JULIE LAISKODAT AKUI TIDAK BISA BERJALAN SENDIRI

Ekonomi Pembangunan

LAMAKNEN SELATAN,  TimPenggerak (TP) PKK Provinsi NTT menetapkan dan meresmikan Desa Lakmaras sebagai Desa Model di Kabupaten Belu. Selain Desa Lakmaras, TP PKK Provinsi juga membentuk 21desa model di NTT. Desa model tersebut, dibentuk satu desa di setiap kabupaten dan kota se – NTT. Hal ini disampaikan Ketua TP. PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat pada acara Sosialisasi Desa Model yang berlangsung di Sabulmil, Desa Lakmaras, Kabupaten Belu. Rabu (26/6/2019).

Menurut Julie, PKK NTT membentuk satu desa model di setiap kabupaten sebagai desa model.

“Kami dari PKK Provinsi programnya tidak banyak, satu saja yaitu Desa Model 2019. Ini satu saja dari pada banyak, tidak berbobot, tapi lebih baik satu tapi sempurna. Di NTT ada sekitar 3.026 desa, maka kami sepakat untuk membentuk pilot project perdana termasuk di Desa Lakmaras ini. Karena itu, kami putuskan satu desa saja di setiap kabupaten. Jadi hanya ada 22 desa model di NTT,” kata Julie.

Dikatakan Julie, dalam pemilihan desa model, Tim PKK Provinsi mempertimbangkan keberadaan Program Kampung KB dan Program Desa Siaga yang ada di wilayah desa.

“Kami memilih, supaya  program-program lainnya bisa mengikuti, karena kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh gandengan tangan untuk membangun desa model ini. Desa Model juga kerjanya harus ektra double, karena baru dan belum ada contoh,” ujarnya.

Saat itu, Julie mengatakan, tantangan desa model ke depan semakin berat sehingga tidak bisa berjalan sendiri.

“Kendati berat tapi harus bisa, semua lintas sektor yang hari ini berada bersama-sama disini adalah untuk kita. Melaksanakan program ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh resep yang benar-benar menyentuh substansi kebutuhan masyarakat, sehingga persoalan yang ada  dapat ditangani sampai tuntas,” tandasnya.

Dia juga mengatakan, setiap usaha dan upaya masyarakat dalam meningkatkan pendapatan keluarga harus memperhatikan pangsa pasar.

“Kita harus bangun grand design yang tepat, agar apa yang akan kita buat bisa bermanfaat. Peningkatan SDM juga sangat penting untuk mengelola sumber daya alam yang kita miliki, sehingga hasil produksi yang diperoleh dapat bersaing di pasaran. Selain itu, pengelolaan sarana prasarana dalam meningkat hasil produksi harus merata dan berkesinambungan. Jangan sampai hanya terpusat pada satu kelompok. Oleh karena itu, kita harapkan semua elemen terkait  harus beraktivitas dengan arah gerak yang sama dengan membuka pangsa pasar, kalau tidak kita akan terus tertinggal,” tutur Julie.

Acara ini dihadiri Ketua TP. PKK Kabupaten Belu, Pimpinan OPD terkait, Pengurus TP PKK  Provinsi, Pengurus TP PKK Kabupaten Belu, Camat Lamaknen Selatan, Ketua TP PKK Kecamatan Lamaknen Selatan, Kapolsek Lamaknen Selatan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan masyarakat Desa Lakmaras. Hadir pula Koordinator Save The Children Kabupaten Belu. (Pkpsetdbelu/Iryanto/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *