MASUK RPJPD TAHAP V, PEMKAB BELU GELAR FORUM PERANGKAT DAERAH

Covid-19 Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA – Guna menyelaraskan program dan kegiatan Perangkat Daerah melalui usulan program dan kegiatan hasil Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) menyelenggarakan Teleconference Forum Perangkat Daerah Tahun 2021 dalam rangka Penyusunan RKPD tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula BP4D Kabupaten Belu, Senin (8/3/2021). Kegiatan ini dibuka oleh Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi secara daring melalui aplikasi zoom meating.

Forum Perangkat Daerah Kabupaten Belu tahun 2021 ini mengangkat tema pemulihan ekonomi pasca covid-19 melalui percepatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan jaringan layanan sosial.

Plh. Bupati Belu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Forum Perangkat Daerah memiliki peran yang sangat strategis, terutama untuk melakukan sinkronisasi dan sinergitas antara hasil musyawarah rencana pembangunan rencana kerja Pemerintah Daerah tingkat Kecamatan yang telah dilaksanakan di 12 Kecamatan.

“Dilihat dari periodesasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah tahun 2005-2025, maka kita telah selesai melaksanakan RPJPD tahap I sampai tahap IV. Saat ini kita telah memasuki RPJPD tahap V yakni RPJMD tahun 2022-2026,” jelas Mantan Kepala BP4D.

Lanjutnya, RKPD Kabupaten Belu tahun 2022 merupakan tahun awal periode terakhir RPJPD dengan visi pembangunan jangka panjang yaitu Belu sebagai Kabupaten Perbatasan yang Maju, Mandiri, Adil, dan Sejahtera 2025. Tema RKPD tahun 2022 yaitu pemulihan ekonomi pasca covid-19 melalui percepatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan jaringan layanan sosial.

Pj. Sekda Belu itu menjelaskan bahwa sesuai petunjuk Pemerintah Pusat, RKPD tahun 2022 diarahkan pada 4 hal yaitu kemiskinan, lapangan kerja, Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), serta industri, dengan prediksi perekonomian kita relatif bebas dari tekanan pandemi Covid-19.

“Tahun 2022 merupakan tahun kunci bagi Indonesia untuk melakukan pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. RKPD Kabupaten Belu Tahun 2022 akan berkonsentrasi pada penanganan kesehatan melalui penguatan sistem kesehatan yang tetap menjadi fondasi bagi pemulihan dan transformasi ekonomi yang berkelanjutan,” tandasnya.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi memberikan sambutan saat membuka Kegiatan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Belu tahun 2021 melalui Aplikasi zoom meating, Senin (8/3/2021)

Plh. Bupati Belu juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah memprioritaskan program – program yang akan dilaksanakan pada 2022 benar – benar mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka pendek dan meletakkan fondasi transformasi sosial ekonomi dalam jangka panjang yang berdampak langsung dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

“Pembangunan di daerah, sebagai penjabaran dari pembangunan nasional, harus bisa bergerak dengan langkah yang sama, derap yang sama, dan detak yang sama. Pemerintah daerah harus memberikan kontribusi optimal untuk menyusun prioritas pembangunan dan memecahkan issu strategis yang dihadapi, Yaitu memperkuat sinergi lintas sumber pembiayaan, baik Dana Perimbangan dan program prioritas dari kementerian/lembaga guna mendukung prioritas pembangunan,” tandas Frans.

Menutup sambutannya, Plh. Bupati Belu menyampaikan bahwa kegiatan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Belu merupakan forum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan sesuai dengan amanat undang-undang yaitu sebagai wadah untuk duduk bersama, berdiskusi, merumuskan, membahas isu-isu aktual serta untuk melakukan klarifikasi dari pemerintah kabupaten terhadap usulan prioritas dari desa dan kelurahan hasil musrenbang kecamatan yang akan didanai dari ABPN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten, yang pada gilirannya akan melahirkan berbagai program prioritas yang akan dilaksanakan guna menjawab permasalahan pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa kondisi keuangan dan ekonomi Kabupaten Belu tergantung pada harga komoditi nasional, kebijakan transfer dana pusat ke daerah, serta perubahan regulasi yang mempengaruhi kewenangan dan kelembagaan, mengharuskan kita perlu mencermati kembali prioritas pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah. Program-program yang direncanakan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2022 haruslah dalam koridor upaya mendukung pencapaian sasaran dan target dari RPJPD Kabupaten Belu tahun 2005-2025,” tutup Asisten II Sekda Belu tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Belu (BP4D), Ir. Florianus Nahak, M.Si menyampaikan bahwa RPJPD tahap V menjadi acuan mutlak untuk melakukan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Belu tahun 2021.

“RPJMD tahap V masih dalam takaran RPJMD Teknokratik karena sampai dengan saat ini putusan MK belum ada sehingga kita belum bisa membreakdown visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Oleh karena itu, RPJPD tahap V menjadi acuan mutlak untuk kita dapat melakukan Forum Perangkat Daerah ini,” terang Flori Nahak.

Lebih lanjut, Kepala BP4D itu menyampaikan bahwa didalam rancangan awal RKPD Kab. Belu tahun 2022 dapat dilihat bahwa capaian-capaian yang sudah dicapai sampai dengan tahun 2019 menjadi acuan pokok, namun sejak tahun 2019 sampai 2020 bahkan 2021 terjadi pergeseran keuangan dengan adanya refocusing pembiayaan yang begitu masif, hal ini akan berakibat pada pencapaian target kinerja yang akan dilihat pada akhir periode dari perencanaan.

“Pada tahun 2021 kita diperintah dengan 3 regulasi baik Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Provinsi untuk merefocusing anggaran, tentu ini berdampak pada kegiatan yang akan berlangsung pada tahun 2021 ini. Dengan demikian kita tidak berandai-andai untuk merancang yang besar-besar LKPD di tahun 2022 karena refocusing anggaran akan berdampak pada pengurangan pembiayaan tiap –tiap program kegiatan,” jelasnya.

Kepala BP4D itu juga mengingatkan agar tiap-tiap OPD wajib untuk hadir secara bertahap per tiap-tiap bidang dalam pelaksanaan desk, juga kepada seluruh peserta untuk intens melakukan koordinasi dan diskusi desk di tiap-tiap desk dan memperhatikan usulan supra desa dan usulan kecamatan disinkronkan dengan pokok pikiran DPRD, sehingga bisa menghasilkan LKPD Kabupaten yang bisa dibawah ke musrenbang Kabupaten, dan selanjutnya ke provinsi melalui musrenbang provinsi.

Untuk diketahui, Forum Perangkat Daerah Kabupaten Belu tahun 2021 dilaksanakan mulai hari ini sampai tanggal19 Maret 2021. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *