Bupati Belu, Willybrodus Lay selaku Pembina Apel Awal Bulan April

KPK “GANJAR” SKOR 60 UNTUK PEMKAB BELU

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) menetapkan Kabupaten Belu menduduki peringkat terbaik pencegahan korupsi dari 22 Kabupaten/kota di NTT dengan memberi skor 60. Pencapaian prestasi tersebut disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dihadapan seluruh Pejabat Eselon II, III, IV, Staf ASN dan para Tenaga Kontrak dalam Apel Awal Bulan April yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Belu, Senin, (1/4/2019).

Bupati Belu menjelaskan, skor penilaian itu disampaikan dalam agenda rapat pencegahan korupsi di Kupang belum lama ini.

“Saya (Bupati Belu, red) dan Wakil Bupati Belu menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pimpinan OPD dan Staf yang punya tekad bersama terhadap upaya pencegahan korupsi,” ucap Bupati Willy.

Lanjut Bupati, dari 22 Kabupaten/Kota se NTT, Kabupaten Belu mendapat skor yang diberikan KPK sebesar 60. Secara nasional, rata-rata skor 58.

“Nilai kita masih di atas nasional dan untuk NTT kita jauh di atas. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh Pimpinan OPD dan semua staf agar kita jangan berhenti di skor 60, karena hari ini kita terbaik, besok lusa kalau kita merasa puas diri, maka pasti ada Kabupaten/Kota yang lain bisa lebih baik dari kita,” ungkapnya.

Untuk itu, mimpi sederhana kita adalah Kabupaten Belu harus berada di posisi 50 besar Indonesia dalam upaya pencegahan terhadap korupsi.

“LHKPN tahun 2017, kita diperingkat 3, peringkat pertama Sabu Raijua, Kedua Ngada dan Ketiga Kabupaten Belu diposisi 87 persen, masih ada 10 ASN yang tidak memasukkan LHKPN. Tahun 2018. Kita sudah bersurat, agar ASN wajib melaporkan LHKPN sehingga kita bisa mencapai 100 persen. Untuk tahun 2019, cakupan LHKPN akan diperluas. Semua auditor, bendahara, PPK atau kurang lebih 200 ASN di Kabupaten Belu harus menyampaikan LHKPN. Kita mulai dari sekarang, bulan April kita sudah harus siap diri sehingga pada 31 Maret 2020 kita tidak lagi tergesa-gesa. Kita harus melaporkan semua harta,” terang Bupati Belu.

Bupati Belu juga menyampaikan kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu untuk intens mempersiapkan para penari likurai yang akan tampil di Istana Negara pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74.

“Tanggal 2 April, Tim dari Karo Umum Kepresidenan dan Bekraf akan datang melihat secara langsung terkait persiapan para penari yang akan tampil di Istana Negara. Besok itu keputusan final apakah anak-anak kita yang membawakan tarian likurai layak tampil atau tidak di Istana. Kita doakan semoga tarian likurai ini bisa dipertontonkan di Istana nanti,” katanya.

Terkait Program Budidaya Kepiting Bakau, Bupati Willy mempertanyakan sejumlah tambak yang didalamnya tersebar “crab ball”. Menurutnya, crab ball tidak diletakkan dalam tambak, tetapi digantung pada pohon bakau dan diberi makan.

“Saya lihat itu crab ball kosong, tidak dikasih makan, ya mati kalau tidak dikasih makan. Program ini sudah berjalan hampir 3 tahun, saya baru satu kali makan kepiting dari crab ball. Saya cek di pasar, kepiting hasil dari crab ball itu tidak banyak. Seharusnya dengan program ini, Dinas Perikanan terus-menerus memberi pemahaman kepada masyarakat agar program ini bisa berjalan secara baik. Kalau dipelihara secara baik, 3 bulan sudah bisa panen,” jelasnya.

Terkait objek wisata jembatan mangrove, penataannya agar diperhatikan karena kendaraan banyak yang parkir sembarangan dan saya harap semua pimpinan OPD bisa bersinergi.

ÔÇťOrang datang kesana, mau makan ikan tapi tidak ada ikan, bakso dan kuliner lainnya. Kalau semua OPD terkait bekerja sama pasti penataannya bagus. Ini daya ungkit ekonomi yang harus dimanfaatkan,” tandasnya.

Terkait CoE 2019, Bupati meminta agar CoE 2019 direvisi sehingga festival/kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2019 ada OPD yang bertanggung jawab, baik terhadap kegiatan maupun dananya. (pkpsetdabelu/Michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *