LUAR BIASA PANGGUNG CROSSBORDER DI ATAMBUA

Pariwisata

ATAMBUA , Ribuan warga asal Negara Timor Leste dan puluhan ribu penonton banjir memenuhi panggung Crossborder Music Festival Atambua 2019. Sabtu (29/6/2019).  Pangung Crossborder kali ini menampilkan Grup Band Kotak, Artis Gerson Oliviera dari Timor Leste, Andmesh Kamelang dan Sanggar Tari Makerek Badaen asal Kabupaten Belu.

Panggung Crossborder Atambua bergetar dengan kemunculan salah satu grup band papan atas Indonesia, Kotak. Penampilan sang vocalis, Tantri mampu membius para penggemarnya. Suaranya tetap lantang, dengan aksi panggung yang energik. Nama Tantri melambung setelah menjadi vokalis grup musik Kotak. Tantri bersama Kotak menggebrak panggung musik Indonesia dengan genre musik rock modern dan gotik dalam nuansa yang sedikit berbeda. Bersama Kotak, Tantri telah meraih sejumlah prestasi. Pada tahun 2009, ia berhasil membawa Kotak menjadi pemenang untuk Best Rock Group dan Best Rock Album dalam acara AMI 2009. Diprediksi sekitar 20- ribu penonton membludak di konser tersebut.

Bintang tamu lainnya, Andmesh ikut membuat para penggemarnya histeris. Lagu-lagu romantis yang ia lantunkan membuat fansnya hanyut terbawa suasana. Andmesh terkenal setelah menjuarai ajang pencarian bakat menyanyi Rising Star Indonesia yang ditayangkan di stasiun televisi RCTI pada tahun 2016-2017.  ‘Cinta Luar Biasa’ adalah salah satu tembang andalan yang ia persembahkan.

Tak kalah aksi, kehadiran penyanyi asal Timor Leste, Gerson Oliviera menjadi penyempurna performance Crossborder Music Festival Atambua 2019. Para penonton asal Timor Leste  turut bernyanyi saat sang vocalis menghibur di atas panggung. Penyanyi yang pernah tampil di Dangdut Academy Asia 2 atau D’Academy Asia 2 tahun 2016 (DA Asia 2) membuat panggung crossborder menjadi lebih berwarna.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH mengaku bangga dengan gelaran Festival Musik Perbatasan Atambua 2019. Ia memuji kinerja Tim Kemenpar yang menghadirkan komposisi penyanyi yang sesuai dengan selera penonton.

“Event Konser Musik Perbatasan yang kedua ini sangat luar biasa. Warga perbatasan benar-benar terhibur dengan penampilan semua bintang tamu,” kata Willybrodus.

Tak lupa, orang nomor satu di wilayah perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu ini mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas perhatian yang besar terhadap wilayah perbatasan RI-RDTL.

“Ini adalah kepedulian seorang presiden melalui Kementerian Pariwisata.
Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pariwisata membuat event Crossborder dengan menghadirkan orang-orang hebat dan luar biasa di Kabupaten Belu ini. Gerson Oliviera dari Timor Leste, Andmesh dan Tantri vocalis Band Kotak,” ungkap Bupati Lay.

Pada kesempatan yang baik ini, Bupati Belu mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu yang pada tanggal 17 April lalu, telah menggunakan hak pilihnya dalam mengikuti pesta demokrasi dengan aman dan tertib.

“Selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih.  Bapak Joko Widodo terpilih lagi dan kita Kabupaten Belu menyumbang perolehan suara 80-an persen. Pak Presiden juga sudah menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu saat datang meresmikan Bendungan Rotiklot,” ungkap Bupati Willybrodus.

Ia menambah, mewakili masyarakat Kabupaten Belu, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden RI yang sudah banyak membangun  di daerah perbatasan ini.

“Kita ada PLBN yang megah, Bendungan Rotiklot, jalan sabuk merah perbatasan dan masih banyak lagi lagi yang sudah dibangun. Saya juga yakin, pasti masyarakat Belu masih menginginkan satu bendungan lagi, yaitu Bendungan Welikis, dan Presiden sudah mengiyakan akan membangun Bendungan Welikis di Lookeu. Saat ini sudah dalam tahap survey,” ujarnya.

Kabid Pemasaran Area II (Nusra dan Timor Leste) Kemenpar, Hendry Noviardy dalam sambutannya mengparesiasi sikap baik Pemerintah Kabupaten Belu yang mendukung setiap pelaksanaan program crossborder.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu karena telah mendukung pelaksanaan program Crossborder. Ini merupakan dukungan Pemerintah Kabupaten terhadap pelaksanaan nawacita, membangun dari perbatasan,” ucap Hendry.

Pelaksanaan kegiatan ini bukan saja hanya Konser Musik Perbatasan tetapi ada beberapa aktivitas yakni Bazar dan pagelaran seni budaya

“Kita berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah perbatasan, Atambua khususnya. Semoga di kegiatan-kegiatan mendatang, kita dapat bersinergi lagi dalam program-program kementerian,” imbuh dia.

Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk RDTL, Eben Rifky Taufan  menuturkan, Indonesia dan Timor Leste adalah negara tetangga. Perilaku negara bertetangga adalah bagaimana saling menghormati sebagai sesame bersaudara.

“Sebagai warga yang bersebelahan, kita harus menghormati setiap tata aturan hukum yang berlaku,  baik yang mau melintas ke Timor Leste maupun ke Indonesia. Kita patut berterima kasih kepada Pemerintah Timor Leste, karena warga Indonesia di sana selalu mendapat perhatian, karena banyak warga negara kita yang tinggal disana dan sudah berkeluarga mempunyai anak dan cucu yang berwarga negara Timor Leste tetapi orang tuanya masih berwarga negara Indonesia, tetapi pemerintah Timor Leste tetap memperhatikan dengan baik,” pungkasnya. (Pkpsetdabelu/Michello).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *