JOKOWI SAPA WARGA PERBATASAN DENGAN BAHASA TETUN

Ekonomi Pembangunan

KAKULUK MESAK, Presiden RI ke 7, Joko Widodo  disambut antusias ketika menyapa masyarakat perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu dengan bahasa lokal (tetun, red). Presiden Jokowi menyapa masyarakat perbatasan  saat menyampaikan sambutan di acara Peresmian Bendungan Rotiklot, di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Provinsi NTT. Senin (20/4/2019)

“Loron Diak Ba, Ina Ama Hotu Mak Hau Hadomi (Hari Yang Baik, Ibu Bapak Semua Yang Saya Sayangi,” kata Presiden Jokowi.

Ribuan masyarakat perbatasan, Kabupaten Belu yang hadir pun bersorak antusias dan tak henti-henti bertepuk tangan mendengar presiden RI menyapa mereka dengan bahasa lokal. Jokowi pada saat itu mengenakan kemeja putih dengan kain adat warna alami  yang disampirkan di bahu kanan.

Presiden mengaku negara ini memiliki lebih dari 1.100 bahasa daerah yang berbeda-beda

“Kalau salah dimaafkan, Belu baru dikit-dikit gak apa-apa,” ujar Jokowi disambut tawa tamu undangan.

Negara kita ini sangat mejemuk dan beraneka ragam. Dalam satu provinsi sudah berbeda-beda bahasa.

“Saya selalu belajar untuk berbicara dalam bahasa daerah setiap kunjungannya meskipun kerap kali keliru bahkan salah,” aku Jokowi.  

Pada kesempatan itu, hadir Menteri Sekretaris Negara Praktikno, Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR), Teten Marzuki, Gregorius Mere, Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, Bupati TTU, Bupati TTS, Sekda Kabupaten Malaka, Uskup Atambua, Pimpinan OPD Kabupaten Belu dan Malaka. (Pkpsetdabelu/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *