MAUKURU SAMPAIKAN PESAN PENTING GUBERNUR LAISKODAT

Kesehatan

ATAMBUA, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Maukuru menyampaikan pesan penting Gubernur Provinsi NTT, Victor B. Laiskodat di malam penutupan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Se Provinsi NTT Tahun 2019 di  Ballroom Hotel Matahari, Kamis (21/3/2019).

Pelaksanaan Rakerda selama  hari 3 hari dengan melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat di Kabupaten Belu ini adalah sesuai pesan dan harapan Gubernur NTT.

“Sebagai implementasi dari apa yang dipesan oleh Bapak Gubernur kepada saya selaku Kepala Perwakilan BKBBN di NTT. Beliau mengatakan, Pak Kepala, masih mungkinkan kita gencarkan kembali program ini seperti dulu dan jika masih bisa, jangan kita hanya bertemu dengan stakeholder tetapi kita bertemu juga dengan tokoh-tokoh yang berada di lapangan. Ini pesan beliau dan kami melakukan evaluasi pelaksana pada tahun 2018 juga menyusun strategi untuk tahun 2019,” ungkap Maukuru.

Maukuru menambahkan, hasil evaluasi rakerda menyepakati  bahwa kekurangan-kekurangan pada tahun 2018 akan dibenahi pada tahun 2019 dan kemajuan pada tahun 2018 akan ditingkatkan pada tahun 2019.

“Tujuannya hanya satu, untuk membuat NTT Bangkit, NTT Sejahtera. Rakyat akan sejahtera kalau kita kembangkan program KKBPK,” katanya.

Dalam pesan dan kesan di malam penutupan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT,  juga  melaporkan kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari di Atambua, Kabupaten Belu.

“Secara marathon kami melaksanakan beberapa kegiatan. Hari pertama bersama IP KB Provinsi NTT, terus malamnya acara Gala Dinner yang diselenggarakan oleh Pemkab Belu. Kemarin kegiatan Rakerda dibuka tetapi nuansanya lebih pada kemitraan karena kemarin kami mengundang seluruh mitra dari level yang paling atas sampai level yang paling bawah,” jelasnya.

Marianus Maukuru juga mengapresiasi kesan bahagia, bangga, dan senang. Menurutnya, pada kegiatan Rakerda kali ini diluar dugaan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu begitu menerima  semua peserta  dalam keadaan yang luar biasa.

“Terima kasih Bapak Bupati, Wakil Bupati bersama seluruh jajaran. Ini menunjukkan bahwa Belu itu memang benar-benar Sahabat. Kami diterima dengan begitu hangat penuh kekeluargaan, persahabatan, kami diberikan pengalungan dan kami tidak akan melupakan ini setelah kami kembali. Sebagai pesan,  kami berharap program KKBPK ini akan kembali mengelinding di Kabupaten Belu.  Belu akan menjadi contoh teladan dan model untuk kabupaten lain di NTT. Saya yakin karena Bupati dan Wakil Bupati memiliki semangat yang begitu tinggi untuk membangun terutama memiliki perhatian yang cukup besar terhadap pelaksanaan program KKBPK di Belu,” ujarnya.

Lebih jauh terkait keberadaan kelembagaan OPD KB, Marianus menjelaskan bahwa secara kelembagaan OPD KB berdiri sebagai Dinas Otonom sendiri tanpa digabung dan ini tentu  harap  tetap dipertahankan sampai kapan pun.

“Yang kedua, saya juga mendapatkan laporan bahwa dukungan APBD 2 tidak kecil untuk Kabupaten Belu, untuk itu kami berikan apresiasi. BKKBN sering melakukan lomba terutama untuk kalangan remaja, namanya lomba Duta Genre. Kami berharap, meskipun juara atau tidak, tetapi Belu harus mengambil bagian. Sebagai generasi penerus bangsa dan disisi lain mereka akan dihadapkan pada tantangan hidup yang tidak kecil yakni pergaulan bebas yang kian marak, yang membuat mereka sering lupa akan etika pergaulan sehingga banyak  anak-anak remaja kita yang hamil pada usia 15 tahun, apalagi di era 4.0 ini, perkembangan IT sangat hebat dan pesat,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Kepala BKKBN Provinsi NTT menyampaikan bahwa, menurut rencana, lokasi pelaksanaan rakerda untuk tahun 2020 akan di gelar di Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Rencananya di Sumba Barat Daya tetapi tahun depan juga akan dilaksanakan BBGRM, Harganas dan HKG PKK Tingkat Provinsi NTT. Saya akan komunikasikan dengan Pak Bupati terpilih, mudah-mudahan dua momentum besar ini bisa diterima sekaligus di Kabupaten Sumba Barat Daya,” pungkasnya. (pkpsetdabelu/michello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *