KONDISI INFRASTRUKTUR JALAN TERUS MENGALAMI PENINGKATAN

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Olahraga Pariwisata Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA, Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2018 ini telah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan saat memberikan selayang pandang Kabupaten Belu dalam Rapat Kerja Gubernur NTT Bersama Bupati, Para Camat, Kepala Desa, Lurah dan Tokoh Agama serta Tenaga Kesehatan dan Tenaga Pendidik se-Kabupaten Belu di Graha Kirani Atambua, Selasa (11/2).

Wakil Bupati Belu membeberkan, jenis permukaan jalan dari total panjang jalan 479,57 km didominasi oleh permukaan jalan hotmix 331,29 km, permukaan kerikil 131,55 km dan permukaan tanah 16,73 km.
“Sementara kondisi jalan baik sepanjang 237,80 km, sedang 69,2 km, rusak 46,16 km dan rusak berat sepanjang 132,83 km,” ungkap Ose Luan.

Dalam hal pengendalian terhadap kelangkaan air bersih/air minum, hingga saat ini kata Wabup Ose bahwa, atas kerjasama dengan Kementerian PUPR melalui Balai PPW NTT telah dibangun SPAM Weoe, SPAM Wekiar, SPAM Wefia, dan SPAM Molosoan. Upaya ini, menurutnya, telah memberi dampak positif kepada masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih/air minum.

Disampaikan juga, Pemerintah Kabupaten Belu saat ini tengah menempatkan fokus pembangunan kepada sektor pariwisata dan kebudayaan. Terdapat beberapa obyek wisata baru unggulan yang dipersiapkan untuk mendukung program Ring Of Beauty Provinsi NTT antara lain Padang Fulan Fehan dan Wisata Rohani Patung Bunda Maria Teluk Gurita. Kehadiran obyek wisata baru berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Pelestarian kekayaan budaya daerah juga menjadi langkah strategis dalam menunjang perekonomian dan kepariwisataan melalui penyelenggaraan event festival seni dan budaya yang menampilkan ragam tarian khas Belu, corak dan motif kain tenun yang menawan dan variatif, pada perayaan HUT RI Ke-72 di Jakarta. Tahun 2019 lalu,150 penari asal Belu diundang untuk berpartisipasi memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke 72, 25 penari Belu tampil dalam acara Opening Asian Games hingga 6 penari dipersiapkan untuk mempromosikan budaya Belu di Asia, Australia dan Eropa. Strategi pelestarian kekayaan budaya daerah ini merangsang para pengrajin tenun ikat meningkatkan produksi tenun ikat berkualitas untuk menjawab permintaan pasar dalam dan luar negeri yang semakin meningkat,” jelas Wabup.

Terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dalam menjawab pasar tenaga kerja, telah dilakukan melalui pelatihan UKM, pelatihan tenun ikat, pelatihan pencelupan benang, pelatihan meubeler, pelatihan kelompok nelayan, pelatihan keterampilan petani, pelatihan pengolahan sampah plastik, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur kabupaten/desa.

Wabup juga menyampaikan, menghadapi pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di bulan September 2020 mendatang, Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan dana hibah kepada KPU sebesar 16 Miliar. Hingga saat ini KPU Kabupaten Belu telah berproses sampai dengan tahapan pembentukan PPK, PPS dan KPPS.
“Jumlah pemilih sesuai DPT tahun 2019 sebanyak 134.122 pemilih sementara dan untuk DPT 2020 masih dalam proses singkronisasi DP4 oleh KPU RI. Jumlah TPS sebanyak 370 titik. Kondisi kesiapan ini diharapkan akan mampu menyelesaikan proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara baik,” kata Wabup Ose.

Menyinggung kompleksitas permasalahan dan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Belu, Wabup Ose mengungkapkan bahwa, capaian program dan kegiatan pembangunan yang telah difasilitasi oleh pemerintah daerah pada dasarnya belumlah maksimal. Keterbatasan SDM, pendanaan, alih fungsi lahan yang semakin tinggi, keterbatasan personil di lapangan, keterbatasan benih unggul dan banyaknya irigasi yang rusak baik primer, sekunder maupun tersier merupakan kendala utama yang dihadapi saat ini.
“Upaya yang akan dilakukan pemerintah daerah adalah dengan usulan pembangunan bendungan irigasi Welikis di Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat. Dalam kaitan itu, pemerintah daerah beserta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Belu sangat mengharapkan kiranya Gubernur NTT dapat memberikan bantuan berupa Pembangunan bendungan irigasi; Bantuan Alsintan, benih dan sarana pendukung lainnya; Perbaikan irigasi primer, sekunder dan tersier yang rusak; Perbaikan jaringan irigasi Sirani; Peralatan dan mesin pertanian; Bantuan pupuk bagi petani,” pungkasnya. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *