JADIKAN ATAMBUA KOTA TERTIB SAMPAH, SATPOL PP BELU BAGI-BAGI KOTAK SAMPAH

Kesehatan

ATAMBUA, Tanggungjawab untuk menjaga kebersihan Kota Atambua dan fasilitas penyelenggaraan Rood To Fesifal Fulan Fehan bukan saja menjadi tanggungjawab panitia, namun semua pihak yang terlibat, termasuk masyarakat. Salah satu persiapan menjelang pelaksanaan Festival Fulan Fehan adalah menghimbau masyarakat untuk tertib sampah.

Sebelum acara puncak Festival Fulan Fehan,  juga digelar berbagai kegiatan. Kebanyakan tempat-tempat penyelenggara acara meninggalkan banyak sampah.  Untuk mengantisipasi  sampah-sampah yang berserakan, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu mulai bersiap menyadarkan seluruh kalangan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di Kota Atambua.

Aksi pembagian kotak sampah kepada seluruh  ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu dan masyarakat Kota Aambua brlangsung  di Plaza Pelayanan Publik Timor, Atambua. Jumat (25/10/2019).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu, Aloysius M. Fahik, S.STP mengatakan, pembagian kotak sampah ini dilakukan dalam rangka implementasi dari proyek perubahan sesuai dengan tema peningkatan partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan ketertiban umum dan pengendalian sampah di Kota Atambua.

“Ketika sampah itu berserahkan, maka pada saat yang sama ketertiban umum terganggu. Agar ketertiban umum tidak terganggu, maka salah satu komponen penting adalah bagaimana kita menyiapkan tempat sampah khusus untuk kendaraan, sehingga ketika kendaraan itu melintas tidak ada lagi sampah yang dititipkan di sepanjang jalan, terutama sampah plastik, dan tisu. Kita siapkan itu agar, sampah – sampah dapat dikendalikan,” ungkap Kasat Aloysius.

Kasat Alo mengatakan, pembagian kotak sampah tersebut dilakukan dalam rangka mendukung Kabupaten Belu sebagai Kota Pariwisata.

“Ketika kota itu tertib, bersih, tertatah dengan baik, maka saya yakin orang berlomba – lomba mencari tempat itu. Inilah yang kita lakukan untuk mendukung terciptanya Kota Atambua sebagai tempat pariwisata baru,” tukasnya.

Sementara Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si mengaku sangat mendukung pembagian sampah yang dimotori oleh Kasat Pol PP.

“Belu merupakan salah satu Kabupaten yang sudah dikampanyekan menjadi daerah destinasi wisata di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Untuk menjadi kota wisata yang bagus, kota ini harus bebas dari sampah,” ucap Kadis Prihatin. (Pkpsetdabelu/Iryanto/Michello).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *