JAMBORE KADER PKK DAN POS YANDU ANGKAT TEMA PENCEGAHAN STUNTING

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)  Kabupaten Belu  menggelar Jambore Kader PKK dan Kader Pos Yandu Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Betelalenok Atambua, Kamis (29/8/2019), dibuka oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, SH. Jambore PKK kali ini mengangkat tema “Pentingnya Peran Kader PKK dan Posyandu Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Belu. 

Bupati Belu Willybrodus Lay  dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kader PKK dan kader pso yandu yang bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Belu.“Terima kasih untuk Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan yang sudah tampil baik hari ini. Pemerintah terus mendorong agar peran PKK di tengah-tenagh masyarakat bisa lebih maju,” ungkapnya. 

Mencegah dan menangani stunting, kata Bupati Willy tidak bekerja sendiri-sendiri. Sebaliknya harus bergandengan tangan dan sama bekerja mempercepat penurunan stunting di daerah ini. Sebagi ujung tombak pembangunan di desa, Kader PKK dan Kader Pos Yandu telah menajdi mitra dalam mempercepat kesejahteraan hidup keluarga.“Dari semua kecamatan yang tampil, telah menyampaikan pesan secara baik melalui yel – yel. Kita harus memastikan bahwa pesan pengetahuan yang sudah kita sampaikan dapat merubah perilaku hidup berumah tangga keluarga di desa, setelah mereka mengetahui faktor-faktor penyebab seorang anak gagal tumbuh. Anak- anak jaman sekarang di suruh makan sayur dan kelor, semuanya lebih memilih super mie. Jika kita hanya mengikuti kemauan anak- anak, akhirnya anak-anak tidak mendapatkan protein yang cukup, karena nasi dan mie  yang kita hidangkan hanya mengandung karbohidrat,” terang Bupati Lay.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Belu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT yang sudah memperkenalkan kelor kepada masyarakat NTT dan khususnya Kabupaen Belu. “Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah memperkenalkan kelor. Kelor ini sudah ada sejak lama, dulu orang tua mencampur jagung dengan daun kelor, ini asupan gizi yang luar biasa yang kita peroleh. Orang zaman dulu tinggi – tinggi, bagaimana peran orangtua dan PKK sampaikan ini kepada masyarakat, dimana sumber protein tidak selalu dari hewani, tetapi bisa juga didapat dari tahu dan tempe yang merupakan sumber protein non hewani,” jelasnya. 

Bupati Lay juga meminta agar semua elemen terkait fokus menghadapi masalah stunting di Kabupaten.“Data stunting Kabupaten Belu pada tahun 2018  sebesar 30,8 %, sementara pada tahun 2013 sebesar 37,2 %. Penurunannya terlalu sedikit. Gubernur NTT berulang-ulang menyampaikan bahwa perlu dilakukan extra ordinary atau penanganan luar biasa, sehingga dengan begitu kita bisa memperoleh hasil yang maksimal. Mari kita lakukan ini, mulai dari Bupati, Wabup, Sekda Pimpinan OPD, camat, sampai kepala desa untuk terus melakukan aksi nyata dalam mencegah stunting atau kekurangan gizi anak dan melakukan evaluasi secara berkala,” ucapnya. 

Bupati Willy mengingatkan kepada Dinas teknis, PMD agar kedepan  membuat program dengan jenis kegiatan seperti membantu pemberian susu kepada anak-anak.“Program itu sudah ada, hanya saja program yang berjalan sekarang dicampur dengan kacang ijo, yang kemudian diberikan seminggu atau sebulan sekali kepada anak-anak. Saya mau susu ini diberikan secara continu. Mari kita bersama- sama membantu anak- anak kita. Apakah kita ingin anak kita gagal tumbuh?. Jadi tanggung jawab Bapak tidak hanya memberikan uang saja, bila perlu bapak-bapak tanam kelor, kemudian petik dan serahkan kepada mama – mama untuk memasak, kemudian diberikan kepada anak,” ujarnya. 

Panitia melaporkan bahwa, Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Belu merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Gerakan PKK merupakan gerakan nasional yang membangun masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaan dari, oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang tangguh beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. 

Tim Penggerak PKK merupakan Fasilitator Perencanaan, Pelaksanaan, Pengendalian, dan Penggerak pada masing –masing tingkat pemerintahan untuk terlaksananya program PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya. 
Kader Posyandu yang adalah kader khusus PKK tidak hanya diperhadapkan dengan persoalan kesehatan dan KB saja melainkan juga menyangkut sosialisasi gizi buruk, makanan tambahan, pendidikan dan persoalan ekonomi masyarakat baik dalam wadah perkoperasian maupun kegiatan Pertanian, peternakan, Perkebunan, dan lain sebagainya. 
Adapun tujuan Jambore ini yakni ; Tujuan umum, meningkatkan peran dan fungsi kader PKK dan Kader Posyandu dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan dasar di Posyandu. Tujuan Khusus, Meningkatkan Kemampuan seluruh kader PKK dan kader Posyandu agar lebih berpartisipasi dalam penyelenggaraan program –program PKK dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Pos yandu dalam rangka pemberdayaan Keluarga, dan mengembangkan sikap dan perilaku keteladanan bagi seluruh kader PKK dan Kader Posyandu agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat. 

Peserta Jambore Kader PKK dan Posyandu diikuti oleh 12 kecamatan dengan jumlah 10 orang/kecamatan, dengan rincian ; Camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, Ketua TP PKK Desa/ Kelurahan, Bidan Desa dan kader Posyandu masing-masing 5 orang. Kegiatan jambore Kader PKK dan Kader Posyandu diisi dengan Lomba–lomba yakni : 1). Lomba Program ; • Lomba Pidato bagi Ketua/ Sekretaris TP. PKK Desa/ Kelurahan dengan topik “Pentingnya Kader PKK dan Kader Posyandu dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting di kabupaten Belu”. • Lomba Penyuluhan tentang “Bina keluarga Balita usia 3 -5 Tahun”. • Lomba Penyuluhan tentang “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Rumah Tangga”. 2). Lomba Gembira ; • Lomba Yel –Yel PKK . • Lomba Masukan Paku kedalam Botol. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan, Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Viviawaty Ng Lay, Asisten Administrasi Umum Sekda Belu, Fransiskus X. Asten, S.Sos, Para Pimpinan OPD, Para Camat, Para Lurah dan Kepala Desa, Kepala Puskesmas Kecamatan serta Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan/ Desa. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *