PEMKAB BELU ‘KOMIT’ CEGAH PERDAGANGAN ORANG

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum
Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi Migrasi Aman dan TPPO di Desa Asumanu

RAIHAT, Pembekalan informasi terhadap calon pekerja migran di wilayah perbatasan RI-RDTL menjadi penting. Dengan pemahaman yang memadai tentang migrasi, diharapkan pekerja migran dapat bekerja dengan aman selama bermigrasi. Upaya sosialisasi ini juga diharapkan akan mengurangi berbagai praktik penanganan tidak adil terhadap buruh migran asal Kabupaten Belu

Untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang, Pemerintah Kabupaten Belu bersama International Organization For Migration (IOM) menggelar Sosialisasi Migrasi Aman dan Tingkat Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Desa Asumanu Kecamatan Raihat, Kamis (28/02/2019, sebagai perwujudan komitmen perlindungan pemerintah terhadap masyarakat.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas terkait cara bermigrasi secara aman serta mengetahui tingkat pidana perdagangan orang.

Wabup mengatakan, perubahan dunia sekarang juga mempengaruhi pola perilaku manusia yang membawa kekhawatiran baru bagi dunia. 
“Akhir – akhir ini ada hal – hal tertentu dengan tindakan dan perbuatan tertentu menjadi perhatian dunia, contohnya sampah yang kita anggap biasa –biasa saja namun hal itu saat ini mengkhawatirkan dunia, kekhawatiran dunia ini juga timbul karena kegiatan perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain,” ungkap Wabup Ose.

Lanjutnya, Tuhan menciptakan dunia ini dengan keseimbangan yang sempurna, hanya kita yang diberikan akal budi itu yang berbuat tidak searah dengan peraturan.
“Sebenarnya Tuhan memberikan kita akal yang baik, tapi kemudian secara tau ataupun tidak kita berbuat untuk melawan hal itu, termasuk didalamnya melakukan perdagangan orang,” katanya.

Mantan Sekda Belu ini, menyayangkan perkembangan dunia yang semakin maju dan terus berubah. Menurutnya, setiap waktu ini tidak diimbangi dengan perbuatan – perbuatan manusia yang taat aturan sehingga terjadinya berbagai pelanggaran.
“Saat pembukaan kegiatan kita menyanyikan lagu Indonesia Raya, saya melihat semua yang ada ditempat ini menyanyikan hingga selesai, artinya kita semua sadar kita adalah orang indonesia yang mempunyai aturan – aturan untuk tidak dilanggar warga negaranya, Untuk itu berkaitan dengan aktivitas kita hari ini jika ingin bekerja ataupun melakukan hal lainnya diluar negeri perlu mengikuti proses dan mekanisme yang benar yaitu melalui oraganisasi IOM ataupun Dinas Nakertrans dan organisasi – organisasi sah lainnya yang ditunjuk oleh pemerintah,” imbuh Mantan Sekda Belu.

Diakhir sambutannya Wabup Ose menghimbau agar masyarakat yang hadir dapat mengikuti sosialisasi dengan baik, dan apa yang didapat dalam sosialisasi di sampaikan kepada anak – anak dan saudara –saudara dirumah agar mereka juga tau dan paham, sehingga segala sesuatu yang dilakukan mengikuti mekanisme dan aturan yang ada dan tidak ilegal.

Ketua International Organization for Migration (IOM) Kabupaten Belu, John Klau menjelasjan, sejak bukan Februari 2018, IOM telah melakukan kerjasama dengan Pemkab Belu. IOM mendukung program – program yang dilaksanakan di tingkat Desa.
“Salah satu yang menjadi perhatian IOM adalah Desa Asumanu.Desa tersebut tergolong desa Desmigratif (desa migran produktif), yang mana sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri. Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri,” jelas John Klau.

John menambah, IOM telah mengunjungi dan membantu kelompok Purna TKI korban perdagangan orang di Desa Fatuketi, hingga saat ini IOM juga masih membuka ruang bagi kelompok – kelompok korban perdagangan orang yang masih ingin berusaha untuk diberi dukungan dan bantuan melalui kelompok – kelompok usaha yang dibentuk.
“Kegiatan lain yang dilakukan IOM adalah mendorong adanya gugus tugas ditingkat kabupaten. terkait tindak Pidana Perdagangan Orang, diharapkan adanya kelompok kerja dilevel desa yang mengurus tindak pidana perdagangan orang, dan mendorong adanya peraturan desa tentang bermigrasi secara aman yang telah di sampaikan dalam pertemuan – pertemuan sebelumnya di Desa Asumanu,” ujar Klau

Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri Perwakilan International Organization For Migration NTT, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kadis Nakertrans, Kapolsek Raihat, Camat Raihat, Kepala Desa se-Kecamatan Raihat, serta masyarakat Raihat. (pkpsetdabelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *