PEMERINTAH PERIORITASKAN TENAGA GURU

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA,  Pemerintah Kabupaten Belu tengah memperioritaskan tenaga guru honorer komite yang sudah lama mengabdi. Perhatian  dan kepedulian itu terkait dengan program peningkatan sumber daya manusia di daerah perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH  mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu sangat peduli dengan nasib para guru honorer yang sudah lama mengabdi. Kepedulian Pemerintah Daerah ini diwujudkan dengan merekrut 200 guru honorer sebagai tenaga kontrak daerah.

“Untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju, yang paling berperan adalah sektor Pendidikan. Lewat pendidikan, sumber daya manusia bisa berubah untuk membangun negara ini. Melalui pendidikan, SDM  kita bisa meningkat  untuk membangun bangsa dan negara,” ujar Bupati Willy dalam acara Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-74 di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Sabtu (17/8).

Bupati Lay mengetengahkan, Pemerintah Kabupaten Belu  telah menganggarkan biaya  bagi para guru honorer komite. Total guru komite yang terdaftar di dapodik sebanyak 301 orang, sementara total guru yang tidak terdaftar di dapodik, berkarya hanya karena panggilan hati dan ingin mengabdi kurang lebih lima ratusan orang.

“ Total guru-guru yang terdaftar sebagai guru komite kurang lebih lima ratusan, namun yang kita anggarkan 200 dan 4 orang tenaga administrasi. Masih ada 300-san orang,  semoga tahun depan ada tambahan anggaran dan semuanya bisa terakomodir. Untuk tahap pertama ini, kita mengangkat guru komite berdasarkan lama pengabdian, sehingga membutuhkan verifikasi yang lama, sedangkan tahun depan kita bisa gunakan sistem uji kompetensi dalam perekrutan,” katanya.

Para guru menjadi perioritas saat ini, mengingat nasib anak-anak didik di wilayah perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu.

“Jika para guru tidak diperhatikan, bagaimana mereka bisa memperhatikan anak- anak kita dan  saya percaya, bahwa bapak mama yang ada disini juga mempunyai panggilan hati untuk membangun bangsa dan negara kita tercinta. Mari kita bangun dari perbatasan, kita hidup diperbatasan tetapi kita tidak terpinggirkan, karena perhatian pemerintah pusat sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu pula, Bupati menyampaikan  permohonan maaf terkait penanganan masalah air bersih di Kota Atambua. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah, namun pemenuhan air bersih masih jauh dari harapan.

“Pada musim kemarau sumber mata air mulai kering, kita mau ambil air dari mana. Kita perlu sedikit bersabar.  Pembangunan Bendungan Welikis, tahun ini sudah masuk tahap perencanaan dan tahun depan sudah masuk tahap pelelangan konstruksi,” terangnya.

Sambung Bupati Willy, Pemerintah Kabupaten Belu sudah mengusulkan, tetapi yang punya kewenangan untuk mengabulkan usulan ini adalah Presiden. Beberapa bulan lalu saat pengresmian bendungan Rotiklot, Presiden telah menyetujui untuk menambah satu bendungan lagi di Kabupaten Belu.

“Kabupaten Belu sudah dapat bendungan, ditambah satu bendungan lagi, itulah keunggulan tinggal di kota perbatasan. Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada kita yang ada diperbatasan. Demikian yang saya sampaikan, apabila dalam menjalankan pemerintahan ada kata-kata, tindakan, perbuatan yang menyinggung bapak, mama dan masyarakat, dihari yang berbahagia ini, diusia RI yang bertambah 1 tahun (74, Red), saya dan Wakil Bupati Belu memohon maaf, kiranya kita saling memaafkan dan mari membangun negara kita tercinta ini,” pungkasnya. (Pkpsetdabelu/Reynaldo).

1 thought on “PEMERINTAH PERIORITASKAN TENAGA GURU

  1. Salam Kemerdekaan!
    Saya sangat setuju sekali kalau Pemerintah ingin memperjuangkan nasib kami, saya ibu Viktoria Nahak, S. Pd, guru tenaga kontrak pada SMP NEGERI KIMBANA, sejak tahun 2009 hingga saat ini, terimakasih. TABE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *