KITA HARUS PULANG

Religi

LAMAKNEN, Suatu saat kita harus pulang,” demikian Bapak Fransiskus Asisi Purwoko,  menyampaikan permintaan Istrinya, Ibu Florida Seran Tes setelah meninggalkan kampung kelahirannya bertahun-tahun.

“Kemauan yang begitu keras, membuat saya harus memberanikan diri untuk mengutarakan isi hati. Kita harus membangun rumah di kampung Bapak Paulus Seran Tes. Jawab Ibu, untuk apa membangun rumah disana, dan kalau sudah bangun siapa yang harus tinggal disana. Dengan tenang saya menjawab, maksudnya, disana kita membangun rumah Tuhan,” ungkap Frans, pendonor Kapela St. Paulus Duarato, di acara ramah tamah  Pemberkatan Kapela St. Paulus Duarato, di Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Kamis (16/5/2019).

Sambung Frans, penyampaian saya disambut baik dengan mengusulkan nama Kapela Santo Paulus dan Santu Theresia.

“Jujur, Bapak Frans yang menginspirasi pembangunan kapela ini di Desa Duarato. Sayapun bertanya, apa kita bisa membangun kapela ini. jawab Bapak, kalau ada niat, kita pasti bisa,” aku Folrida Seran Tes, putri dari almarhum Paulus Seran Tes di hadapan Bupati Belu, Vikjen Keuskupan Atambua, Deken Belu Utara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Pimpinan OPD, Biarawan dan Biarawati dan seluruh umat Allah yang hadir.

Disampaikan pula, mulai saat itu dirinya terus berdoa memohon petunjuk sang pencipta.

“Allah pencipta langit dan bumi. bukalah tingkat-tingkat langitmu, turunkan hujan berkat bagi kami berdua, kiranya kami bisa membangun sebuah kapela untuk keluarga di Duarato dan sekitarnya,”  ucap Florida mengenang.

Niat yang ada kami wujudkan dengan mendatangi Desa Duarato untuk malaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kepala St. Paulus Duarato.

“Sebelum kesini, kami mengontak Bapak Frans Xaverius Saka untuk menangani pembangunan gedung ini, juga Kepala Desa dan perangkatnya, juga para imam dan para donatur yang terus mensuport kami,” ungkapnya.

Tuhan, Engkaulah yang telah memulaiNya. Engkau yang akan menyelesaikan. Engkau pula yang akan menyempurnakan, sesuai dengan rencana dan kehendakMu. Kami hanyalah sebagai alatMu.

“Kami bersyukur karena pada hari ini, kita bisa melaksanakan acara pemberkatan kepela ini,” ucap Florida berlinang air mata.

Ia menambah, kapela ini bukan milik  Suku Purbelis dan Suku Surimetan atau suku manapun. Tetapi ini merupakan rumah doa  yang kita persembahkan kepada Tuhan.

“Mari kita pelihara sama-sama, datang dan berdoa disini. Saya percaya bahwa, Bapak dan Mama ada di dalam ruangan itu, yang selalu mendoakan dan menjaga kita semua,” ujar Ibu Florida mengakhiri. (Pkpsetdabelu/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *