sungai Talau – Loes di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Senin (12/2/2019).

Pengesahan dokumen ini dilakukan oleh Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai wakil dari Indonesia dan Direktur Jenderal Kehutanan, Kopi dan Tanaman Industri Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokratik Timor Leste mewakili Pemerintah Timor Leste.

DAS Talau –Loes merupakan satu dari sepuluh DAS yang rencana pengelolaannya dilakukan oleh Konsersium Universitas Tiga Negara yaitu Charles Darwin University Australia, Univercidade Nacional Timor Lorosa’e Timor Leste, dan Universitas Nusa Cendana Kupang.

Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK RI, Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M. Sc

Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK RI, Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M. Sc, mengatakan, perlu adanya komitmen bersama antara berbagai pihak untuk menyehatkan DAS Talau – Loes, sehingga apa yang telah di rencanakan dapat terwujud dan berjalan dengan baik.

“Perlu adanya komitmen bersama untuk terwujudnya apa yang telah disepakati. Rencana pengelolaan DAS ini merupakan rencana yang adaptif. Jika dalam perjalanan ada hal – hal yang perlu disempurnakan, kita akan sempurnakan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak RI – Timor Leste,” jelas Ida Bagus.

Lanjut Ida Bagus, DAS sangat kompleks karena meliputi berbagai sektor yang mana tidak hanya daerah aliran sungai, namun sektor – sektor lain yang berhubungan dengan itu.

“DAS ini sangat kompleks, karena meliputi semua permukaan daratan tempat air jatuh, diresapkan, disimpan, dialirkan. Aliran air hujan yang mengalir di permukaan masuk got, got ke kali kecil, lalu kali kecil ke sungai besar, dari sungai mengalir ke laut. Air juga bergerak di bawah tanah, masuk sungai dan terus ke laut, Itu semua namanya DAS,” terang Dirjen DAS.

Pengelolaan DAS oleh kedua negara ini, ungkap Ida Bagus bahwa bukan merupakan suatu kendala atau hambatan. Walaupun secara politik berbeda negara, namun masih bersaudara secara kultur budaya dan adat istiadat.

“Pengelolaan DAS terpadu yang melibatkan beberapa negara ini juga terjadi di Eropa dengan sungai Danube yang melintasi negara Jerman, Austria, Slowakia, Hungaria dan beberapa negara lain yang dampaknya baik untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ida Bagus Prathama juga menyampaikan bahwa daerah aliran sungai (DAS) tidak mengenal batas, karena apa yang terjadi di hulu atau yang berada di negara lain akan berdampak pada hilir di negara lainnya, oleh karena itu Pengelolaan DAS Talau – Loes ini menjadi tanggung jawab bersama.

Direktur Jenderal Kehutanan, Kopi dan Tanaman Industri Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokratik Timor Leste, Ir. Manuel Mendez

MOU Pengelolaan DAS Talau – Loes ini juga disambut baik oleh Pemerintah Timor Leste yang disampaikan Direktur Jenderal Kehutanan, Kopi dan Tanaman Industri Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokratik Timor Leste, Ir. Manuel Mendez.

“Wilayah Timor Leste 5 – 6 % merupakan dataran rendah yang di jadikan lahan persawahan dan perkebunan yang semuanya berhubungan dengan DAS. Daerah aliran sungai Loes semakin hari semakin terkikis oleh air hingga merusak lahan persawahan. Pengesahan rencana pengelolaan DAS ini sangat baik untuk menyehatkan kembali DAS Talau – Loes,”sebut Manuel Mendez.

Untuk mewujudkan apa yang telah disepakati, ujar Manuel bahwa perlu adanya kerjasama berbagai sektor baik dari Kabupaten, Provinsi, Pusat hingga antar negara serta adanya koordinasi dengan Universitas yang terlibat dalam Pengelolaan DAS.

“Untuk mewujudkan DAS yang sehat tentu tidaklah mudah, kita perlu terus melakukan kerjasama, koordinasi dan adanya pembagian tugas yang jelas baik dari Kabupaten, Provinsi, Pemerintah RI dan Pemerintah Timor Leste serta Universitas yang terlibat dalam pengelolaan DAS. Hal itu mutlak dilakukan agar terbangun satu komitmen dengan terus melakukan pertemuan – pertemuan untuk mendiskusikan semua persoalan DAS,” tandas Mendez.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH

Bupati Belu, Willybrodus Lay,SH menyampaikan terimakasih telah memilih Belu sebagai tuan rumah pelaksanaan Pengesahan Dokumen Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Lintas Batas Negara Daerah Aliran Sungai Talau – Loes.

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sebatas menyehatkan kembali DAS Talau – Loes namun juga diikuti dengan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. Kita harapkan adanya kebijakan terkait pengelolaan material di sekitaran DAS, untuk mengurangi sedimen dan pendangkalan air sungai,” tukasnya. (pkpsetdabelu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *