KONTES TERNAK, BUKTI BELU LUMBUNG TERNAK SAPI NASIONAL

Ekonomi Pembangunan Pariwisata Sosial Budaya

KAKULUK MESAK, Sejumlah ternak sapi bali mengikuti kontes ternak sapi tahun 2019 di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Rabu (29/5/2019).

Kontes ternak yang diikuti ratusan ekor ternak sapi se-Kabupaten Belu itu dimaksudkan untuk menggugah perhatian peternak akan pentingnya perbaikan produksi dan produktivitas ternak serta mendorong peternak menghasilkan sapi bernilai ekonomis tinggi.

Pada kontes ternak sapi yang digelar tanggal 27 hingga 29 Mei 2019 di kawasan Wisata Sukaerlaran ini, diikuti sebanyak 72 ekor mewakili 69.621 (Belu Dalam Angka, 2017) populasi ternak sapi di Belu ikut serta. Terdapat 6 (enam) kategori ternak yang diperlombakan yakni : Sapi Bali Jantan Bibit, Sapi Bali Betina Bibit, Sapi Bali Betina Induk, Sapi Bali Pejantan, Sapi Bali Penggemukan serta Sapi Cross/Silang Penggemukan. Sapi-sapi yang ditampilkan merupakan sapi andalan dari tiap-tiap kecamatan.

Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan menilai, penyelenggaraan Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Belu tahun 2019 ini, merupakan momentum yang sangat tepat. Mengingat Kabupaten Belu adalah salah satu daerah pengirim sapi potong keluar daerah, terutama pulau Jawa dan Kalimantan.

“Sesuai data realisasi pengiriman ternak sapi antar pulau saat ini masih berkisar pada berat hidup antara 275-300 kilogram dari kuota tiap tahun sekitar 4.500 ekor. Ini menjadi tantangan sekaligus menjadi peluang usaha bagi para peternak sapi,” ungkapnya.

Kontes ternak Sapi Bali diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beternak sapi sekaligus dapat mengangkat nama Kabupaten Belu baik di tingkat regional maupun nasional, khususnya di bidang peternakan.

“Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya memajukan sektor peternakan khususnya pengembangan ternak Sapi Bali melalui berbagi program dan kegiatan secara berkelanjutan. Salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kulaitas ternak antara lain melalui lomba atau kontes terak,” ujar Wabup Ose.

Kata dia, kontes ternak dan pameran produk ternak merupakan media promosi penyampaian informasi potensi investasi di sector peternakan. Selain itu juga sebagai sarana interaksi dan transaksi bisnis antara berbagai pihak.

“Melalui ajang ini pula, Pemerintah ingin memberi apresiasi dan motivasi kepada masyarakat khsusunya para peternak sapi untuk terus memajukan usahanya serta mengadopsi perkembangan teknologi peternakan yang terus berkembang,” tambahnya.

Penetapan Pemenang Kontes Ternak Sapi Tahun 2019 adalah sebagai berikut :

PEMENANG KATEGORI BIBIT JANTAN BALI : Aloysius Hermanus, asal Tenukiik, Kota Atambua (Peringkat 1), Markus Gama, asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Peringkat 2), Antonius Talo asal Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen (Peringkat 3), Jefrianus Susanto Bere asal Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi (Peringkat 4), Aloysius Asa asal Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk (Peringkat 5) dan Frederikus Asten asal Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat (Peringkat 6).

PEMENANG KATEGORI BIBIT BETINA BALI : Vinsensius M. Buti asal Desa Tohe, Kecamatan Raihat (Peringkat 1), Simon Petrus Asa Bauk asal Desa Ekin, Kecamatan Lamaknen Selatan (Peringkat 2), Gabriel Bere asal Desa Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan (Peringkat 3), Yeremias Fahik asal Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat (Peringkat 4), Ferdi Manek asal Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat (Peringkat 5) dan Firmina Lose asal Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua (Peringkat 6).

PEMENANG KATEGORI PEJANTAN BALI : Ferdinandus Bere asal Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi (Peringkat 1), Kandidus Neolaka asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Peringkat 2), Yohanes Mau Buti asal Kelurahan Tenubot, Kecamatan Kota Atambua (Peringkat 3), Silvester Abola asal Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak (Peringkat 4), Rm. Yohanes Pilis asal Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat (Peringkat 5) dan Genoveva Mera Mane asal Desa Tohe, Kecamatan Raihat (Peringkat 6).

PEMENANG KATEGORI INDUK BETINA BALI : Siprianus Un Molo asal Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk (Peringkat 1), Flori Leki asal Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat (Peringkat 2), Jose Gonsalves asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak (Peringkat 3), Gregorius Manek asal Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat (Peringkat 4), Hendrikus Nahak asal Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan (Peringkat 5) dan Herman Haki asal Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat (Peringkat 6).

PEMENANG KATEGORI PENGGEMUKAN BALI : Kons Pires asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Peringkat 1), Novianus Mau asal Desa Sisi Fatuberal, Kecamatan Lamaknen Selatan (Peringkat 2), Dominikus Bele asal Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen (Peringkat 3), Benyamin Bria asal Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk (Peringkat 4), Rofinus Fuin asal Desa Dualasi Raiulun, Kecamatan Lasiolat (Peringkat 5) dan Paskalis Fahik asal Desa Lidak, Kecamatan Atambua Selatan (Peringkat 6).

PEMENANG KATEGORI PENGGEMUKAN CROSS : Joni Seran asal Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi (Peringkat 1), Yohanes Bere Koli asal Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur (Peringkat 2), Yohanes de Araujo asal Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua (Peringkat 3), Anastasia Kolo asal Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk (Peringkat 4), Benyamin Suri asal Desa Toheleten, Kecamatan Raihat (Peringkat 5) dan Aplonia Soi Bere asal Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan (Peringkat 6). (Pkpsetdbelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *