JULIE LAISKODAT AKUI TENUN IKAT ASAL BELU BERKUALITAS

Ekonomi Pembangunan

TASIFETO TIMUR, Ketua Tim PKK Provinsi NTT mengapresiasi tenun ikat asal Belu dengan tipikal bahan alami.

“Saya sangat senang di Belu, apalagi kain-kain tenun warna alaminya sangat bagus. Saya minta mama-mama penenun ini harus terus berkarya,” kata Julie saat berkunjung ke Kelompok Tenun Desa Sadi, Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Kamis (27/6/2019).

Dikatakan, kain tenun warna alami asal Kabupaten Belu memiliki pangsa pasar yang bagsu dan banyak yang mencari.

“Saya harap agar para penenun terus mempertahankan kualitas tenun dengan pewarna alami,” ungkapnya.

Tak hanya itu, istri Gubernur NTT ini  mengingatkan kepada kaum ibu-ibu penenun untuk selalu membantu suami dalam mendukung perekonomian keluarga dengan cara menenun.

“Kita tidak bisa saja mengharapkan dari hasil pertanian dan peternakan. Bagaimanapun caranya, dapur kita harus terus mengepul, anak-anak kita harus sekolah dan kebutuhan lainnya harus terpenuhi,” tandasnya.

Tugas kami Pemerintah dalam hal ini Dekranasda adalah  hadir untuk mengatasi  permasalahan para penenun yakni modal dan pemasaran.

“Bersyukur karena di kelompok tenun Desa Sadi ini, kedua permasalahan itu sudah bisa diatasi dan setelah menenun pasarnya jelas yakni Dekranasda Kabupaten langsung membelinya,” ujar Julie.

Julie mengatakan, hal yang paling penting dilakukan oleh kelompok tenun adalah menjaga dan mempertahankan kualitas tenun mengunakan warna alami.

“Sebagian kain pewarna alami dari kabupaten lain, finishingnya tidak sebagus ini. Kenapa kualitasnya harus dijaga, karena di jaman sekarang ini kita dihantui dengan kain tenun printing yang motif dan modelnya sama persis seperti yang ada dengan harga yang lebih murah. Akhirnya orang awam dan tidak mengerti  serta berpikir bahwa itu adalah kain tenun asal NTT, padahal sebenarnya adalah kain printing. Nah, kalau printing merajalela, kain kita tidak laku karena harganya sangat tinggi. Karena itu saya berharap kepada Pemerintah  agar motif dan kain tenun kita segera dipatenkan, kalau tidak motif kain tenun kita akan diambil orang lain,” jelasnya.

Julie menambah, para ibu penenun sangat fokus sehingga 1 kain warna alami dapat diselesikan dalam waktu hanya dua hari.

“Itu sangat bagus, karena di Jawa orang sudah mulai menenun itu hanya karena mereka tahu pangsa pasar kain NTT, karena sekarang orang lagi beramai-ramai menggunakan kain tenun NTT,” tukasnya.

Namun, Julie mengungkap akan keberadaan Dekranasda yang siap membantu memasarkan hasil tenun ibu-ibu di desa. Oleh karena itu, para penenun harus mendukung dengan memproduksi sebanyak-banyaknya dengan menjaga kualitas kain tenun warna alami.

“Menenun itu harus dijadikan pekerjaan, karena pekerjaan ini adalah untuk membantu bapak-bapak dalam meningkatkan perekonomian. Berikutnya adalah pangsa pasar, jujur saja bahwa mungkin ada kelompok lain yang memiliki motifnya sama, sehingga kalau harganya tidak diatur, maka orang akan lebih memilih kain tenun dari kelompok lain, dengan harga yang lebih murah. Saya tidak mau agar ibu-ibu hanya bermental penenun, tetapi ibu-ibu penenun harus bermental pengusaha,” imbuhnya.

Kepada kelompok tenun ikat Desa Sadi, Julie Laiskodat menyampaikan jangan sampai orang datang menawar  di tempat ini, kita memasang tarif yang terlampau tinggi.

“Artinya penenun kalau menenun harus tahu modal awalnya berapa, harga benangnya, pewarna alaminya, terus jasanya berapa dan wajib untung. Tetapi untungnya itu jangan terlalu berlebihan, agar orang mau dan membeli, baik selendang maupun kain tenun ikat,” terangnya.

Julie mengingatkan agar para penenun harus mengetahui cerita dan arti dari motif  kain yang ditenun.

“Kalau mau dipasarkan ke luar negeri minimal punya arti dan ceritanya. Tenun Belu, pangsa pasarnya sudah ada, tinggal kualitas dan pasarnya kita atur, “ katanya menegaskan alasan kenapa ia datang berkunjung ke Desa Sadi. (Pkpsetdabelu/Michello).

1 thought on “JULIE LAISKODAT AKUI TENUN IKAT ASAL BELU BERKUALITAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *