KUNJUNGAN KERJA KE DESA DAFALA, INI YANG DISAMPAIKAN BUPATI WILLY

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

TASIFETO TIMUR- Bupati Belu Willybrodus Lay, SH  melakukan kunjungan kerja ke Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur,  Kabupaten Belu. Selasa (17/9/2019).

Kedatangan Bupati, untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan pembangunan yang ada di Desa Dafala.Dalam kunjungan kerjanya, Bupati mendengar langsung keluhan dan hambatan yang terjadi di Desa Dafala.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan, dirinya sudah beberapa kali datang ke Desa Dafala. Kehadirannya waktu itu untuk meninjau kebun para petani.

“Terima kasih kepada 3 kepala dusun yang sudah melaksanakan program pemerintah dengan membangun lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD ini penting, karena anak – anak sudah kita perkenalkan dengan pendidikan sejak dini, sehingga kelak jika tidak sekolah mereka merasa ada yang kurang. Oleh karena itu, Setiap dusun wajib ada PAUD,” ungkap Bupati Lay.

Selanjutnya, terhadap kegiatan PKH , Bupati Willy mengingatkan Dinas Sosial untuk memperhatikan usulan nama KK yang belum di akomodir dalam data base.

“Saya minta kepada dinas teknis agar membuat SOP dengan melibatkan aparatur TNI, Camat dan Desa untuk sama-sama mendata kondisi masyarakat di setiap dusun dan memverifikasinya, sehingga bantuan yang diberikan itu sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya,” ujarnya.

Selain itu, dari luas lahan basah 400 ha dan lahan kering 175 ha, Pemerintah Kabupaten Belu akan mengoptimalisisi secara bertahap masing-masing 10 ha,  mengingat masih terbatasnya dana Pemerintah.

“Pemerintah menyiapkan 1 traktor untuk membantu pengolahan lahan di Desa Dafala dan Lookeu, sehingga pada musim hujan pertama traktor sudah bisa langsung balik lahannya,” tandas Bupati.

Lanjut Bupati Willy, Desa Dafala harus mempunyai Produk Unggulan karena memiliki air yang melimpah. Seperti di Haekesak, produk unggulannya Cabai dan Tomat.

 “Setiap desa harus mempunyai produk unggulan terutama daerah yang memiliki banyak air. Kabag ekonomi tolong survey ke pasar untuk mengetahui produk apa yang kurang sehingga tidak tumpang tindih,” katanya.

Terkait jaringan listrik yang belum ada di Dusun Webua A, Kaisahe, Fatuanin dan Bubur Laka, Bupati Belu menyampaikan ada program CSR yakni pemasangan jaringan listrik secara gratis  dan Pemerintah Kabupaten Belu mendapatkan 500 unit.

“Untuk pembangunan infrastruktur jalan Motaoe – Dafala, Pemerintah merencanakan akan diprogramkan hotmix sepanjang 3 km dengan lebar 4 meter. Sementara sisanya akan dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Terhadap keberadaan 1371 ternak sapi di Desa Dafala, Bupati Belu mengharapkan agar Kepala Desa membua project percontohan dengan menanam rumput 1 hektar.

“Kita bisa tanam lamtoro, gala – gala, rumput kingres dan rumput odot, dan jagung pakan ternak masing – masing 1 hektar karena saya melihat disini potensinya sangat bagus,” tukasnya.

Di sektor pendidikan, Bupati Belu meminta kepada pembangunan pagar sekolah di Desa Dafala untuk diverifikasi oleh BP4D, jika sudah diusulkan.

“Mengenai guru teko, satu dua tahun ini kita lagi menyusun perangkatnya, sehingga baik yang sudah diangkat maupun yang baru diangkat, semuanya dapat mengikuti tes, sehingga mutu pendidikan kita pun semakin meningkat. Untuk laboratorium computer sekolah, dibuatkan proposal dan diusulkan sehingga dapat  di tindak lanjuti,” harap Bupati Willy.

Dibidang kesehatan, Willy Lay mengharapakan agar pola makan anak harus mendapat perhatian yang intensif, karena banyak anak yang kurang gizi, sehingga pertumbuhannya tidak normal.

“Anak-anak harus lebih banyak makan nasi, sayur dan ikan,” tandasnya.

Kemudian bagi ibu – ibu rumah tangga, agar bisa menenun menggunakan bahan pewarna alam, sehingga harga tenun dapat meningkat dibandingkan dengan menggunakan pewarna buatan dari toko.

“Bagi yang tidak bisa menenun mulailah belajar menenun, selain untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga juga untuk melestarikan budaya kita, sehingga anak cucu pun bisa meneruskannya. Dinas Perindag siap untuk memberikan pelatihan,” pungkasnya.

Informasi lain yang dihimpun, Desa Dafala memiliki jumlah penduduk sebanyak 1639 jiwa (415 KK). Warga penerima program PKH di wilayah tersebut sebanyak 97 KK, dan Penerima Rastra  sebanyak 132 KK.

Wilayah Desa Dafala memiliki luas 19,70 kilo meter persegi. Luas wilayah itu terbagi untuk pekarangan 84 Ha,  Lahan kering 175 Ha, Padang rumput 532 Ha, Tanah Kosong 502 Ha, Hutan 50 Ha, Perkebunan 75 Ha, Sawah 470 Ha dan lain – lain 80 Ha.  Jumlah kelompok tani sebanyak 42 kelompok, dengan rincian, 5 kelas lanjut dan 37 kelas pemula.

Dalam bidang pendidikan, Desa Dafala memiliki 3 unit PAUD, 2 unit SD, 1 unit SMP,  dengan rincian : Paud Wefulan (27 siswa/i), Paud Leonardus (16 siswa/i), Paud Aifunan nurak, berjumlah 27 orang, laki – laki 15 dan perempuan 12. Jumlah siswa/i SDI Debuklaran terdiri sebanyak 96 orang dan SDK Dafala sebanyak 187 orang. Sedangan SMPN Dafala memiliki jumlah siswa/i sebanyak 111 orang.

Untuk bidang Kesehatan, Desa Dafala memiliki, 1 Unit Polindes, 1 Unit Pustu dan 1 Unit Layanan Kesehatan di UPT Sanabibi (Pkpsetdabelu/Reynaldo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *