JEMBATAN GANTUNG KIAN RAI IKUN DIRESMIKAN

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum

TASIFETO TIMUR, Jembatan Gantung Kian Rai Ikun diresmikan. Pengresmian Jembatan Gantung tersebut ditandai dengan Penekanan Sirine dan penguntingan Pita di Rai Ikun, Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Selasa (9/4/2019).

Ikut hadir, Gubernur II Nusa Tenggara Timur, Josef Nai Soi, Ketua Komisi V DPR RI, Ferry Djami Francis, Direktur Jembatan Direktorat Bina Marga kementerian PUPR, Ir. Iwan Zakarsi, Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan kementerian PUPR, M. Hidayat, dan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH.

Gubernur II Nusa Tenggara Timur, Yosef A. Naisoi mengatakan, Jembatan gantung ini dibangun dengan air mata.

“Jembatan gantung ini dibangun dengan air mata bapak ibu sekalian, saat jembatan ini belum ada semua aktivitas terhambat, anak – anak yang pulang sekolah harus menunggu berjam – jam menahan lapar untuk menyebrangi sungai dan orang tua hanya bisa menatap dari seberang sungai sembari meneteskan air mata karena tahu pasti anak –anaknya lapar, begitu pun dengan aktivitas lainnya,” ucapnya.

Lanjut Wagub Nai Soi, jembatan yang sudah dibangun ini hendaknya dijaga, dirawat dan dipelihara oleh masyarakat.

“Kita harus bertekad kuat untuk merawat dan memeliharanya, bahwa siapa pun tidak boleh merusaknya,” imbuh Josef.

Josef juga mengapresiasi kebijakan kepala desa untuk menempatkan petugas penjaga jembatan gantung yang dibiayai dengan ADD.

“Terima kasih Kepala Desa yang dengan menggunakan ADD mau menempatkan petugas untuk secara terus – menerus mengawasi dan menjaga jembatan gantung ini, sehingga penggunaannya sesuai aturan dan rambu –rambu yang sudah dibuat. Jembatan harus terpelihara dan terawat, tetapi petugas penjaga jembatan dilarang memungut iuran kepada pengendara atau pejalan yang melintasi jembatan tersebut,” tegas Gubernur II NTT.


Gubernur II Nusa Tenggara Timur, Josef Nai Soi, Ketua Komisi V DPR RI, Ferry Djami Francis, Direktur Jembatan Direktorat Bina Marga kementerian PUPR, Ir. Iwan Zakarsi, Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan kementerian PUPR, M. Hidayat, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dan rombongan melintasi Jembatan Gantung Kian Raiikun Desa Tialai Kecamatan Tasifeto timur.

Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djami Francis menyampaikan bahwa, pembangunan jembatan ini atas usulan Bupati dan masyarakat. Kita bersyukur, karena jembatan ini sudah selesai dibangun dan dalam waktu dekat akan dibangun satu jembatan gantung lagi di Sialala.

“Jembatan yang dibangun ini dapat menghubungkan empat Desa yang terisolasi saat banjir yaitu Desa Dafala, Fatubaa, Lookeu, dan Desa Tialai. Pembangunan jembatan ini atas usulan Bupati dan masyarakat yang sangat membutuhkan jembatan untuk memperlancar aktivitas. Selaku Ketua Komisi V DPR RI, saya juga memiliki Hak budget untuk menyetujui pembangunan ini. Kabupaten Belu juga akan mendapatkan tambahan satu lagi jembatan gantung di Sialala yang proses pengerjaan pada bulan April atau Mei 2019,” tandas Farry Francis.

Direktur Jembatan Direktorat Bina Marga kementerian PUPR, Ir. Iwan Zakarsi, menyampaikan pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat menjadi penghubung ke arah daerah-daerah sentra produksi.

“Jembatan ini dipersembahkan kepada masyarakat dengan harapan dapat menyeberangkan kebodohan menuju kepintaran, kemiskinan menuju kemakmuran, kegelapan menuju yang terang, dan sebagai penghubung untuk hal –hal baik lainnya yang dapat membawa masyarakat ke arah kesejahteraan,” tandas Iwan.

Iwan menambahkan, jembatan gantung ini merupakan jembatan pertama yang dibangun di NTT, oleh karena itu jembatan ini dijaga dan dirawat sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama.

“Kami sudah banyak membangun jembatan, dan ini merupakan jembatan gantung pertama di NTT, semoga jembatan ini dimanfaatkan dengan baik. Ini adalah jembatan yang penting,” ungkapnya.

Bupati Belu dalam sekapur sirihnya menyempaikan terimakasih atas dukungan semua pihak yang ikut membantu dengan berbagai cara sehingga terlaksana pembangunan jembatan gantung Kian Rai Ikun.

“Terimakasih kepada Bapak Gubernur II NTT, Bapak Farry Francis selaku Ketua komisi V DPR RI, Dirut Jembatan Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT, dan seluruh pihak yang terlibat didalamnya, sehingga pembangunan Jembatan gantung ini dapat terlaksana dengan baik dan hari ini diresmikan,” kata Bupati Willy.

Dijelaskan pula, jembatan ini dibangun karena masyarakat menemui kesulitan ke sekolah dan gereja serta melakukan aktivitas lainnya.

“Sebelum dibangunnya jembatan ini masyarakat selalu kesulitan untuk melakukan aktivitas, seperti pergi kesekolah dan pergi ke gereja disaat natal karena terkendala banjir,” tukas Willy.

Pada kesempatan itu juga Bupati Lay menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir agar dalam pemilu yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 ini dapat menggunakan hak pilihnya secara arif dan bijaksana dan tidak melakukan Golput.

“Tanggal 17 April 2019 ini akan dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu), datanglah ke TPS anda dan gunakan hak suara anda dengan baik sebagai seorang warga negara Indonesia, dan jangan melakukan golput,” Imbuh Willy. (pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *