LAKUKAN PANEN RAYA JAGUNG, ASISTEN II SEKDA NTT APRESIASI LAPAS KELAS II B ATAMBUA

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pendidikan & Sosbud

PLH Bupati Belu, Frans Manafe S,Pi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Samuel Rebo, dan Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Merciana Dominika Jone, SH melakukan panen raya jagung hasil pembinaan kemandirian warga binaan masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Atambua, Sabtu (6/3).

 

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Samuel Rebo mewakili Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Atambua.

“Terimakasih karena apa yang diprogramkan oleh Lapas Atambua sejalan dan sinkron dengan  program ketahanan pangan nasional maupun program pemprov NTT untuk menjadikan NTT menjadi sentra jagung nasional,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, Pemprov mempunyai program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang juga memikirkan hingga aspek pemasarannya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup masyarakat NTT.

” TJPS itu tanam jagung panen sapi, dimana kita tidak hanya menanam jagung panen Jagung, namun hasil panen yang di dapat digunakan untuk membeli ternak berupa sapi untuk kemudian di kembangbiakan. Dalam program TJPS sudah disiapkan beberapa stakeholder yang akan siap membeli hasil produksi para petani, salah satunya BUMD yaitu PT. Flobamor,” terang Samuel Rebo.

 

Samuel Rebo juga menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Lapas Kelas II B Atambua menjadi contoh untuk institusi-institusi yang lain terutama dalam masa pandemi covid-19 saat ini.

“Sekali lagi apresiasi yang tinggi kepada Lapas Atambua. Apa yang dilakukan ini menjadi contoh untuk institusi lain terutama mendukung perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19 melalui Sektor pertanian yang dapat tumbuh secara baik dan telah dibuktikan oleh Kalapas Atambua,” tutur Samuel.

 

Menutup sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur meyakini bahwa warga binaan yang berada di Lapas Kelas II B Atambua akan kembali ke tengah masyarakat dengan ketrampilan yang cukup karena telah dibekali dengan baik.

“Kesan pertama masuk kesini sama seperti institut pertanian, sangat membuat suasana di dalam Lapas ini nyaman, tenteram dan memberikan motivasi yang tinggi untuk warga binaan beraktivitas. Setelah kembali dari sini diyakini warga binaan memiliki ketrampilan yang cukup karena telah dibekali dengan baik. Kami mendukung program yang dilakukan ini, kita akan komunikasi untuk hal-hal yang bisa dibantu,” tutup Samuel Rebo.

 

Dilaporkan Kepala Lapas Kelas II B Atambua, Edwar Hadi, A.MD.IP.,S.H bahwa jagung yang dipanen hari ini berjenis Hibrida bisi 18 dengan luas lahan tanam 10 hektar.

 

Lanjutnya, lahan ini digarap oleh 20 orang warga binaan Lapas Kelas II B Atambua sejak bulan november tahun 2020 dengan pengawasan yang ketat oleh petugas.

 

Edwar menuturkan bahwa selain jagung terdapat juga tanaman lain yang dikembangkan berupa padi dan palawija serta dibidang peternakan dan perikanan terdapat hewan ternak berupa Sapi, Kambing, Ayam potong dan Ikan Nila.

 

Untuk diketahui, kegiatan panen raya jagung hasil pembinaan kemandirian warga binaan masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Atambua diawali dengan sapaan adat Hase Hawaka dan pengalungan selendang, dilanjutkan dengan panen bersama jagung hibrida bisi 18 serta dalam kesempatan tersebut dilakukan juga pengresmian pondok asimilasi dan edukasi Lapas Kelas II B Atambua.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 1605 Belu, Kejari Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Kadis Pertanian Kab. Belu, Camat Atambua Selatan, Lurah Fatukbot, dan Perwakilan Polres Belu. (Prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *