PEMDA BELU SALURKAN JPS BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19

Covid-19 Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA – Sebagai upaya membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi dan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Kelurahan Berdao menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada 397 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH kepada perwakilan KPM di Kantor Lurah Berdao Kecamatan Atambua Barat, Jumat (25/6).

Seperti penyaluran bansos sebelumnya, Bupati Belu setibanya dilokasi langsung menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan melakukan pengukuran suhu tubuh. Setelahnya, dilanjutkan dengan pengecekan nama – nama KPM di papan informasi kelurahan dengan tujuan transparansi penyaluran bansos dan sebagai alat kontrol masyarakat jika terjadi kekeliruan.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa JPS ini disalurkan dengan sangat berhati – hati sehingga baru terealisasi hari ini.

“Mohon maaf karena bantuan ini baru disalurkan, dan masyarakat harus menunggu karena kami sangat berhati –hati dalam pendataan serta melakuan verifikasi data secara cermat, sehingga tidak terjadi pendobelan,” terang Willy Lay.

Lanjutnya, sumber dana JPS berasal dari rasionalisasi anggaran pada APBD Pemkab Belu tahun 2020.

“Bantuan JPS ini berasal dari DAU program pembangunan tahun ini yang dirasionalisasikan anggarannya untuk pertahanan kesehatan kita. Jadi, gunakan sebaik – baiknya untuk menjaga diri tetap sehat, jangan gunakan uang ini untuk minum mabok dan judi, tapi untuk belanja kebutuhan yang diperlukan,” tegas Willy.

Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD Kabupaten Belu ini dibuat dalam dua skema yaitu Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi.

“Dana Bansos ini dibuat 2 skema bantuan, yaitu JPS dan dampak ekonomi. Jadi JPS ini juga bisa untuk para disabilitas dan yang sudah berkeluarga namun terkendala adat dan lainnya sehingga belum memiliki KK, lurah tolong data dan bantu urus surat keterangannya. Sedangkan Dampak Ekonomi ini untuk pelaku usaha dan UMKM yang dalam situasi covid ini pendapatannya pun ikut menurun. Lurah bersama RT/RW dibantu relawan covid kelurahan untuk mendata ini sehingga dimasukkan ke kantor BP4D,” jelas Willy.

Willy Lay juga menghimbau agar masyarakat tetap mamatuhi protokol kesehatan sehingga Kabupaten Belu tercinta ini tetap berada dalam zona hijau.

“Himbauan kepada seluruh warga masyarakat untuk menjaga daerah ini agar tetap zona hijau dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam aktivitasnya setiap hari.  Begitupun dengan relawan covid di kelurahan untuk bekerja ekstra dan mendata serta mengecek setiap orang baru yang masuk dengan meminta surat sehat pada orang tersebut saat masih berada di zona merah,” imbuh Willy menutup sambutannya.

Untuk diketahui, Total penerima bantuan sosial di kelurahan berdao sebanya  523KK, dengan rincian KPM yang menerima bantuan JPS di Kelurahan berdao berjumlah 397 KK, Program Keluarga Harapan (PKH) 18 KK, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 18 KK, Perluasan Sembako 7 KK, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) 83 KK.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Fridolina M.M. Faturene, Kepala Dinas Sosial, Sabina Mau Taek, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, SE, Camat Atambua Barat, Perwakilan BP4D, Babinsa, Babinkamtibmas serta insan pers. (Prokompimbelu/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *