Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan saat membuka Bimtek Panitia Pemilihan Kepala Desa

PANITIA PILKADES HARUS NETRAL

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA,  Panitia Pemilihan Kepala Desa harus bersikap netral. Penegasan itu dikemukakan Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Panita Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Gedung Romei Theater Atambua, Kelurahan Kota Atambua, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Kamis (20/6/2019). 

Kegiatan Bimtek diikuti 519 orang yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota Panitia Pilkades dari 33 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak.

Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan saat membuka Bimtek Panitia Pemilihan Kepala Desa se Kabupaten Belu di Romei Theater, Kamis, (20/6/2019)

Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan  menyampaikan, kita telah melewati pemilihan Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, semua itu sudah berjalan sukses.

“Hari ini kita dibimbing menjadi panitia pelaksana Pilkades yang akan dilaksanakan di 33 desa. Panitia telah dibentuk melalui satu proses demokrasi, bukan ditunjuk oleh Kepala Desa atau Penjabat Kepala Desa tapi melalui satu proses oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD),” ungkapnya.

Ia menambah,  Bapak Ibu yang hadir disini adalah orang-orang netral yang diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas dalam melaksanakan kegiatan Pilkades.

“Panitia harus netral. Kalau dicalonkan dan mempunyai calon harus mundur,” tukas Wabup Ose

Ia menjelaskan, pelaksanaan proses Pilkades tidak beda dengan Pilkada, Pileg dan Pilpres. Gunakan pengalaman itu untuk melaksanakan tugas.

“Para panitia diberikan Bimtek agar bisa mengeliminir kekurangan-kekurangan yang selama ini terjadi. Pilkades itu agak rumit juga. Terkadang ada panitia yang tidak netral dan kita akan jumpai banyak persoalan dan kejanggalan, sehingga hal-hal itu harus terus dikomunikasikan, tidak boleh dipolitisasi,” tegasnya.

Wabup Ose mengingatkan bahwa panitia akan lebih disoroti saat pelaksanaan pemilihan, terlebih pada saat  hari pencoblosan.

“Panitia itu mengurus dan mengatur semua tentang Pilkades, serta tidak boleh menerima titipan dari orang untuk mengamankan calon-calon tertentu. Fokus pada tugas dan ikuti bimtek ini secara baik dan jika pada pelaksanaan menemui kendala konsultasikan dengan Kepala Desa, Camat dan panitia kabupaten,” ujarnya.

Peserta Bimtek Pemilihan Kepala Desa dari 33 Desa yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak

Wabup menambah, untuk pencalonan, tidak ada lagi batasan anak daerah atau anak desa. Siapa saja bisa mencalonkan diri dan prosesnya terbuka dan transparan serta tahapannya harus berjalan sesuai aturan bukan keinginan.

“Hal itu dimaksudkan agar, kita menghasilkan orang yang betul-betul diinginkan oleh rakyatnya. Panitia harus intens berkomunikasi dengan Kades dan Camat untuk melancarkan proses pemilihan kepala desa. Ingat, Pilkades itu dilaksanakan oleh panitia pemilihan bukan oleh kepala desa. Kepala Desa hanya untuk membimbing dan mendampingi tidak mencampuri pekerjaan panitia, tetapi kalau panitia terlambat kepala desa dan camat wajib mengingatkan panitia. Tunjukkan bahwa panitia pilkades adalah panitia-panitia hebat dan terpercaya,” tandasnya. (pkpsetdabelu/michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *