KEPSEK DAN GURU UKS SE-KABUPATEN BELU IKUT ORIENTASI PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH REMAJA PUTRI

Kesehatan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Kepala Sekolah dan Guru UKS se- Kabupaten Belu mengikuti Orientasi Pemberian Tablet Tambah Darah Remaja Putri. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Permata Atambua, Kamis (5/8/2019) dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu, Drs. Arnoldus Bria Seo. Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada  Kepala sekolah dan guru UKS tingkat SMA dan SMP.

Arnol Bria Seo menjelaskan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. Riskesdas, 2013 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada perempuan usia ≥ 15 tahun sebesar 22,7% sedangkan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37,1 %

“Remaja putri (rematri) rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada saat hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak,” ucap Bria Seo.

Dalam rangka Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013, upaya kesehatan dan gizi diprioritaskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Upaya Percepatan Perbaikan Gizi dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif yang antara lain terintegrasi dengan program penanggulangan anemia kepada kelompok sasaran rematri dan WUS. Sesuai rekomendasi WHO tahun 2011, upaya penanggulangan anemia pada rematri dan WUS difokuskan pada kegiatan promosi dan pencegahan, yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi TTD, serta peningkatan fortiflkasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat,” terangnya.

Organisasi profesi dan sektor swasta diharapkan dapat berkontribusi mendukung kegiatan komprehensif Promotif dan Preventif untuk menurunkan prevalensi anemia pada rematri dan WUS. Kegiata Pemberian TTD Bagi Remaja Putri di Kabupaten Belu sudah dilaksanakan pada tahun 2018 yang sasarannya adalah remaja Putri sekolah di tingkat SMP dan SMA, namun dalam pelaksanaanya masih dialami berbagai kendala seperti ketidakpahaman siswi akan pentingnya minum TTD dan kurangnya dukungan orang tua sehingga hal tersebut dapat berdampak pada rendahnya cakupan pemberian TTD pada rematri dan kualitas kesehatan remaja putrid.

“Untuk maksud tersebut maka Dinas Kesehatan merasa perlu untuk melakukan Orientasi Pemberian TTD Remaja Putri kepada Kepala Sekolah dan Guru UKS sehingga diharapkan kepala sekolah dan Guru dapat memberikan pemahaman dan motivasi kepada siswa dana orang tua akan pentingnya minum tablet tambah darah untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja putrid,” tandasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik, SKM, M.Kes menjelaskan, Program Pemberian Tablet Tambah Darah Remaja Putri merupakan salah satu upaya untuk  penurunan stunting.

“Sejak dini, kita mempersiapkan remaja putri supaya siap menjadi ibu, yang nanti dikemudian hari hamil ia dalam keadaan sehat. Agar menjadi ibu yang sehat, kita menyiapkannya sejak sekarang saat masih usia remaja baik SMP dan SMA. Tablet ini akan diberikan di sekolah setiap minggu pada hari yang sama,” jelasnya.

Kadis Thres berharap Kepala Sekolah dan Guru UKS dapat memberikan kesempatan kepada para petugas kesehatan untuk memberikan tablet tambah darah di sekolah, sehingga anak-anak dapat mengkonsumsi setiap minggu untuk masa depan mereka menjadi ibu yang sehat.

“Para Kepala Sekolah dan Guru UKS dimohon kesediaannya untuk mendukung sehingga pemberian tablet tambah darah pada remaja putri bisa dilakukan oleh jajaran kesehatan. Untuk program ini sudah kita lakukan mulai tahun 2018. Memang belum seluruh sekolah karena ada yang di pelosok-pelosok kita baru mulai masuk. Di tahun 2019 ini seluruh sekolah di Kabupaten Belu akan digiatkan program. Sehingga hari ini kita awali dengan orientasi kepada para kepala sekolah maupun Guru UKS untuk terlebih dahulu memahami kegiatan ini,” ujar Thres Saik.

Ia menambah, program ini menjadi kegiatan rutin dari program 1000 hari pertama kehidupan yang berkaitan dalam menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting di Kabupaten Belu.

“Kegiatan ini  bertujuan untuk meningkatkan status gizi remaja putri sehingga dapat memutus mata rantai terjadinya stunting, mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh sebagai bekal dalam mempersiapkan generasi yang sehat, berkualitas dan produktif. Sementara bagi Kepala sekolah dan guru UKS, kegiatan bertujuan agar mereka dapat mengetahui penyebab anemia dan cara pencegahannya, Mengetahui manfaat pemberian TTD dan cara mengkonsumsi TTD, Mengetahui peran dan tugasnya dalam mendukung program pemberian TTD bagi remaja putrid,” pungkasnya.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini yakni Adanya dukungan Sekolah dalam upaya pemberian Tablet tambah darah bagi remaja Putri sekolah lintas sektor dalam upaya penaggulangan stunting. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 5 – 6 Agustus 2019 di Aula Hotel Pemata Atambua. Dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *